• Tentang Kami
Monday, September 14, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kiprah Perempuan Dalam Kepemimpinan dan Pencapaian Sejarah

SAGOE TV by SAGOE TV
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kiprah Perempuan Dalam Kepemimpinan dan Pencapaian Sejarah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dwi Setyowati,S.Pd.I., MA.,
Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah DKI Jakarta Masa Bakti 2016-2022.

Secara etimologi, sejatinya pemimpin adalah pemandu jalan, penentu arah, dan penggerak dari para anggotanya. Sebabnya seorang pemimpin harus memiliki kemampuan menginspirasi, memotivasi, dan menghadirkan perasaan cinta serta kesukarelaan orang lain untuk bergerak mewujudkan visi bersama yang telah disepakati. Sejarah telah mencatatkan peristiwa kepemimpinan perempuan yang demokratis yang penuh toleransi, dukungan dan pengelolaan aspirasi yang tidak kalah dari kepemimpinan laki-laki. Kepemimpinan perempuan yang pernah berjalan juga turut menghadirkan keseimbangan tanpa arogansi dan dominasi.

BACA JUGA

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Berbicara perihal kepemimpinan nyatanya tidak selalu soal politik bernegara saja. Kepemimpinan perempuan hakikatnya sudah dimulai dari perannya sebagai ibu dalam lingkungan keluarga. Menjadi sosok ibu yang penyayang, pendengar yang baik, sahabat diskusi yang asyik, nir kekerasan, egaliter, dan demokratis telah menjadi cerminan dari sosok pemimpin yang mampu menggerakan anak-anaknya untuk bertindak lebih baik dengan perasaan yang merdeka. Suasana lingkungan keluarga yang merdeka (tanpa ada tekanan tetapi tetap terarah) membuat anak-anak tumbuh dengan potensinya tanpa rasa takut. Bahkan dengan suasana kemerdekaan dan demokratis tersebut juga seorang ibu telah membentuk anak-anak mereka menjadi generasi yang cerdas, handal, percaya diri, memiliki rasa toleransi yang baik, dan senang bekerjasama.

Kepemimpinan perempuan dalam Al-Qur’an telah digambarkan dalam kisah mengenai  Ratu Balqis pada Surah An-Naml: 23 yang artinya: ”Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintahkan mereka, dan dia dianugerahi segala sesuati serta memiliki singgasana yang besar”. Ratu Bilqis sebagai penguasa Negeri Saba’ digambarkan sebagai sosok pemimpin yang adil dan mau menerima kebenaran.

Terbukti dengan sukarela untuk berserah diri dengan memeluk Islam setelah Nabi Sulaiman as. menunjukkan karunia yang Allah Swt. berikan padanya. Sikap keterbukaan dan senang menerima masukan menunjukan sosok Ratu Balqis sebagai seorang pemimpin yang demokratis. Bahkan disebutkan bahwa tidak sekalipun Ratu Balqis memutuskan suatu perkara tanpa melakukan musyawarah lebih dulu, seperti yang disampaikan pada ayat 32 yang artinya: “Dia (Balqis) berkata,’Wahai para pembesar ! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku)”.

Ternyata, selain Ratu Balqis, Aceh juga telah menggoreskan kesuksesan kepemimpinan perempuan. Dengan memiliki empat Sultanah yang tercatat pernah memimpin Kerajaan Aceh Darussalam pada abad ke-16, menunjukan bahwa kepemimpinan perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Seperti yang dituliskan dalam laporan penelitian dari UIN Ar-Raniry tahun 2020, terlihat sendiri pada masa kepemimpinan Sultanah Tajur Alam Syafiyatuddin Syah tahun 1641-1675, memiliki pencapaian yang diraih diantaranya: memberlakukan wajib belajar untuk anak perempuan di Kerajaan Aceh Darussalam. Memberikan hak kepada perempuan untuk ikut serta dalam kelembagaan kerajaan, pemerintahan, dan prajurit perang, dan kebijakan bagi para orang tua yang anak perempuannya hendak menikah terlebih dulu diberikan harta dan rumah untuknya.

