• Tentang Kami
Tuesday, June 16, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

SAGOE TV by SAGOE TV
May 7, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Ns. Rayhanul Aliefia, S.Kep (tengah). Foto: dok. penulis

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ns. Rayhanul Aliefia, S.Kep

Pelayanan kesehatan sejatinya bukan hanya bergantung pada kemampuan satu profesi semata, melainkan hasil dari kerja sama berbagai tenaga kesehatan yang saling terhubung. Dokter, perawat, apoteker, bidan, ahli gizi, analis laboratorium, hingga tenaga kesehatan lainnya memiliki peran penting dalam memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang aman dan berkualitas. Namun, minimnya komunikasi antarprofesi hingga saat ini masih menjadi persoalan serius dalam dunia kesehatan, termasuk di Aceh.

Di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, tantangan koordinasi antar tenaga kesehatan masih sering ditemukan. Tidak sedikit proses pelayanan berjalan secara parsial, di mana masing-masing profesi bekerja dalam ruang lingkupnya sendiri tanpa komunikasi yang optimal. Kondisi ini berpotensi memunculkan kesalahan informasi, keterlambatan tindakan medis, hingga risiko terhadap keselamatan pasien (patient safety).

BACA JUGA

Dek Gam Sang Petarung, PAN Aceh Menuju Tiga Besar 2029

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Dalam praktik pelayanan sehari-hari, misalnya, masih ditemukan miskomunikasi terkait pemberian obat, keterlambatan penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium, hingga kurangnya koordinasi saat penanganan pasien gawat darurat. Pada situasi tertentu, perbedaan persepsi antar tenaga kesehatan juga dapat memengaruhi kecepatan pengambilan keputusan klinis. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang diterima pasien.

Permasalahan ini menjadi semakin penting di Aceh, terutama mengingat masih adanya keterbatasan sumber daya kesehatan di beberapa daerah. Rumah sakit dan puskesmas di wilayah terpencil sering menghadapi kekurangan tenaga kesehatan, tingginya beban kerja, serta fasilitas yang belum sepenuhnya memadai. Dalam situasi tersebut, kemampuan bekerja secara kolaboratif justru menjadi kebutuhan utama agar pelayanan tetap berjalan efektif.

Contoh nyata dapat dilihat pada pelayanan rujukan pasien dari daerah pedalaman Aceh ke rumah sakit besar di Banda Aceh atau kabupaten lainnya. Tidak jarang pasien datang dalam kondisi sudah memburuk akibat keterlambatan koordinasi antara fasilitas kesehatan pertama dengan rumah sakit rujukan. Ada kasus di mana informasi kondisi pasien tidak tersampaikan secara lengkap, sehingga penanganan awal di IGD menjadi kurang optimal. Situasi seperti ini sering terjadi pada kasus kegawatdaruratan seperti komplikasi persalinan, stroke, hingga pasien trauma akibat kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, di beberapa rumah sakit daerah juga masih ditemukan keluhan antrean panjang pelayanan karena komunikasi antar unit belum berjalan efektif. Misalnya, pasien harus menunggu lama karena hasil laboratorium belum segera diteruskan ke dokter penanggung jawab, atau terjadi miskomunikasi terkait jadwal tindakan medis dan pemberian obat. Walaupun terlihat sederhana, kondisi tersebut dapat memengaruhi kepuasan pasien bahkan memperlambat proses penyembuhan.

Aceh juga pernah menghadapi tantangan besar saat pandemi COVID-19. Pada masa itu, koordinasi antar tenaga kesehatan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pelayanan pasien. Tingginya jumlah pasien, keterbatasan ruang perawatan, serta tekanan kerja yang tinggi sempat memperlihatkan pentingnya komunikasi efektif antarprofesi. Banyak tenaga kesehatan harus bekerja cepat dalam satu tim untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan tepat waktu.

Di sisi lain, budaya hierarki dalam pelayanan kesehatan juga masih menjadi tantangan tersendiri. Di beberapa tempat, komunikasi antarprofesi belum berlangsung secara setara. Padahal, setiap tenaga kesehatan memiliki kontribusi penting sesuai kompetensinya masing-masing. Ketika komunikasi tidak dibangun secara terbuka dan saling menghargai, potensi terjadinya kesalahan pelayanan akan semakin besar.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan Interprofessional Education (IPE) atau pendidikan interprofesional dalam dunia kesehatan. IPE merupakan pendekatan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan untuk belajar bersama, memahami peran masing-masing, serta melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi sejak masa pendidikan.

Melalui IPE, mahasiswa keperawatan, kedokteran, farmasi, kebidanan, dan profesi kesehatan lainnya dibiasakan bekerja dalam satu tim. Pendekatan ini penting agar ketika memasuki dunia kerja, tenaga kesehatan tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga mampu membangun koordinasi yang efektif demi keselamatan pasien.

Di Aceh sendiri, penerapan konsep kolaborasi antarprofesi dalam pendidikan maupun pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat. Perguruan tinggi kesehatan diharapkan mulai mengembangkan pembelajaran kolaboratif yang lebih terstruktur, sementara fasilitas pelayanan kesehatan perlu membangun budaya komunikasi yang terbuka dan profesional antar tenaga kesehatan.

Keselamatan pasien tidak dapat dijaga hanya oleh satu profesi. Pelayanan kesehatan yang aman lahir dari komunikasi yang baik, koordinasi yang kuat, dan rasa saling menghargai antar tenaga kesehatan. Karena itu, membangun budaya kolaborasi melalui Interprofessional Education bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan masa kini, khususnya di Aceh.[]

Tags: acehkesehatankomunikasiopiniPasienpelayanan publikProfesiPuskesmasRumah Sakit
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Musriadi: Hardikda 2025 Momentum Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Karakter Siswa Aceh
Opini

Dek Gam Sang Petarung, PAN Aceh Menuju Tiga Besar 2029

by SAGOE TV
June 15, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan
Opini

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

by SAGOE TV
June 13, 2026
Dari Meja yang Sama
Opini

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

by SAGOE TV
June 13, 2026
Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya
Opini

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

by SAGOE TV
June 10, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat
Opini

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

by SAGOE TV
June 8, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

June 15, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Mungkin yang kurang bukan acara Catatan tentang Banda Aceh, ruang perjumpaan, dan hal-hal yang terus dimulai dari awal

Mungkin Yang Kurang Bukan Acara

June 10, 2026
Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU

Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

June 9, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

June 15, 2026

EDITOR'S PICK

Polda Aceh Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Selama PON XXI Aceh-Sumut

Polda Aceh Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Selama PON XXI Aceh-Sumut

August 31, 2024
Mahasiswa Universiti Malaya Bertemu Wali Nanggroe dalam Lawatan Akademik ke Aceh

Mahasiswa Universiti Malaya Bertemu Wali Nanggroe dalam Lawatan Akademik ke Aceh

July 23, 2025
Sekolah Masih Berlumpur, Siswa SMAN 2 Pidie Jaya Belajar Dalam Tenda Darurat

Sekolah Masih Berlumpur, Siswa SMAN 2 Pidie Jaya Belajar Dalam Tenda Darurat

January 5, 2026
Pelantikan Mualem-Dek Fadh Dipercepat, Gubernur Aceh Terpilih Dapat Tanggal 6 Februari 2025

Pelantikan Mualem-Dek Fadh Dipercepat, Gubernur Aceh Terpilih Dapat Tanggal 6 Februari 2025

January 22, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.