• Tentang Kami
Saturday, June 13, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

SAGOE TV by SAGOE TV
June 13, 2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Foto ilustrasi kiriman penulis

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Jais, S.E., M.Sc.IBF
Founder and Chairman International Research for Islamic Social Finance (IRISoF), Dosen FEB Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) dan Alumni IIiBF IIUM.

Di tengah arus urbanisasi global dan kompetisi antarkota yang semakin dinamis, Banda Aceh memiliki modal yang tidak dimiliki banyak kota lain: sejarah ketangguhan, identitas keislaman yang kuat, serta pengalaman panjang dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Modal sosial dan spiritual inilah yang menjadi fondasi penting bagi visi pembangunan Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi, sebagaimana diusung oleh Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah.

Konsep kolaborasi yang dimaksud tidak hanya sebatas kerja sama antarinstansi, melainkan sebuah paradigma pembangunan yang menyatukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, ulama, komunitas, dan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama. Dalam konteks Banda Aceh, kolaborasi memiliki makna yang lebih mendalam karena bertemu dengan nilai-nilai syariah yang telah menjadi identitas kota selama berabad-abad.

BACA JUGA

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Dari Kota Syariah Menuju Kota Islami yang Berkemajuan

Sering kali pembangunan kota syariah dipahami secara sempit hanya pada aspek regulasi keagamaan. Padahal, dalam perspektif Islam, pembangunan kota harus mencerminkan tujuan utama syariat atau maqashid Syariah, yaitu menjaga agama (hifz ad-din), menjaga jiwa (hifz an-nafs), menjaga akal (hifz al-aql), menjaga keturunan (hifz an-nasl), dan menjaga harta (hifz al-mal). Prinsip-prinsip inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan Indeks Kota Islami (IKI). Melalui indikator keagamaan, tata kelola pemerintahan, peradaban, kemakmuran, dan keunggulan, IKI mengukur sejauh mana sebuah kota mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakatnya.

Menariknya, nilai-nilai yang terkandung dalam IKI memiliki irisan yang sangat kuat dengan agenda pembangunan global melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Keadilan sosial, pendidikan berkualitas, kesehatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi inklusif, kota berkelanjutan, hingga tata kelola pemerintahan yang baik merupakan tujuan yang selaras dengan maqashid syariah. Dengan demikian, Banda Aceh tidak perlu memilih antara menjadi kota modern atau kota syariah. Justru keduanya dapat berjalan beriringan. Modernitas menjadi instrumen, sedangkan syariah menjadi arah dan nilai yang membimbing pembangunan.

Modal Besar Banda Aceh: SDM Unggul dan Sejarah Kolaborasi

Banda Aceh memasuki fase pembangunan baru dengan sejumlah keunggulan yang sangat kompetitif. Salah satunya adalah capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 89,55, yang termasuk tertinggi di Indonesia. Angka ini menunjukkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi fondasi utama pembangunan kota berbasis pengetahuan.

Selain itu, Banda Aceh memiliki pengalaman historis yang luar biasa. Pascatsunami 2004, kota ini menjadi contoh dunia tentang bagaimana kolaborasi mampu mengubah tragedi menjadi momentum kebangkitan. Puluhan negara, lembaga internasional, organisasi kemanusiaan, dan komunitas lokal bekerja bersama membangun kembali kota ini. Pengalaman tersebut membentuk karakter Banda Aceh sebagai kota yang terbuka terhadap kemitraan, inovasi, dan gotong royong. Oleh karena itu, visi “Kota Kolaborasi” sesungguhnya bukan konsep baru, melainkan kelanjutan dari identitas yang telah terbukti dalam sejarah.

Smart City Berbasis Syariah: Masa Depan Banda Aceh

Dalam era transformasi digital, Banda Aceh memiliki peluang besar untuk menjadi model Smart City Syariah di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Smart City Syariah bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi integrasi antara inovasi digital dengan nilai-nilai maqashid Syariah. Pada aspek Smart Governance, pelayanan publik dapat diperkuat melalui digitalisasi birokrasi, sistem pelayanan terpadu berbasis aplikasi, transparansi anggaran, dan pengawasan publik yang mendorong pemerintahan bebas korupsi serta lebih akuntabel. Pada aspek Smart Economy, Banda Aceh dapat menjadi pusat ekonomi halal berbasis digital melalui penguatan UMKM, marketplace produk halal, digitalisasi zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF), serta pengembangan startup syariah yang berbasis teknologi.

Pada aspek Smart Environment, pembangunan kota dapat diarahkan pada konsep hijau dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, energi terbarukan, konservasi air, serta pembangunan ruang publik yang sehat dan nyaman. Sementara itu, aspek Smart Living dan Smart People dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, integrasi pendidikan agama dan teknologi, pembangunan fasilitas publik yang ramah keluarga, serta penguatan literasi digital masyarakat.

