• Tentang Kami
Monday, April 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

Anna Rizatil by Anna Rizatil
April 20, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

M. Azril Ihksan, Mahasiswa UIN Ar-Raniry. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M. Azril Ihksan
Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Tahun 2026 menjadi awal perjalanan baru bagi ribuan mahasiswa yang lulus melalui jalur SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, maupun jalur mandiri. Mereka akan meninggalkan fase remaja dan kehidupan sekolah menengah, lalu memasuki dunia baru bernama perguruan tinggi.

BACA JUGA

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

Di titik inilah, banyak anak muda merasa bangga karena berhasil mengenakan almamater kampus impian. Namun, tidak sedikit pula yang lupa bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar soal status, jaket kampus, atau kebebasan baru. Menjadi mahasiswa berarti memikul tanggung jawab yang lebih besar terhadap ilmu, masyarakat, bahkan masa depan bangsa.

Soekarno pernah berkata:

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Kalimat ini bukan sekadar kutipan motivasi, melainkan penegasan bahwa pemuda terutama mahasiswa adalah kekuatan perubahan.

Sayangnya, realitas hari ini sering berbeda. Banyak mahasiswa yang datang ke kampus hanya untuk hadir, absen, lalu pulang. Kuliah dianggap sekadar formalitas untuk mendapatkan gelar, bukan proses membangun kapasitas diri. Almamater dipakai sebagai simbol kebanggaan, tetapi nilai perjuangan di dalamnya perlahan dilupakan.

Padahal, secara etimologis, mahasiswa berasal dari dua kata: maha yang berarti besar, tinggi, atau utama, dan siswa yang berarti pelajar. Mahasiswa berarti pelajar tingkat tinggi bukan hanya dalam jenjang pendidikan, tetapi juga dalam cara berpikir, bersikap, dan bertanggung jawab.

Karena itu, mahasiswa memiliki tupoksi tugas pokok dan fungsi yang tidak boleh diabaikan. Mereka bukan sekadar peserta didik, melainkan individu yang dipersiapkan menjadi agen perubahan.

Baca Juga:  Kemenag Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 11.772 Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh-Sumatera

Dalam peran akademiknya, mahasiswa memiliki tanggung jawab utama untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Mereka harus menguasai bidang ilmu yang ditekuni, mengerjakan tugas dan penelitian dengan serius, serta menjunjung tinggi integritas akademik. Plagiarisme, kecurangan ujian, dan budaya instan adalah musuh utama dunia intelektual.

Selain itu, mahasiswa juga dituntut untuk terlibat dalam praktik nyata melalui magang, penelitian lapangan, maupun KKN. Ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas; ia harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi.

Namun, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka juga memiliki peran sosial yang besar.

Mahasiswa adalah agent of change, penggerak perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Mereka harus peka terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di sekitarnya. Ketika masyarakat menghadapi ketidakadilan, mahasiswa tidak boleh memilih diam.

Mereka juga berfungsi sebagai social control, pengawas sosial yang berani mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Sejarah bangsa ini mencatat bahwa perubahan besar sering lahir dari keberanian mahasiswa bersuara.

Lebih dari itu, mahasiswa adalah guardian of value penjaga nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keadilan, empati, dan gotong royong. Di tengah arus globalisasi yang serba cepat, mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral, bukan justru ikut hanyut dalam pragmatisme.

Mereka adalah iron stock, generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Jika mahasiswa hari ini kehilangan idealisme, maka masa depan bangsa juga sedang dipertaruhkan.

Pada akhirnya, menjadi mahasiswa adalah proses menuju kemandirian. Bukan hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mandiri dalam berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.

Dasar-dasar ini harus dipahami sejak awal agar mahasiswa baru tidak tersesat dalam perjalanan akademiknya. Jangan sampai kampus hanya menjadi tempat singgah sebelum dunia kerja, tanpa pernah melahirkan karakter dan kepedulian sosial.

Baca Juga:  Aceh Dua Dekade Damai: Seremoni Berlimpah, Substansi Terlupa

Sebagaimana disampaikan Prof. Fuad Mardhatillah, mahasiswa harus menjadi:

“Mandiri dengan Kemampuannya.”

Kalimat itu sederhana, tetapi memiliki makna besar. Mahasiswa sejati bukanlah mereka yang sekadar memakai almamater, melainkan mereka yang mampu membawa manfaat bagi sekitarnya.

Sebab pada akhirnya, mahasiswa tidak dilahirkan untuk menjadi penonton sejarah, tetapi untuk menjadi penulis perubahan.[]

Tags: dan arah akademik sejak awal perkuliahan.Fenomena mahasiswa baru yang kerap mengabaikan tupoksi menjadi sorotan. Artikel ini mengulas pentingnya memahami peranMahasiswaMahasiswa BaruMakin Tahu Indonesiaopinitanggung jawabTupoksi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global
Opini

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

by Anna Rizatil
April 17, 2026
Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz
Opini

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

by Anna Rizatil
April 10, 2026
Bagaimana Memahami Kemenangan Iran
Opini

Bagaimana Memahami Kemenangan Iran?

by Anna Rizatil
April 8, 2026
Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran
Opini

Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran

by SAGOE TV
April 5, 2026
Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia
Opini

Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia

by Anna Rizatil
April 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

April 17, 2026

EDITOR'S PICK

Dekranasda Aceh Besar Sabet 3 Penghargaan di INACRAFT on October 2024

Dekranasda Aceh Besar Sabet 3 Penghargaan di INACRAFT on October 2024

October 5, 2024
PD IAI Aceh Salurkan Bantuan Kesehatan dan Logistik ke Wilayah Terisolasi Banjir

PD IAI Aceh Salurkan Bantuan Kesehatan dan Logistik ke Wilayah Terisolasi Banjir

January 21, 2026
Menekraf Teuku Riefky Harsya Apresiasi Aceh Youth Summit Jadikan Kreativitas Kekuatan Baru dari Aceh

Menekraf Teuku Riefky Harsya Apresiasi Aceh Youth Summit: Jadikan Kreativitas Kekuatan Baru dari Aceh

November 22, 2025
Prof Yasir Yusuf: Bank Syariah Harus Teguh pada Prinsip Syariah

Prof Yasir Yusuf: Bank Syariah Harus Teguh pada Prinsip Syariah

January 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.