• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

Anna Rizatil by Anna Rizatil
April 20, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

M. Azril Ihksan, Mahasiswa UIN Ar-Raniry. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M. Azril Ihksan
Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Tahun 2026 menjadi awal perjalanan baru bagi ribuan mahasiswa yang lulus melalui jalur SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, maupun jalur mandiri. Mereka akan meninggalkan fase remaja dan kehidupan sekolah menengah, lalu memasuki dunia baru bernama perguruan tinggi.

BACA JUGA

Film Teach You a Lesson: Sebab yang Perlu Dididik Kadang Bukan Anak, tetapi Orang Dewasa

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Di titik inilah, banyak anak muda merasa bangga karena berhasil mengenakan almamater kampus impian. Namun, tidak sedikit pula yang lupa bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar soal status, jaket kampus, atau kebebasan baru. Menjadi mahasiswa berarti memikul tanggung jawab yang lebih besar terhadap ilmu, masyarakat, bahkan masa depan bangsa.

Soekarno pernah berkata:

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Kalimat ini bukan sekadar kutipan motivasi, melainkan penegasan bahwa pemuda terutama mahasiswa adalah kekuatan perubahan.

Sayangnya, realitas hari ini sering berbeda. Banyak mahasiswa yang datang ke kampus hanya untuk hadir, absen, lalu pulang. Kuliah dianggap sekadar formalitas untuk mendapatkan gelar, bukan proses membangun kapasitas diri. Almamater dipakai sebagai simbol kebanggaan, tetapi nilai perjuangan di dalamnya perlahan dilupakan.

Padahal, secara etimologis, mahasiswa berasal dari dua kata: maha yang berarti besar, tinggi, atau utama, dan siswa yang berarti pelajar. Mahasiswa berarti pelajar tingkat tinggi bukan hanya dalam jenjang pendidikan, tetapi juga dalam cara berpikir, bersikap, dan bertanggung jawab.

Karena itu, mahasiswa memiliki tupoksi tugas pokok dan fungsi yang tidak boleh diabaikan. Mereka bukan sekadar peserta didik, melainkan individu yang dipersiapkan menjadi agen perubahan.

Dalam peran akademiknya, mahasiswa memiliki tanggung jawab utama untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Mereka harus menguasai bidang ilmu yang ditekuni, mengerjakan tugas dan penelitian dengan serius, serta menjunjung tinggi integritas akademik. Plagiarisme, kecurangan ujian, dan budaya instan adalah musuh utama dunia intelektual.

Selain itu, mahasiswa juga dituntut untuk terlibat dalam praktik nyata melalui magang, penelitian lapangan, maupun KKN. Ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas; ia harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi.

Namun, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka juga memiliki peran sosial yang besar.

Mahasiswa adalah agent of change, penggerak perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Mereka harus peka terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di sekitarnya. Ketika masyarakat menghadapi ketidakadilan, mahasiswa tidak boleh memilih diam.

Mereka juga berfungsi sebagai social control, pengawas sosial yang berani mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Sejarah bangsa ini mencatat bahwa perubahan besar sering lahir dari keberanian mahasiswa bersuara.

Lebih dari itu, mahasiswa adalah guardian of value penjaga nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keadilan, empati, dan gotong royong. Di tengah arus globalisasi yang serba cepat, mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral, bukan justru ikut hanyut dalam pragmatisme.

Mereka adalah iron stock, generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Jika mahasiswa hari ini kehilangan idealisme, maka masa depan bangsa juga sedang dipertaruhkan.

Pada akhirnya, menjadi mahasiswa adalah proses menuju kemandirian. Bukan hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mandiri dalam berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.

Dasar-dasar ini harus dipahami sejak awal agar mahasiswa baru tidak tersesat dalam perjalanan akademiknya. Jangan sampai kampus hanya menjadi tempat singgah sebelum dunia kerja, tanpa pernah melahirkan karakter dan kepedulian sosial.

Sebagaimana disampaikan Prof. Fuad Mardhatillah, mahasiswa harus menjadi:

“Mandiri dengan Kemampuannya.”

Kalimat itu sederhana, tetapi memiliki makna besar. Mahasiswa sejati bukanlah mereka yang sekadar memakai almamater, melainkan mereka yang mampu membawa manfaat bagi sekitarnya.

Sebab pada akhirnya, mahasiswa tidak dilahirkan untuk menjadi penonton sejarah, tetapi untuk menjadi penulis perubahan.[]

Tags: dan arah akademik sejak awal perkuliahan.Fenomena mahasiswa baru yang kerap mengabaikan tupoksi menjadi sorotan. Artikel ini mengulas pentingnya memahami peranMahasiswaMahasiswa BaruMakin Tahu Indonesiaopinitanggung jawabTupoksi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh
Opini

Film Teach You a Lesson: Sebab yang Perlu Dididik Kadang Bukan Anak, tetapi Orang Dewasa

by SAGOE TV
July 21, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas
Opini

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

by SAGOE TV
July 18, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang
Opini

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

by SAGOE TV
July 17, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh
Opini

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

by SAGOE TV
July 16, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026

EDITOR'S PICK

Muzakir Manaf dan Fadhlullah Resmi Jabat Gubernur dan Wagub Aceh 2025-2030

Muzakir Manaf dan Fadhlullah Resmi Jabat Gubernur dan Wagub Aceh 2025-2030

March 8, 2025
Mujiburrahman Kembali Daftar Calon Rektor UIN Ar-Raniry, Sebut Tiga Alasan Maju

Mujiburrahman Kembali Daftar Calon Rektor UIN Ar-Raniry, Sebut Tiga Alasan Maju

March 31, 2026
Industri Kreatif Aceh Panggung Kosong, Sistem Palsu

Industri Kreatif Aceh: Panggung Kosong, Sistem Palsu

May 27, 2025
Akademisi: BPMA Harus Jadi Motor Pengelolaan Gas Aceh

Akademisi: BPMA Harus Jadi Motor Pengelolaan Gas Aceh

March 6, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.