• Tentang Kami
Thursday, September 17, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 14, Jangan Berhenti Berbuat Baik

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 13, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Ceramah malam ini agak panjang. Penceramahnya masih muda. Dari sekian banyak yang dibicarakan, hal penting adalah ajakan untuk terus-menerus berbuat baik. Tentu saja, beriringan dengan ibadah, baik wajib dan sunat. Jangan sampai gara-gara hanya berpegang pada ajaran berbuat baik, seolah-olah boleh meninggalkan ibadah. Rumus ideal adalah berbuat baik dan beribadah dengan baik. Apalagi dengan rumus taqwa, dalam makna melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan.

Begitulah. Kadang-kadang dari untaian berbuat baik itu, kita tidak tahu dari jalan mana yang akan mengantarkan kita kepada kehidupan yang lebih baik —kehidupan yang diidam-idamkan semua orang pada akhir nanti.

Dengan demikian, berbuat baik itu juga tidak berbatas. Selain yang saya sebut di atas, ada juga balasan terhadap orang yang berbuat baik, yang tampaknya langsung di dunia. Tidak dibuat-buat. Tidak ada yang bisa dikondisikan. Perbuatan yang baik, sering tidak terduga bentuk balasan baiknya. Seperti orang yang sering membagi terhadap orang lain, akan mendapatkan balasan yang tidak terduga.

BACA JUGA

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

Atas dasar itulah, orang yang ingin berbuat baik hanya demi konten, harus hati-hati karena tidak akan mendapatkan apa-apa —malah sebaliknya. Orang-orang yang menggunakan agama sebagai kosmetik, misalnya, juga demikian. Seyogianya tidak dilakukan.

Bagi orang kampung, selain ibadah, juga berlaku rumus sosial yang lain. Mengunjungi orang lain, maka berkemungkinan besar orang lain itu akan mengunjungi kita. Ada yang kebalikannya, namun tidak banyak. Mereka yang tidak pernah mengunjungi orang lain, namun tetap dikunjungi. Banyak orang yang ternyata tidak begitu peduli. Orang-orang yang hanya menunaikan kewajiban sosialnya mengunjungi orang lain, dan tidak peduli apakah nanti akan dibalas kunjungan atau tidak. Istilah kewajiban sosial, karena di tempat tertentu seolah ada yang tidak lengkap apabila ada orang lain yang sakit dan semacamnya, jika tidak dikunjungi.

Dulu orang mengklaim bahwa fenomena demikian, hanya berlangsung di kampung-kampung. Apa yang saya rasakan sekarang. Ternyata orang-orang kota tidak kurang memiliki suasana yang demikian. Malah di kampung-kampung tertentu, sudah hidup layaknya tidak berkampung. Sebaliknya, kadang-kadang di kota, hidupnya sudah lebih berkampung (meugampong).

Suatu kali, sepulang dari kampung, ada yang sedang sakit dan menjenguk merupakan pilihan tepat. Tetangga, yang tiba-tiba harus dirawat karena penyakitnya kambuh. Ketika sampai di sana, banyak orang kampung yang sedang berkunjung. Orang yang sakit ini masih muda, jarang berkunjung ke orang lain. Masalah ternyata tak di sana. Siapapun orang kampung, berkemungkinan dikunjungi oleh orang lain. Orang yang jarang menjenguk orang lain, maka akan lebih sedikit orang yang menjenguknya. Demikian sebaliknya. Orang yang sering mengunjungi orang lain, maka ketika terjadi sesuatu terhadap diri atau anggota keluarganya, maka akan banyak yang menoleh.

Seperti kebiasaan orang kampung, setiap ada orang sakit, selalu ada keinginan untuk berkunjung, walau ia harus utang. Ini unik sekali. Banyak orang yang bersedia mengorbankan dirinya untuk meringankan penderitaan orang lain. Dengan berutang, sebenarnya mereka sedang menyusun derita lainnya. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, plus harus mengutang, itu derita yang berganda. Akan tetapi tak masalah. Ada semangat bagus yang dimiliki, bahwa mereka yang sakit, tidak saja membutuhkan materi untuk membiayai pengobatannya, melainkan juga semangat jiwa. Ada sebagian orang yang sudah membayar asuransi kesehatan –suatu kalkulasi untung-rugi yang dilakukan oleh penguasa—membuat mereka tak harus menyediakan biaya besar. Untuk standar pengobatan, mereka sudah tersedia. Dalam kenyataan memang tidak selalu tersedia sebagaimana kelasnya. Seorang yang berhak di kelas tiga, bisa jadi ketika waktu tertentu, tidak ada fasilitas di kelas tiga, melainkan kelas yang di atasnya. Untuk kondisi ini, mereka juga harus membayar sisanya.

