• Tentang Kami
Sunday, May 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 4 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Pengelolaan nafsu berelasi dengan pencapaian kualitas kehidupan. Nafsu juga penting, makanya harus dikelola. Seorang penceramah yang saya kenal, mengingatkan betapa pentingnya nafsu, misalnya nafsu makan, termasuk nafsu seksual terhadap lawan jenis. Wujud pengelolaannya dengan mengatur ruang dan batasannya dengan baik. Pengelolaan ini yang berdampak pada kualitas kehidupan.

Saya kira setiap orang wajib berusaha untuk mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik. Inilah konteks yang saya tangkap bahwa hidup ini sebenarnya ruang belajar. Orang menyadari selalu melakukan kesalahan, dengan kualitas yang lebih baik, orang tersebut berusaha tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukannya.

Saya yakin orang-orang yang sehat pasti akan menjawab kebutuhan kualitas hidup baik. Hanya orang-orang yang tidak waras yang berpikir sebaliknya: kualitas kehidupan yang buruk. Bahkan orang-orang yang menyadari telah melakukan kesalahan, selalu terpikir tentang sesal. Ada tarik menarik dengan hal yang lain lagi. Makanya secara prinsip, setiap orang berkeinginan kepada kehidupan yang berkualitas. Hanya orang-orang yang tidak sehat jiwa dan raganya yang berpikir sebaliknya: berpikir untuk kehidupan yang buruk.

BACA JUGA

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

Orang yang tidak sehat jiwa sudah tidak ada hukum apapun yang berlaku pada dirinya. Orang-orang yang sehat namun tidak melaksanakan makruf sesuai garisnya, akan disindir sebagaimana orang-orang yang sedang tidak sehat jiwa tersebut.

Inilah yang harus dipahami semua orang. Hidup ini, adalah proses belajar. Dari ayunan hingga ke liang lahat, manusia tidak boleh berhenti untuk terus belajar tersebut. Terutama untuk hal-hal yang akan menopang bagi kehidupan manusia itu sendiri, baik ketika ia hidup di dunia, maupun setelah kehidupan dunia.

Baca Juga:  Malam Puasa 22, Mati Bukan Soal Usia

Beranjak dari situasi ini, maka sesungguhnya tidak ada istilah ada orang-orang yang sudah selesai hidupnya. Mereka yang merasa sudah memiliki materi, selalu ingin mencapai berbagai keinginan lain yang tiada habisnya. Demikian juga dengan orang yang sudah punya jabatan, selalu ingin mencapai level selanjutnya. Terserah maksud masing-masing, untuk apa seseorang itu menggunakan jabatannya.

Pada dasarnya, karena semua yang kita alami harus terus berproses ke arah yang lebih baik, dan belajar adalah salurannya, maka selalu ada pertanggungjawaban. Manusia harus selalu memiliki akuntabilitas terhadap apa yang dilakukannya. Pada saatnya nanti, semua yang kita punya, akan ada pertanggungjawaban. Materi yang kita punya akan ada suatu mahkamah nanti, yang mempertanyakan dari mana sumber materi didapat, dan kemana ia digunakan. Ketika mendapatkan jabatan, apa yang kita lakukan dan sejauh mana kita laksanakan dengan selurusnya. Demikian juga dengan berbagai hal yang kita punya, termasuk dari tubuh kita. Semua akan menghadapi kondisi untuk mempertanggungjawabkannya.

Proses saling mengingatkan juga masuk bagian ini. Orang-orang yang tidak mengingatkan yang di sekelilingnya, padahal mereka melakukan kemungkaran, harus diingatkan untuk kembali ke jalan lurus. Ruang untuk mengingatkan itu bisa berbagai cara.

Saya teringat apa yang sering dilakukan di kampus kami. Sudah menjadi agenda rutin, setiap Jumat bulan puasa, selalu ada ceramah dari penceramah yang diundang. Praktis, dalam bulan ini ada tiga penceramah yang bisa dihadirkan, karena Jumat terakhir sudah masuk dalam masa cuti. Saya ingin ungkapkan bahwa masing-masing penceramah, terutama sekali berangkat dari ilmu yang dipelajari. Masing-masing bidang, dalam melihat masalah juga berangkat cara pandang yang berbeda. Ada hakikat yang sama, dengan melihat realitas ini, bisa jadi ada yang berbeda, baik pada cara menjelaskan, maupun cara pandang secara keseluruhan. Mengenai perbedaan ini banyak kita jumpai dalam masyarakat, sebagai akibat dari berbedanya sumber yang didapat. Bahkan beberapa orang yang mempelajari satu cabang ilmu yang sama, mendapatkan ilmunya dari orang yang berbeda, berkemungkinan ada perbedaan cara pandang dalam melihat sesuatu hal. Perbedaan ini sendiri terjadi tidak hanya dalam lingkup hukum sunat, melainkan juga ada yang wajib, dan sebagainya. Perbedaan juga terjadi dalam konteks-konteks yang dianggap sederhana, namun juga terjadi dalam suatu hal yang kompleks. Tentu, perbedaan dalam wilayah yang kompleks sangat bisa dipahami mengingat berbagai kompleksitas memperlihatkan adanya hubungan satu sama lainnya.