Menjadikan Banda Aceh Kota Ramah Anak dan Ramah Keluarga

Salah satu implementasi nyata maqashid syariah adalah perlindungan terhadap generasi masa depan. Karena itu, visi Kota Kolaborasi perlu diterjemahkan ke dalam agenda pembangunan yang menjadikan Banda Aceh sebagai kota paling ramah anak di Indonesia. Adapun program yang dapat dikembangkan antara lain:

  • Pembangunan taman bermain islami dan ruang terbuka hijau ramah keluarga di setiap kecamatan.
  • Jalur pejalan kaki dan jalur sepeda yang aman bagi anak-anak.
  • Sekolah berbasis teknologi dan karakter Qurani.
  • Pusat kreativitas anak dan remaja berbasis seni, budaya, sains, dan teknologi.
  • Sistem perlindungan anak terintegrasi berbasis digital.
  • Kota bebas perundungan, narkoba, dan kekerasan terhadap perempuan serta anak.

Kota yang baik bukan diukur dari tingginya gedung yang dibangun, tetapi dari seberapa nyaman anak-anak tumbuh dan berkembang di dalamnya.

Membangun Destinasi Wisata Islami

Sebagai Serambi Mekkah, Banda Aceh memiliki peluang besar menjadi pusat wisata halal dan wisata islami dunia. Potensi ini tidak hanya terletak pada Masjid Raya Baiturrahman sebagai ikon utama, tetapi juga pada kekayaan sejarah, budaya, kuliner halal, wisata tsunami, wisata bahari, serta kehidupan masyarakat yang religius.

Untuk memperkuat posisi tersebut, beberapa program strategis yang dapat dikembangkan adalah:

  • Banda Aceh Islamic Heritage Trail sebagai jalur wisata sejarah Islam.
  • Smart Tourism berbasis aplikasi digital multibahasa.
  • Festival Internasional Peradaban Islam.
  • Pengembangan waterfront city dan marina syariah.
  • Sertifikasi halal menyeluruh bagi hotel, restoran, dan UMKM.
  • Pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya Aceh.
  • Wisata edukasi tsunami dan ketangguhan bencana yang terintegrasi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.

Pariwisata islami yang dikembangkan bukan hanya menghadirkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membangun citra Banda Aceh sebagai kota yang aman, nyaman, berbudaya, dan berkelas dunia.

Kolaborasi Sebagai Jalan Menuju Kemaslahatan

Pada akhirnya, visi Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar slogan pembangunan. Ia merupakan strategi untuk menyatukan seluruh potensi kota dalam mewujudkan kemaslahatan masyarakat. Kolaborasi memungkinkan pemerintah bekerja lebih efektif, dunia usaha berinvestasi dengan nyaman, akademisi menghadirkan inovasi, ulama menjaga arah moral pembangunan, dan masyarakat menjadi bagian aktif dari perubahan.

Jika konsep ini dijalankan secara konsisten, Banda Aceh berpotensi menjadi model kota masa depan yang unik, kota yang modern tanpa kehilangan identitas, kota yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai agama, serta kota yang kompetitif sekaligus berorientasi pada kesejahteraan dan keberlanjutan. Banda Aceh tidak sedang membangun sekadar kota yang cerdas. Banda Aceh sedang membangun peradaban. Peradaban yang bertumpu pada nilai syariah, diperkuat oleh teknologi, digerakkan oleh kolaborasi, dan diarahkan untuk kemaslahatan seluruh masyarakat. Inilah makna sesungguhnya dari Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi.

Tags: Banda AcehinovasiKolaborasiKotaopiniSyariah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Dari Meja yang Sama
Opini

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

by SAGOE TV
June 13, 2026
Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya
Opini

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

by SAGOE TV
June 10, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat
Opini

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

by SAGOE TV
June 8, 2026
Bukan Tentang SK
Opini

Bukan Tentang SK

by SAGOE TV
June 6, 2026
Prabowo Kritis, Aceh Sulit?
Opini

Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

by Mukhlisuddin Ilyas
June 6, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

June 10, 2026
Mungkin yang kurang bukan acara Catatan tentang Banda Aceh, ruang perjumpaan, dan hal-hal yang terus dimulai dari awal

Mungkin Yang Kurang Bukan Acara

June 10, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU

Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

June 9, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

June 6, 2026
Bukan Tentang SK

Bukan Tentang SK

June 6, 2026

EDITOR'S PICK

Warisan, Hibah, dan Wasiat dalam Perspektif Islam

Warisan, Hibah, dan Wasiat dalam Perspektif Islam

May 7, 2025
BPSDM Aceh Luncurkan Aplikasi SIKULA, Pengajuan Tugas Belajar ASN Kini Lebih Cepat

BPSDM Aceh Luncurkan Aplikasi SIKULA, Pengajuan Tugas Belajar ASN Kini Lebih Cepat

May 14, 2025
Michael Beer: Perdamaian Tak Cukup dengan Kesepakatan Politik, Harus Dibangun lewat Keadilan

Michael Beer: Perdamaian Tak Cukup dengan Kesepakatan Politik, Harus Dibangun lewat Keadilan

June 7, 2026
USK Gelar Sosialisasi Pembinaan Karakter untuk Wujudkan Kampus Aman dan Berintegritas

USK Gelar Sosialisasi Pembinaan Karakter untuk Wujudkan Kampus Aman dan Berintegritas

November 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.