Barangkali untuk mereka yang menggunakan fasilitas asuransi untung-rugi itu, sudah merasa sedikit berkurang bebannya pada saat itu –sedang saat yang lain tetap harus membayar. Setidaknya, hal ini jika dibandingkan dengan masyarakat yang sama sekali tak menggunakan fasilitas ini. Di pihak lain, pengelola sering menghitung laba-rugi dengan rakyatnya, sehingga rakyat sendiri, diatasnamakan gotong royong tetap membayar sejumlah biasa untuk fasilitas tersebut. Bisa dibayangkan mereka yang tidak menggunakan jalur ini. Ketika mereka harus membayar sepenuhnya biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan tersebut.

Fungsi orang kampung tidak sepenuhnya menutup hal ini. Tak masalah. Bagi orang kampung yang penting bisa merasa sependeritaan dengan mereka yang sedang menderita. Mengunjungi jauh lebih penting, tak masalah bahwa apa yang mereka bawa itu hanya cukup untuk sedikit saja dari total biaya yang harus dikeluarkan. Ada semangat yang harus dilihat, yakni semangat berbagi. Dalam kondisi demikian, betapa dahsyatnya semangat berbagi itu. Dari mereka yang pas-pasan, saling membantu satu sama lain. Semangat yang berlipat dari kondisi ini adalah bangkitnya kekuatan untuk menerima derita sakit yang dialami.

Semangat ini menarik jika dipupuk. Ia bisa jadi kekuatan besar bangsa dalam membangun masyarakat secara paripurna. Secara totalitas. Kekuatan ini, sewaktu-waktu dapat menyelesaikan banyak persoalan yang seolah tiada putusnya terjadi di sekitar kita. Siapa yang akan mau menggunakan semangat ini untuk kekuatan membangun?

Jadi melakukan sesuatu, harus kita biasakan dengan ikhlas. Bukan karena ingin balasan. Soal orang akan membalas kebaikan orang lain, itu semua seyogianya bukan urusan kita yang melakukan sesuatu yang baik itu. Hanya perbuatan baik yang ikhlas yang akan mendapatkan ganjaran baiknya dengan sempurna.

Mari kita melakukan sebanyak mungkin perbuatan baik. Sesuatu yang baik mudah-mudahan akan diikuti oleh kebaikan lainnya. Secara beruntun dan sambung-menyambung tali kebaikan. Terhadap siapapun mari berbuat baik, dan mudah-mudahan akan mencapai akhir yang baik bagi semuanya. Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Kamis, 13 Puasa 1446, 13 Maret 2025]

Tags: ArtikelBerbuat BaikDr Sulaiman TripaMalamopiniPuasaRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari
Ramadhan

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

by Husaini
February 24, 2026
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh
Ramadhan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

September 14, 2026
104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

September 15, 2026

EDITOR'S PICK

Indonesia Pamerkan Arah Baru Energi Nasional di ADIPEC 2025, BPMA Promosikan Potensi Migas Aceh

Indonesia Pamerkan Arah Baru Energi Nasional di ADIPEC 2025, BPMA Promosikan Potensi Migas Aceh

November 7, 2025
Update Pascabencana Aceh Tamiang Warga Lubuk Sidup Mulai Huni Huntara

Update Pascabencana Aceh Tamiang: Warga Lubuk Sidup Mulai Huni Huntara

May 2, 2026
pelunasan biaya haji jemaah indonesia

Pelunasan Biaya Haji, 86.950 Kuota Jemaah Reguler Sudah Terisi

February 22, 2025
Gubernur Aceh Tegaskan Penguatan JKA demi Layanan Kesehatan Berkelanjutan

Gubernur Aceh Tegaskan Penguatan JKA demi Layanan Kesehatan Berkelanjutan

May 5, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.