Oleh: Azril Ihksan
Anggota SPS Revival
(komunitas/lembaga/institusi budaya, seni, pendidikan, teknologi multimedia di Aceh)
Pada abad 18 & 19.
18 akhir dan 19 awal. Lahirlah dari seorang dari Atjeh & seorang lagi dari Lebanon. Yang satu lahir di lampadang yang kaya pohon Geulumpang, Yang satunya lagi, lahir tepatnya,di Bsharri yang kaya pohon-pohon cedar. Mereka Bernama Cut Nyak Dhien & Kahlil Gibran.
Awal Mulanya, Kahlil & Cut Nyak.
Kahlil memulai kariernya dengan mendiami tanah Lebanon. Di sana ia bermandikan kebijaksanaan cinta dari ibunya & kekasihnya. Kahlil melihat banyak keajaiban-keajaiban di tanahnya. Asal mula kuatnya, kata-kata magisnya dalam karya-karyanya berasal dari ikatan batin dengan tiga unsur itu: Lebanon, Ibunya & kekasihnya. Cut Nyak Dhien memulai kariernya dengan mendiami tanoh Atjeh. Ia menikah dua kali, satu dengan ibrahim lamnga, satu lagi dengan Teuku Umar.
Cut Nyak memulai hidup dengan melihat suaminya berperang dengan kaphe-kaphe penjajah. Setelah Teuku Umar wafat, Cut Nyak mengambil peran, sebagai pemimpin perang gerilya demi Tanoh tercinta. Dari sana Cut Nyak mendapat wawasan mendalam akan kebijaksanaan Cinta.
Lebanon & Atjeh, Abad 18 Akhir & Awal 19.
Lebanon kala itu berada pada masa dibawah Turki Utsmani. Karenanya, Kahlil Gibran tertulis lahir dibawah tenda-tenda Kesultanan Utsmaniyah itu di sub-wilayahnya. Lebanon juga memandang kemerdekaan sebagai rasa pembebasan sejati. Gibran Melihat sendiri getaran-getaran pembebasan atas nama cinta tanah air mulai merasukinya, mempengaruhi cintanya.
Atjeh, Oh. Atjeh. Kala itu pernah berdiri dengan Berdaulat, bersilaukan emas & diindahkan oleh Qanun Meukata Alam. Namun, Kala masa kemundurannya, ia dihantui oleh penjajah kaphe-kaphe kulit putih itu. Berbendera Merah, Biru & Putih. Aktor kuat pada masa mundur itu muncul, orang kuatnya itu: Cut Nyak Dhien. Ia mencita-citakan cinta emansipatoris akan belenggu kekuasaan orang puteh.
Makna Halus Cinta, Cut Nyak & Kahlil.
Kahlil Menulis karya-karya yang mengandung sihir untuk jiwa. Dalam penulisan agungnya untuk karya yang berisikan kendi-kendi cahaya. Tiap sampul adalah tutup kendinya dan Cangkang kendi adalah Gaya retorisnya. Ia memegang karyanya “The Prophet 1923” sebagai ujaran Makna halus akan cinta. Tertuang kata-kata terkenal dalam buku itu:
“Cinta apa-apa selain dirinya sendiri dan tidak mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.”
1901-1905, Cut Nyak Dhien Menerjang hutan rimba Atjeh dengan Aura Harimau Sumatera. Ia memahami, memikirkan dan memerintah pasukannya bergerak dari wilayah I, II & III. Bertempuran demi pertempuran dihadapi dengan sabar ngon tabah. Namun dalam pertempuran segila itu, ia tetap berujar tentang makna cinta. Sebagaimana terwariskan dari tradisi lisan orang Atjeh:
“Ingatlah, Senjata terkuat adalah Kasih sayang.”
Antara Hikmah dari Keduanya
Kahlil Gibran menghikmahkan cinta dengan karyanya di atas kertas dengan goresan pena-pena & tinta. Ia menjalankan makna cinta dengan Akal, Hati, & Tulisan berkharisma.
Cut Nyak Dhien menghikmahkan cinta dengan karya perjuangan cintanya di tengah medan hutan rimba penuh ketakutan, kegelapan dan ketidakpastian hidup ataupun mati. Ini adalah garis biru & merah yang ditakdirkan Tuhan pada zaman yang sama, namun di tempat berbeda. Antara keduanya, mendefinisikan Cinta sebagai kebebasan sejati.




