Baca Juga:  Malam Puasa 16, Mulai Mengevaluasi Diri

Saya tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk membahas bagaimana dan mengapa terjadi perbedaan itu secara lebih mendalam. Namun ketika mendengar beberapa hal penting, sejumlah pertanyaan selalu tidak bisa dihindari. Pertanyaan itu, antara lain ketika membandingkan dengan yang pernah kita dengar dari penceramah yang lain lagi. Satu sisi yang dibicarakan misalnya mengenai hawa nafsu. Ada sejumlah pertanyaan, misalnya sesungguhnya bagaimana menemukan dan mengendalikan hawa nafsu itu? Apakah hawa nafsu itu memang tampak apa adanya? Bagaimana jika hawa nafsu itu harus ditilik dengan analisis melalui ciri-cirinya? Apakah yang berangkutan bisa membedakan sesuatu dari apa yang dilakukan itu nafsu atau bukan?

Pada dasarnya, nafsu itu adalah jiwa. Ada dorongan atau keinginan untuk melakukan sesuatu. Namun ketika dorongan itu sudah melewati jalurnya, ia akan mengarah ke hal yang negatif. Seyogianya, ketika melakukan sesuatu, kita bisa membanding-bandingkan yang namanya nafsu yang negatif atau bukan. Dalam hal fisik lebih mudah ditentukan, lantas bagaimana dengan sesuatu yang batin. Inilah yang harus dijaga. Sumber nafsu yang negatif itu tidak selalu dari yang tidak dibolehkan. Ia bisa saja dalam lingkup yang diperbolehkan pada awalnya. Jadi nafsu yang dimaksudkan di sini lebih diarahkan kepada nafsu yang negatif. Dalam konteks ini, ketika orang menyebut kata nafsu, orang-orang yang mendengarnya langsung terarah pemahamannya kepada nafsu yang negatif.

Jika seseorang mengingatkan kita, bahwa apa yang kita lakukan untuk membedakan sesuatu yang normal, selalu disebut dengan nafsu –yang maksudnya seperti di atas bahwa nafsu dalam konteks negatif. Sesuatu yang berlebihan, misalnya disebut dengan nafsu. Belum lagi mengendalikan berbagai jiwa yang berlawanan dengan keberadaan kesabaran dalam diri manusia. Jadi nafsu yang disebut di sini, selalu ditangkapi sebagai sesuatu yang negatif. Untuk hal ini, konteks pemahaman masyarakat demikian harus dipahami juga agar apa yang disampaikan menjadi terkoneksi dengan apa yang dipahami oleh masyarakat yang bersangkutan.

Baca Juga:  Catat Sebelum Datang! Ini Jadwal Baru Museum Tsunami Aceh Selama Ramadhan 1447 H

Ada keseyogiaan menahan diri yang harus dikuatkan dalam rangka menjaga hawa nafsu ini tetap pada jalurnya. Nafsu terkait keinginan, nah keinginan yang tidak terkontrol inilah yang sering membawa manusia ke dalam suatu lembah malapetaka pada akhirnya. Mudah-mudahan kita dilindungi dari nafsu negatif itu.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Kamis, 27 Puasa 1446, 27 Maret 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaMalamPuasaRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari
Ramadhan

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

by Husaini
February 24, 2026
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh
Ramadhan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 27, Connecting People dan Pentingnya Komunikasi

by Sulaiman Tripa
March 26, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

May 2, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026

EDITOR'S PICK

Di Aceh Hanya 2 Kampus Miliki Prodi Antropologi

Di Aceh Hanya 2 Kampus Miliki Prodi Antropologi

March 24, 2025
Bagaimana Memahami Kemenangan Iran

Bagaimana Memahami Kemenangan Iran?

April 8, 2026
ISNU Aceh Gelar Hijrah Connect, Edukasi Gen Z di Bulan Suci Ramadhan

ISNU Aceh Gelar Hijrah Connect, Edukasi Gen Z di Bulan Suci Ramadhan

March 21, 2025
Aceh dan Perdamaian yang Belum Selesai Refleksi Holistik Prof KBA dalam Bedah Buku Dua Dekade Damai Aceh di UIN Ar-Raniry

Aceh dan Perdamaian yang Belum Selesai: Refleksi Holistik Prof KBA dalam Bedah Buku Dua Dekade Damai Aceh

June 27, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.