BANDA ACEH | SAGOE TV — Mahasiswa Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP USK), mendapat kesempatan mempelajari perkembangan pendidikan kuliner, pariwisata, industri perhotelan, dan pelayanan konsumen dari perspektif akademik serta praktik internasional.
Kesempatan tersebut diperoleh melalui kuliah tamu internasional bertema “Beyond the Plate: Connecting Culinary Education, Tourism Experiences, and Service Excellence” yang digelar Departemen PKK FKIP USK pada Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan berlangsung di Auditorium Lantai 3 FKIP USK dan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP USK, Dr. Sanusi.
Kuliah tamu tersebut menghadirkan tiga akademisi dari Politeknik Tuanku Syed Sirajuddin, Perlis, Malaysia, yakni Shufiah binti Mustapa, BSc (Hons), M.Sc.; Mohd. Sharin bin Sujor, BSc (Hons); dan Junita binti Jalaludin, BSc (Hons), M.B.A.
Dalam sambutannya, Dr. Sanusi menegaskan bahwa kuliah tamu internasional penting untuk memperluas wawasan mahasiswa. Kegiatan tersebut juga dinilai dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan perkembangan dunia industri.
Ketua pelaksana kegiatan, Yuli Heirina Hamid, M.Si., mengatakan kuliah tamu diikuti mahasiswa Departemen PKK angkatan 2024, 2025, dan 2026.
Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari perkembangan pendidikan kuliner, pariwisata, industri perhotelan, serta pelayanan konsumen melalui perspektif akademik dan praktik internasional.
Bekal Kompetensi dan Wawasan Global
Ketua Departemen PKK FKIP USK, Dr. Novita, menyatakan kuliah tamu internasional tersebut bermanfaat untuk mengembangkan kompetensi akademik, keterampilan profesional, kreativitas, serta wawasan global mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa bidang kuliner terus berkembang dan memiliki keterkaitan yang semakin erat dengan berbagai sektor, seperti pariwisata, industri perhotelan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, dan pelayanan jasa.
Keterlibatan akademisi dari luar negeri, lanjutnya, juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal pendekatan pembelajaran, pengalaman, serta praktik profesional yang berkembang di negara lain.
Pertukaran pengetahuan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mendukung internasionalisasi Departemen PKK FKIP USK.
Kuliah tamu ini juga memberikan gambaran mengenai eratnya hubungan antara lembaga pendidikan dan kebutuhan industri. Kehadiran akademisi dari Malaysia memperkaya perspektif mahasiswa mengenai perkembangan pendidikan vokasional dan industri pelayanan di negara serumpun.
Kedekatan budaya Indonesia dan Malaysia menjadi landasan yang menarik untuk bertukar pengalaman, terutama dalam pengembangan kuliner lokal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penciptaan pengalaman wisata yang berkesan.
Departemen PKK FKIP USK berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dan wawasan global.
Kompetensi tersebut diperlukan agar lulusan mampu berkontribusi sebagai pendidik, pelaku usaha, tenaga profesional, maupun inovator di bidang kuliner, pariwisata, perhotelan, dan pelayanan jasa.




















