• Tentang Kami
Thursday, June 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

Anna Rizatil by Anna Rizatil
April 20, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

M. Azril Ihksan, Mahasiswa UIN Ar-Raniry. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M. Azril Ihksan
Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Tahun 2026 menjadi awal perjalanan baru bagi ribuan mahasiswa yang lulus melalui jalur SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, maupun jalur mandiri. Mereka akan meninggalkan fase remaja dan kehidupan sekolah menengah, lalu memasuki dunia baru bernama perguruan tinggi.

BACA JUGA

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

Di titik inilah, banyak anak muda merasa bangga karena berhasil mengenakan almamater kampus impian. Namun, tidak sedikit pula yang lupa bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar soal status, jaket kampus, atau kebebasan baru. Menjadi mahasiswa berarti memikul tanggung jawab yang lebih besar terhadap ilmu, masyarakat, bahkan masa depan bangsa.

Soekarno pernah berkata:

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Kalimat ini bukan sekadar kutipan motivasi, melainkan penegasan bahwa pemuda terutama mahasiswa adalah kekuatan perubahan.

Sayangnya, realitas hari ini sering berbeda. Banyak mahasiswa yang datang ke kampus hanya untuk hadir, absen, lalu pulang. Kuliah dianggap sekadar formalitas untuk mendapatkan gelar, bukan proses membangun kapasitas diri. Almamater dipakai sebagai simbol kebanggaan, tetapi nilai perjuangan di dalamnya perlahan dilupakan.

Padahal, secara etimologis, mahasiswa berasal dari dua kata: maha yang berarti besar, tinggi, atau utama, dan siswa yang berarti pelajar. Mahasiswa berarti pelajar tingkat tinggi bukan hanya dalam jenjang pendidikan, tetapi juga dalam cara berpikir, bersikap, dan bertanggung jawab.

Karena itu, mahasiswa memiliki tupoksi tugas pokok dan fungsi yang tidak boleh diabaikan. Mereka bukan sekadar peserta didik, melainkan individu yang dipersiapkan menjadi agen perubahan.

Dalam peran akademiknya, mahasiswa memiliki tanggung jawab utama untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Mereka harus menguasai bidang ilmu yang ditekuni, mengerjakan tugas dan penelitian dengan serius, serta menjunjung tinggi integritas akademik. Plagiarisme, kecurangan ujian, dan budaya instan adalah musuh utama dunia intelektual.

Selain itu, mahasiswa juga dituntut untuk terlibat dalam praktik nyata melalui magang, penelitian lapangan, maupun KKN. Ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas; ia harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi.

Namun, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka juga memiliki peran sosial yang besar.

Mahasiswa adalah agent of change, penggerak perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Mereka harus peka terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di sekitarnya. Ketika masyarakat menghadapi ketidakadilan, mahasiswa tidak boleh memilih diam.

Mereka juga berfungsi sebagai social control, pengawas sosial yang berani mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Sejarah bangsa ini mencatat bahwa perubahan besar sering lahir dari keberanian mahasiswa bersuara.

Lebih dari itu, mahasiswa adalah guardian of value penjaga nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keadilan, empati, dan gotong royong. Di tengah arus globalisasi yang serba cepat, mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral, bukan justru ikut hanyut dalam pragmatisme.

Mereka adalah iron stock, generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Jika mahasiswa hari ini kehilangan idealisme, maka masa depan bangsa juga sedang dipertaruhkan.

Pada akhirnya, menjadi mahasiswa adalah proses menuju kemandirian. Bukan hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mandiri dalam berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.

Dasar-dasar ini harus dipahami sejak awal agar mahasiswa baru tidak tersesat dalam perjalanan akademiknya. Jangan sampai kampus hanya menjadi tempat singgah sebelum dunia kerja, tanpa pernah melahirkan karakter dan kepedulian sosial.

Sebagaimana disampaikan Prof. Fuad Mardhatillah, mahasiswa harus menjadi:

“Mandiri dengan Kemampuannya.”

Kalimat itu sederhana, tetapi memiliki makna besar. Mahasiswa sejati bukanlah mereka yang sekadar memakai almamater, melainkan mereka yang mampu membawa manfaat bagi sekitarnya.

Sebab pada akhirnya, mahasiswa tidak dilahirkan untuk menjadi penonton sejarah, tetapi untuk menjadi penulis perubahan.[]

Tags: dan arah akademik sejak awal perkuliahan.Fenomena mahasiswa baru yang kerap mengabaikan tupoksi menjadi sorotan. Artikel ini mengulas pentingnya memahami peranMahasiswaMahasiswa BaruMakin Tahu Indonesiaopinitanggung jawabTupoksi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan
Opini

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

by SAGOE TV
June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup
Opini

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

by SAGOE TV
June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup
Opini

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

by SAGOE TV
June 3, 2026
Aceh dan Paradoks Kemakmuran: Mengapa Bantuan Sosial Tidak Akan Pernah Cukup Tanpa Industrialisasi
Opini

Aceh dan Paradoks Kemakmuran: Mengapa Bantuan Sosial Tidak Akan Pernah Cukup Tanpa Industrialisasi

by SAGOE TV
May 25, 2026
Ketika Niat Baik Berjalan Tanpa Peta
Opini

Ketika Niat Baik Berjalan Tanpa Peta

by Anna Rizatil
May 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026

EDITOR'S PICK

Rendahnya Kesadaran Warga, Puluhan Relawan Bersihkan Pantai Ujong Blang

Rendahnya Kesadaran Warga, Puluhan Relawan Bersihkan Pantai Ujong Blang

February 18, 2025
Wagub Fadhlullah Beri Pesan dan Doa untuk ASN Pemerintah Aceh yang Berangkat Haji 2025

Wagub Fadhlullah Beri Pesan dan Doa untuk ASN Aceh yang Berangkat Haji 2025

May 9, 2025
Pemerintah Aceh Peringati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2024

Pemerintah Aceh Peringati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2024

October 1, 2024
Krisis Apresiasi di Era Klik Ketika Akal Budi Terseret Algoritma

Krisis Apresiasi di Era Klik: Ketika Akal Budi Terseret Algoritma

May 22, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.