BANDA ACEH | SAGOE TV – Kabar menggembirakan bagi masyarakat Aceh yang ingin menunaikan ibadah umrah. Mulai 29 Juni 2026, PT Garuda Indonesia Tbk resmi melayani penerbangan langsung rute Banda Aceh-Jeddah tanpa transit melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM).
Layanan penerbangan langsung umrah Aceh-Jeddah tersebut akan menggunakan armada widebody Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia dengan kapasitas 360 kursi kelas ekonomi dan dijadwalkan terbang setiap pekannya hingga Februari 2027.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, mengatakan penerbangan langsung ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Aceh karena akan mempermudah akses perjalanan ibadah umrah tanpa harus transit di luar negeri.
“Ini sesuai harapan Bapak Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf agar masyarakat Aceh dapat menikmati layanan penerbangan langsung ke Arab Saudi tanpa harus transit di daerah lain. Kehadiran penerbangan langsung ini tentu akan sangat membantu jamaah karena lebih hemat waktu, tenaga, dan biaya,” ujar Faisal, dikutip dari postingan resmi Instagram Dishub Aceh, Selasa (26/5/2026).
Menurut Faisal, Pemerintah Aceh selama ini terus mendorong keberlanjutan penerbangan langsung umrah dari Aceh, termasuk melalui dukungan kebijakan kepada pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas penerbangan internasional dari Bandara Sultan Iskandar Muda.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga telah menyampaikan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 29 April 2026 terkait permohonan dukungan kebijakan akselerasi penerbangan umrah langsung dari Aceh.
Dalam surat tersebut, Pemerintah Aceh meminta dukungan agar maskapai asal Arab Saudi juga dapat memperoleh izin technical stop with traffic rights di Bandara Sultan Iskandar Muda. Skema tersebut memungkinkan maskapai asing singgah sekaligus mengangkut jamaah umrah asal Aceh menuju Arab Saudi.
Kadishub menjelaskan, selama ini sebagian besar jamaah umrah Aceh masih menggunakan rute transit melalui Kuala Lumpur sehingga perjalanan menjadi lebih panjang dan biaya tiket relatif lebih mahal.
Menurut Faisal, kebijakan tersebut menjadi solusi penting di tengah keterbatasan armada badan lebar maskapai nasional untuk memenuhi kebutuhan penerbangan langsung reguler dari Aceh menuju Arab Saudi.
.
“Potensi jamaah umrah Aceh mencapai sekitar 32 ribu orang per tahun. Jika penerbangan langsung semakin terbuka, manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat tetapi juga memberikan dampak ekonomi besar bagi Aceh,” ujarnya.
Pemerintah Aceh, kata Faisal, berharap layanan penerbangan langsung itu dapat terus berkesinambungan dan menjadi langkah awal penguatan konektivitas internasional dari Aceh, sekaligus memberikan kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi biaya bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah umrah. Layanan tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Bandara SIM sebagai salah satu pintu gerbang penerbangan umrah di wilayah barat Indonesia.
Sementara itu, Plh GM Garuda Indonesia Banda Aceh, Jufriandi, menyampaikan bahwa penerbangan perdana pada 29 Juni 2026 akan melayani rute Banda Aceh-Madinah, bertepatan dengan pemulangan kloter terakhir jamaah haji embarkasi Aceh. Selanjutnya penerbangan reguler umrah akan melayani rute Banda Aceh-Jeddah pulang pergi setiap pekan.
“Berkat dukungan Pemerintah Aceh yang diinisiasi oleh Bapak Gubernur H. Muzzakir Manaf dan Wagub H. Fadhlullah yang sangat concerned terhadap penerbangan langsung ini maka InsyaAllah penerbangan perdana ini akan mengantar jamaah umrah pertama dari Banda Aceh ke Madinah seiring dengan kepulangan jamaah haji kloter terakhir dari Madinah ke Banda Aceh,” ujar Jufriandi.
Direktur PT BTJ Aviasi, Ricky, mengatakan program penerbangan umrah tahun ini program spesial 12 hari dengan jadwal keberangkatan setiap hari Rabu sehingga jamaah memiliki kesempatan melaksanakan dua kali ibadah Jumat, masing-masing di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.
Ricky mengatakan, pihaknya selaku perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan penerbangan charter yang beroperasi di wilayah Aceh bersama pemerintah Aceh dan Kementerian Haji Umrah Provinsi Aceh serta stakeholder terkait juga sedang mengupayakan agar jamaah umrah Aceh tahun ini dapat difasilitasi proses administrasi dan keberangkatannya melalui asrama haji Banda Aceh.
“Termasuk iring-iringan pemberangkatan sampai dengan tiba di bandara sehingga jamaah bisa merasakan berangkat umrah seperti berangkat haji,” ujarnya.[]




