Selanjutnya pada masa kepemimpinan Sultanah Nurul Alam Naqiatuddin Syah tahun 1675-1677, semasa kepemimpinannya Kerajaan Aceh Darussalam menata pemerintahannya dengan membentuk Federasi Tiga Sagi yang disebut dengan Sagi XXII Mukim, Sagi XXV Mukim, dan Sagi XXVI Mukim. Setiap Sagi kemudian dipimpin oleh Panglima Sagi yang mengatur otonomi wilayahnya dan bertanggung jawab langsung kepada Sultanah. Kemudian datang dari Sultanah Zaqiyatuddin Inayat Syah tahun 1677-1688, pencapaian yang diraih pada masa pemerintahannya adalah membangun kekuatan untuk melawan persaingan dagang dengan Belanda melalui kerjasama dengan negara-negara tetangga.

Selain itu, pada masa pemerintahannya juga perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung cepat untuk kemajuan generasi penerus kerajaan yang termasyur ini. Terakhir datang dari Sultanah Keumalat Syah tahun 1688-1699, pencapaian yang dilakukan adalah dengan mengizinkan Inggris untuk mendirikan kantor dagangnya diwilayah Kerajaan Aceh dan pihak kerajaan juga mendapat keuntungan besar dari pajak perdagangan Inggris di Aceh.

Sejatinya, masyarakat modern saat ini mendambakan kembali sosok pemimpin yang senang bekerjasama dan berkolaborasi dalam membangun tatanan masyarakat ideal sebagai landasan kerukunan hidup bersama. Termasuk sosok pemimpin yang mau secara bergotong royong mewujudkan sebuah kemerdekaan untuk bergerak dalam merealisasikan visi bersama.

Kiprah perempuan dalam dunia kepemimpinan telah digoreskan dengan tinta emas yang menunjukkan arti kemerdekaan dan kesetaraan tanpa mengurangi kodrat laki-laki sebagai pemimpin utama. Jika laki-laki mempimpin dengan dominasi akal rasionalnya, maka perempuan mempimpin dilingkungan terkecil sekalinpun seperti keluarga dengan dominasi rasa cinta dan kesukarelaan. Tujuannya tidak lain untuk menghadirkan kepatuhan tertinggi dari setiap anggotanya agar mampu bergerak dengan merdeka tanpa paksaan.

Dengan menghadirkan loyalitas dari kecintaan dan kesukarelaan, pergerakan yang terjadi akan mempunyai energi yang dahsyat hingga melegenda diberbagai zaman setelahnya. Perempuan sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya mengajarkan berbagai nilai yang membentuk identitas generasi masa depan. Serta kepemimpinan perempuan dalam keluarganya akan menyalurkan semangat baru dalam membangun peradaban disepanjang masa.[]

Tags: AcehIndonesiakepemimpinan perempuanperempuansejarah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali
Artikel

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

by SAGOE TV
September 10, 2026
Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

September 11, 2026
Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

September 7, 2026

EDITOR'S PICK

Pemerintah Aceh Prioritaskan Pendidikan Vokasi untuk Perkuat SDM Berdaya Saing

Pemerintah Aceh Prioritaskan Pendidikan Vokasi untuk Perkuat SDM Berdaya Saing

February 9, 2026
Dua Dekade Damai Aceh

Dua Dekade Damai Aceh

June 27, 2025
Kemenag Aceh Besar Resmi Kick Off Kegiatan Peringatan Hari Amal Bakti ke-80

Kemenag Aceh Besar Resmi Kick Off Kegiatan Peringatan Hari Amal Bakti ke-80

November 17, 2025
Event, Seni, dan Masalah Standar

Event, Seni, dan Masalah Standar

February 1, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.