• Tentang Kami
Wednesday, January 7, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Perjuangkan Nasib Nelayan Kecil, Akademisi USK Hadiri Forum Internasional di Srilangka

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
April 11, 2025
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perjuangkan Nasib Nelayan Kecil, Akademisi USK Hadiri Forum Internasional di Srilangka
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Adli Abdullah, baru-baru ini kembali dari sebuah forum internasional yang membahas perikanan skala kecil (small-scale fisheries) di Srilangka,. Forum tersebut diselenggarakan oleh International Collective Support Office Worker, bekerja sama dengan Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian (FAO).

Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara, termasuk Eropa, Afrika, Amerika Latin, dan Asia. Mereka membahas penyusunan Guidelines for Small-Scale Fisheries, yaitu pedoman global yang bertujuan melindungi dan memperkuat posisi nelayan kecil di seluruh dunia. Diketahui bahwa lebih dari 90 persen sumber daya perikanan dunia dikelola oleh nelayan skala kecil.

BACA JUGA

Bangkit Pascabencana, Sekolah Terdampak Banjir di Padang Kembali Beraktivitas

TP PKK Aceh Gandeng RSUDZA dan Baitul Mal Salurkan Kaki Palsu

Dalam forum tersebut, Adli hadir sebagai ilmuwan dari USK dan juga sebagai penasihat Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Ia dikenal aktif dalam isu-isu kelautan sejak bergabung dengan organisasi Panglima Laut. Bersama sejumlah tokoh seperti Khalid Muhammad (WALHI), Riza Adamik, dan Zen Bazeber, Adli ikut menyuarakan kepentingan nelayan kecil di Indonesia.

“Nelayan skala kecil ini bukan semata-mata mencari untung, tetapi untuk penghidupan keluarga mereka. Karena itu, kebijakan negara harus pro terhadap kelompok ini,” ujar Adli dalam Podcast Sagoetv ditayangkan, Rabu, (09/04/2025).

Ia turut menyampaikan berbagai isu aktual yang dihadapi nelayan kecil Indonesia, mulai dari minimnya jaminan sosial, sulitnya akses pendidikan, hingga penangkapan nelayan di wilayah perbatasan. Salah satu isu yang diangkat adalah permasalahan nelayan Aceh yang tertangkap di wilayah perairan India, khususnya di sekitar Kepulauan Andaman dan Nikobar.

Dalam sesi khusus mengenai trans-border fisheries, Adli menyoroti pentingnya pendekatan kemanusiaan terhadap nelayan Aceh yang memasuki wilayah India, bukan semata diperlakukan sebagai pelanggar hukum.

Baca Juga:  Pendaftaran KPPS Pilkada 2024 Dibuka, Tersedia Kuota untuk Penyandang Disabilitas

“Wilayah Aceh sangat dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar. Nelayan kita ke sana hanya butuh sehari perjalanan laut, sementara mereka ke daratan India butuh tiga hari. Kedekatan geografis dan sejarah budaya seharusnya menjadi dasar pendekatan kemanusiaan,” jelas Adli.

Dalam diskusi, Adli mendorong agar Pemerintah Aceh proaktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas India. Ia mengusulkan pendekatan people to people, kerja sama antara organisasi nelayan Aceh dan masyarakat nelayan di Andaman. Selain itu, pendekatan state to state (provinsi dengan provinsi), serta inisiasi bilateral antar negara juga perlu dilakukan.

“Pemerintah Aceh bisa mendekati Dubes India di Jakarta, lalu difasilitasi ke Kementerian Dalam Negeri India. Karena wilayah Andaman dan Nikobar adalah wilayah persatuan India yang langsung berada di bawah pemerintah pusat, bukan negara bagian seperti Tamil Nadu atau Kerala,” ujarnya.

Adli berharap inisiatif ini bisa mengurangi kasus penangkapan nelayan Aceh di wilayah India dan mencegah mereka harus mendekam di penjara bertahun-tahun hanya karena pelanggaran batas laut yang tidak disengaja.

