SAGOETV | BANDA ACEH – Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Provinsi Aceh, Mualem (Muzakir Manaf) – Dek Fadh (Fadhlullah) yang semula dijadwalkan pada 7 Februari 2025, akhirnya dipercepat satu hari menjadi 6 Februari 2025. Keputusan ini diambil setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan tiga opsi jadwal pelantikan kepala daerah untuk tahun 2025.
Dalam rapat yang digelar pada Rabu (22/1/2025) di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa pelantikan pada 6 Februari 2025 akan dilakukan serentak bagi kepala daerah yang tidak terlibat sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pelantikan ini akan mencakup Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, serta Wali Kota/Wakil Wali Kota.
Tito mengungkapkan, opsi ini menjadi pilihan pertama karena dianggap sesuai dengan ketentuan undang-undang yang mengharuskan pelantikan dilaksanakan dalam waktu maksimal 20 hari setelah pemilihan. Untuk Provinsi Aceh, pelantikan Mualem – Dek Fadh akan menjadi bagian dari pelantikan serentak di Jakarta, dengan Istana Negara kemungkinan besar menjadi tempat pelaksanaan.
Bertahap Hindari Penundaan
Menteri Tito juga mengungkapkan bahwa pelantikan kepala daerah akan dilakukan secara bertahap, dimulai pada 1 Januari 2025. Hal ini dilakukan untuk mengatasi potensi penundaan akibat sengketa hasil Pilkada 2024 yang sedang diproses di MK. Menurut Tito, pelantikan serentak bisa menunda banyak hal karena ada beberapa daerah yang tengah menghadapi sengketa.
Selain itu, Kemendagri akan mengajukan pelantikan bertahap kepada Komisi II DPR RI, KPU, Bawaslu, dan DKPP. “Pelantikan serentak bertahap ini akan memastikan semua kepala daerah dapat segera dilantik tanpa menunggu sengketa selesai,” ujar Tito dalam rapat tersebut.
Dalam konteks tersebut, pelantikan untuk daerah yang tidak ada sengketa akan dilakukan lebih awal, sedangkan bagi daerah dengan sengketa, pelantikan dijadwalkan pada 17 hingga 20 April 2025, atau setelah putusan MK terkait sengketa tersebut.
Harapan Aceh
Bagi Aceh, dipercepatnya pelantikan Mualem – Dek Fadh diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan dan pemerintahan di provinsi ini. Seiring dengan visi misi mereka yang mengutamakan Aceh sebagai wilayah yang islami, maju, dan berkelanjutan, masyarakat Aceh berharap kepemimpinan yang baru dapat segera mengambil langkah konkrit untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Pelantikan Mualem – Dek Fadh pada 6 Februari 2025 menjadi momentum penting bagi Aceh untuk memulai babak baru dalam kepemimpinan daerah yang lebih progresif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. [*/ce]