• Tentang Kami
Monday, October 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menulis Cepat, Berpikir Dangkal?

SAGOE TV by SAGOE TV
May 14, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Muna Madrah_Menulis Cepat Berpikir Dangkal

Muna Madrah, Sosiolog dan Dosen di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung. Foto: Arsip Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muna Madrah
Sosiolog dan Dosen di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung

Beberapa kegelisahan lahir bukan dari ruang seminar besar, melainkan dari percakapan sederhana di kelas.

BACA JUGA

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

Seorang mahasiswa bertanya kepada saya, “Bu, bolehkah saya menulis artikel dengan menggunakan AI?”

Saya menjawab pelan, “Bagaimana anda menggunakan AI?”

Ia menjelaskan bahwa ia cukup memasukkan judul atau topik penelitian, lalu sistem AI akan membuatkan artikel lengkap beserta kesimpulannya. Saya tersenyum kecil. Saya tahu dari mana imajinasi itu datang: media sosial hari ini dipenuhi iklan tentang bagaimana menulis artikel dalam satu jam, menyelesaikan skripsi dalam semalam, atau menghasilkan publikasi ilmiah secara instan dengan bantuan kecerdasan buatan.

Saya tidak ingin menjawabnya sebagai sebuah fenomena benar atau salah. Sebab persoalannya memang tidak sesederhana “boleh” atau “tidak boleh”. AI adalah teknologi. Dan seperti teknologi lainnya, ia bisa menjadi alat bantu yang berguna, tetapi juga bisa menjadi jalan pintas yang menumpulkan daya pikir.

Saya kemudian mengatakan kepada mahasiswa itu, bahwa AI memang bisa membantu menulis artikel dalam hitungan menit. Bahkan mungkin lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan oleh manusia dalam menyusun kerangka berpikirnya sendiri. Tetapi pengetahuan tidak pernah lahir secara instan. Pengetahuan dibangun melalui proses panjang: membaca, mengalami kebingungan, merasakan kegelisahan, melakukan perenungan, membiarkan gagasan mengendap, sampai perlahan muncul pemahaman yang lebih jernih.

Di situlah letak kegelisahan saya sebagai dosen hari ini.

Masalah terbesar pendidikan kita mungkin bukan mahasiswa yang tidak bisa menulis, tetapi mahasiswa yang tidak lagi sabar berpikir.

Di era digital, kecepatan telah menjadi standar baru hampir dalam segala hal. Kita hidup di tengah budaya yang memuja efisiensi. Segala sesuatu harus cepat: informasi cepat, respons cepat, hasil cepat, bahkan gelar dan publikasi pun diharapkan cepat. Dalam logika seperti ini, berpikir perlahan sering dianggap tidak produktif.

Kampus perlahan ikut terseret dalam logika yang sama. Dosen dituntut produktif, mahasiswa dituntut cepat lulus, publikasi diukur dengan angka, sementara proses membaca dan berpikir mendalam semakin kehilangan ruang. Dalam situasi seperti itu, teknologi akhirnya tidak lagi dipandang sebagai alat bantu intelektual, tetapi sebagai cara mempercepat produksi akademik.

Padahal berpikir justru merupakan pekerjaan yang lambat.

Saya teringat Socrates. Filsuf Yunani itu membangun pendidikan bukan dengan memberikan jawaban kepada murid-muridnya, melainkan dengan mengajukan pertanyaan yang membuat mereka ragu terhadap apa yang mereka kira sudah mereka pahami. Bagi Socrates, justru kesadaran bahwa kita belum benar-benar tahu adalah awal dari pencarian pengetahuan yang sesungguhnya.

Pendidikan, dalam pandangan itu, bukan soal mengisi kepala dengan jawaban. Melainkan melatih manusia untuk bertanya, meragukan, dan terus menguji.

Dan proses seperti itu, baik dulu maupun sekarang, tidak pernah bisa dilakukan dengan tergesa-gesa.

Ia membutuhkan ketekunan membaca, keberanian meragukan jawaban sendiri, kesediaan merevisi gagasan, dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita belum benar-benar memahami sesuatu. Proses intelektual bukan sekadar menghasilkan teks, melainkan membangun kedalaman cara pandang terhadap dunia.

Di era AI, situasi bergerak sebaliknya. Mahasiswa sering datang bukan dengan pertanyaan, tetapi dengan keinginan memperoleh jawaban secepat mungkin. Akibatnya, proses intelektual perlahan kehilangan ruang untuk kebingungan, keraguan, dan kontemplasi, padahal dari situlah kedalaman berpikir biasanya lahir.

Hari ini kita menyaksikan perubahan yang cukup mengkhawatirkan. Banyak mahasiswa merasa cukup “mengetahui” sesuatu hanya karena mampu menghasilkan ringkasan cepat dari AI. Mereka tampak memahami konsep, padahal sesungguhnya baru berada di permukaan. Mereka mampu menyusun kalimat akademik, tetapi belum tentu mampu membangun argumentasi secara matang.

Kita akhirnya berhadapan dengan ironi pendidikan modern: tulisan semakin banyak, tetapi proses berpikir semakin tipis.

Tentu saya tidak sedang mengajak mahasiswa memusuhi teknologi. Saya sendiri menggunakan AI dalam beberapa pekerjaan akademik. Teknologi dapat membantu memetakan ide, merapikan struktur tulisan, mencari kemungkinan perspektif, bahkan mempercepat pekerjaan teknis tertentu. Dalam banyak hal, AI sangat membantu.

Namun, ada garis yang perlu dijaga dengan hati-hati: jangan sampai AI menggantikan nalar manusia.

AI seharusnya membantu kita menyusun gagasan, bukan menggantikan proses pembentukan gagasan itu sendiri. Sebab jika seluruh proses berpikir diserahkan kepada mesin, maka yang hilang bukan hanya kemampuan menulis, tetapi juga kemampuan memahami kehidupan secara lebih mendalam.

Pendidikan pada akhirnya bukan sekadar soal menghasilkan output akademik. Pendidikan adalah proses membentuk manusia yang mampu berpikir reflektif, kritis, dan sadar terhadap dunia di sekitarnya.

Jangan-jangan di tengah kemajuan teknologi hari ini, yang perlahan hilang bukan kemampuan menulis manusia, melainkan kesabaran manusia untuk berpikir. Wallahualam.

Tags: AIBerpikirManusiaMenulisMuna Madrahopinipendidikan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Risnawati Ridwan
Opini

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

by Risnawati binti Ridwan
October 18, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan
Opini

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

by SAGOE TV
October 14, 2026
Publik dalam Bayang Militerisme Urban
Opini

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

by SAGOE TV
October 5, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Hari Pancasila dan Harapan Rakyat
Opini

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

by SAGOE TV
October 1, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026

EDITOR'S PICK

Respon Muslim Terhadap Perayaan Imlek

Respon Muslim Terhadap Perayaan Imlek

March 20, 2025
Ketua PKK Aceh Data Warga yang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

Ketua PKK Aceh Data Warga yang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

March 20, 2025
1.957 Jemaah Haji Aceh Tiba di Tanah Rencong, 6 Orang Masih Dirawat di Arab Saudi

1.957 Jemaah Haji Aceh Tiba di Tanah Rencong, 6 Orang Masih Dirawat di Arab Saudi

July 2, 2025
Sepeda Lipat dan Berkebun Bunga saat Pandemi? Kalau Aku sih Yess!!!

Kompleksitas Sistem Bank Syariah bagi Penerima Bansos

March 24, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.