“Jangan baru ramai-ramai di bandara ketika memulangkan nelayan setelah ditahan bertahun-tahun. Kita harus mulai bergerak sekarang, sebelum masalah terjadi. Mari lindungi nelayan kecil kita,” pungkasnya. []

 

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Bangkit Pascabencana, Sekolah Terdampak Banjir di Padang Kembali Beraktivitas
News

Bangkit Pascabencana, Sekolah Terdampak Banjir di Padang Kembali Beraktivitas

by Anna Rizatil
January 6, 2026
TP PKK Aceh Gandeng RSUDZA dan Baitul Mal Salurkan Kaki Palsu
News

TP PKK Aceh Gandeng RSUDZA dan Baitul Mal Salurkan Kaki Palsu

by Anna Rizatil
January 6, 2026
Pemprov Aceh Usulkan Bantuan Rp8 Juta bagi Korban Banjir dan Longsor
News

Pemprov Aceh Usulkan Bantuan Rp8 Juta bagi Korban Banjir dan Longsor

by Anna Rizatil
January 6, 2026
Operasi Militer Amerika Serikat di Venezuela: Nicolás Maduro Ditangkap, Ketegangan Global Meningkat
News

Operasi Militer Amerika Serikat di Venezuela: Nicolás Maduro Ditangkap, Ketegangan Global Meningkat

by Anna Rizatil
January 6, 2026
Pasca Bencana Mendikdasmen Salurkan 2.000 Bantuan untuk Siswa Aceh Tamiang
News

Mendikdasmen Salurkan 2.000 Bantuan untuk Siswa Aceh Tamiang

by Anna Rizatil
January 6, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Rumah Ayah Melawan Banjir, Kini Menyerah pada Lumpur

Rumah Ayah Melawan Banjir, Kini Menyerah pada Lumpur

January 5, 2026
Pengalaman harus menjadi syarat Kepemimpinan?

Sabar Bukan Diam: Refleksi Etika dan Kebijakan dalam Penanggulangan Bencana Aceh

January 2, 2026
Aceh dan Ujian Kepercayaan Negara: Di Awal Era Prabowo

Aceh dan Ujian Kepercayaan Negara: Di Awal Era Prabowo

January 5, 2026
Pengalaman harus menjadi syarat Kepemimpinan?

Pengalaman Harus Menjadi Syarat Kepemimpinan?

January 5, 2026
Event, Seni, dan Masalah Standar

Event, Seni, dan Masalah Standar

January 5, 2026
Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh

Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh

January 5, 2026
Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

January 2, 2026
Sekolah Masih Berlumpur, Siswa SMAN 2 Pidie Jaya Belajar Dalam Tenda Darurat

Sekolah Masih Berlumpur, Siswa SMAN 2 Pidie Jaya Belajar Dalam Tenda Darurat

January 5, 2026
Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan

Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan

December 30, 2025

EDITOR'S PICK

Dinkes Aceh Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan di Tengah Bencana

Dinkes Aceh Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan di Tengah Bencana

December 29, 2025
Tempo Kembali Diteror, Kali Ini Dikirimi Paket Isi 6 Bangkai Tikus

Tempo Kembali Diteror, Kali Ini Dikirimi Paket Isi 6 Bangkai Tikus

March 22, 2025
Dari Nyaris Merantau ke Bandung, Putri Yulianda Kini Raih Beasiswa KIP Kuliah untuk Wujudkan Mimpi

Dari Nyaris Merantau ke Bandung, Putri Yulianda Kini Raih Beasiswa KIP Kuliah untuk Wujudkan Mimpi

July 26, 2025
Keren! Dua Proposal Riset Siswi Madrasah Aceh Besar Masuk Grand Final OMI 2025

Keren! Dua Proposal Riset Siswi Madrasah Aceh Besar Masuk Grand Final OMI 2025

November 6, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.