• Tentang Kami
Tuesday, September 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ngopi Bareng Tokoh GAM dan Intel, Kisah di Tengah Konflik Aceh

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
June 29, 2025
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ngopi Bareng Tokoh GAM dan Intel, Kisah di Tengah Konflik Aceh
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV| BANDA ACEH  – Masa konflik Aceh bukan hanya dipenuhi ketegangan dan kecurigaan. Di sela bayang-bayang operasi militer dan patroli aparat, secangkir kopi sering menjadi jembatan antara dua pihak yang saling mengamati. Hal itu dirasakan langsung oleh Muhammad Awal , tokoh penggerak komunitas sepeda Aceh Basic Community (ABC), yang kini menjabat Direktur Yayasan IDEP Selaras Alam.

“Waktu itu kita sering ngumpul di warung kopi, baik di Ulee Kareng maupun Canai Mama. Sering juga duduk satu meja sama aparat, bahkan intel. Kita ngopi bareng sambil diskusi. Mereka tahu kita anak-anak muda yang aktif dan punya semangat positif, bukan bagian dari gerakan apa-apa,” kata Muhammad Awal dalam Podcast Sagoetv, ditayangkan Jum’at (27/06/2025) dipandu langsung Dr Mukhlisuddin Ilyas, M.Pd, CEO Sagoetv.

BACA JUGA

104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

Wagub Aceh Dek Fadh dan Ketua DPRA Bahas Perubahan UUPA

Di tengah masa konflik Aceh yang belum sepenuhnya reda pascatsunami 2004, Muhammad Awal atau yang akrab disapa Bang Awal, mengalami momen tak terlupakan: duduk ngopi semeja dengan aparat intelijen di sebuah warung kopi kecil di Aceh Jaya.

“Waktu itu saya masih relawan. Datang ke desa bawa data, bawa semangat, bukan bawa misi politik. Tapi tetap saja setiap gerak-gerik kami diawasi,” kenang Bang Awal.

Suatu sore, setelah seharian mengumpulkan data titik pengungsian, ia mampir ke sebuah warung untuk melepas penat. Di meja sebelah, duduk dua orang tak dikenal yang tampak mengamati gerak-geriknya. Tak lama, salah satu dari mereka memanggilnya.

“Duduk sini, Dek. Ngopi bareng kami,” kata salah satu pria tersebut, yang belakangan diketahui adalah intel.

Dengan sedikit canggung namun tetap tenang, Bang Awal duduk dan menerima ajakan itu. Ia paham betul bahwa saat itu, setiap pendatang—apalagi yang membawa peta, GPS, dan kamera—pasti dianggap mencurigakan.

“Saya jujur saja. Saya relawan dari UI, bukan LSM asing, bukan wartawan. Cuma anak Mapala yang ingin bantu masyarakat,” tuturnya.

Obrolan mereka awalnya kaku, penuh tanya. Tapi secangkir kopi mampu mencairkan suasana. Mereka akhirnya berbicara soal kondisi lapangan, kebutuhan masyarakat, dan bahkan soal keluarga. Tak disangka, kedua intel itu justru memberinya info penting tentang desa-desa yang masih terisolasi.

“Yang menarik, mereka ternyata juga prihatin. Mereka bilang: ‘Kami juga lelah, Bang. Tapi tugas tetap tugas’. Di situlah saya sadar, kadang di balik seragam dan kecurigaan, ada juga kemanusiaan,” ujarnya.

Momen itu menjadi titik balik bagi Bang Awal dalam memaknai kerja kemanusiaan di wilayah konflik. Ia belajar bahwa kadang, perjuangan tak melulu harus lewat aksi besar—tapi cukup lewat secangkir kopi, dan hati yang terbuka.

Hadirkan Komunitas 

Komunitas sepeda ini awalnya hanya beranggotakan anak-anak muda perantauan yang tinggal di Banda Aceh, seperti dari Jakarta, Bandung, Medan, hingga beberapa aktivis lokal. Mereka rutin bersepeda setiap akhir pekan, menyusuri jalur-jalur eksotis seperti Mata Ie, Lambade, hingga Pucok Krueng.

“Waktu itu kita sepakat membentuk komunitas. Namanya Aceh Basic Community. Misi awalnya sederhana—mensepedakan Banda Aceh. Dulu belum banyak orang bersepeda. Kebanyakan cuma bapak-bapak naik sepeda ontel ke kebun,” ujarnya.

Seiring waktu, komunitas ini berkembang dan dilibatkan dalam banyak kegiatan, termasuk kerja sama dengan NGO dan instansi pemerintah. Bahkan, ABC pernah menggelar event besar funbike siaga bencana bersama BRR dan TDRMC. Salah satu yang berkesan, kata Bang Awal, adalah keikutsertaan mantan Kepala BRR, Kuntoro Mangkusubroto.

Tak berhenti di situ, komunitas ini juga melahirkan atlet-atlet sepeda downhill berbakat dari daerah, salah satunya dari Takengon yang sempat masuk peringkat delapan nasional.

“Sempat kami diminta ISI (Ikatan Sepeda Indonesia) untuk mengirim atlet ke PON. Sayangnya, karena keterbatasan anggaran dan miskomunikasi, pembinaan kurang maksimal. Akhirnya banyak talenta Aceh diambil provinsi lain,” ungkapnya.

Kini, Bang Awal mengabdikan diri sebagai Direktur Yayasan IDEP Selaras Alam yang berbasis di Bali. Yayasan ini memperkenalkan konsep permakultur atau pertanian berkelanjutan dan budaya lokal yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kami punya prinsip peduli bumi, peduli sesama, dan berbagi secara adil. Aceh punya potensi luar biasa. Dari kopi, padi, jagung, sampai sumber daya manusia. Kalau semua dikelola dengan benar dan tak bergantung dari luar, saya yakin Aceh bisa jadi provinsi mandiri dan maju,” katanya.

Meski kini menetap di Bali, Bang Awal tetap menyimpan harapan besar untuk Aceh. “Saya ingin kembali membawa program IDEP ke Aceh. Ini tanah yang subur dan kaya budaya. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan bijak dan lestari.” []

Untuk lebih lengkap simak link berikut ini :

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry
News

104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

by SAGOE TV
September 14, 2026
Wagub Aceh Dek Fadh dan Ketua DPRA Bahas Perubahan UUPA
News

Wagub Aceh Dek Fadh dan Ketua DPRA Bahas Perubahan UUPA

by SAGOE TV
September 14, 2026
Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu, Pastikan APBN Sehat dan Defisit di Bawah 3 Persen
News

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu, Pastikan APBN Sehat dan Defisit di Bawah 3 Persen

by SAGOE TV
September 14, 2026
USK Terima 39 Mahasiswa Asing, Dibekali Edukasi Keamanan Diri dan Pencegahan Kekerasan
News

USK Terima 39 Mahasiswa Asing, Dibekali Edukasi Keamanan Diri dan Pencegahan Kekerasan

by SAGOE TV
September 14, 2026
Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry
News

Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

by SAGOE TV
September 14, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

September 14, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

September 11, 2026

EDITOR'S PICK

Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs

Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs

May 6, 2026
Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Capai 99 Persen

Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Aceh Capai 99 Persen

January 26, 2026
Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Batch 2, Gratis untuk 30 Ribu Peserta

Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo

June 14, 2026
Aceh Serukan Logo Kota Salem Dipertahankan, Mualem Kirim Surat ke Gubernur Massachusetts

Aceh Serukan Logo Kota Salem Dipertahankan, Mualem Kirim Surat ke Gubernur Massachusetts

July 19, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.