• Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dua Muka

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dua Muka
Share on FacebookShare on Twitter

Secara sederhana, tulisan ini sesungguhnya hanya ingin mengungkapkan bahwa apa yang terjadi di belakang tidak selalu selaras dengan apa yang tampak di depan.

Orang yang berjualan barang dan jasa tertentu yang diletakkan di depan, tidak selalu sudah begitu dari belakangnya. Tidak jarang, untuk menghasilkan satu barang kecil yang menarik, ternyata harus mengorbankan banyak orang. Pernahkah seorang pemakai perhiasan mahal mempertanyakan hal ini? Terutama benda-benda mahal dari perut bumi daerah konflik yang diperebutkan dengan darah dan nyawa.

Sesuatu yang sudah tertata rapi di rak-rak toko juga demikian. Di belakang, ketika barang-barang tersebut disiapkan, sudah melewati banyak tahapan. Sepatu yang harganya mahal, bisa jadi dibeli dengan harga murah dari para pembuatnya, lalu produsen bermerek mengganti dengan mereknya. Sayur-sayur yang ditata di supermarket, dibeli dari petani dengan harga yang biasa-biasa saja –bahkan lebih murah dari yang diperkirakan.

BACA JUGA

Whales: Giants of the Ocean

Whales: Giants of the Ocean

Hal ini berlaku dalam makanan. Sehingga dalam suatu perjalanan lapangan ke pedalaman Aceh, seorang senior mengingatkan bahwa sebelum makan, baiknya tidak pergi dulu ke belakang. Apa yang ditampilkan dalam rak makan, belum tentu selaras dengan bagaimana proses di belakangnya. Tidak semua rumah makan yang sangat bersih di depan, juga bersih di belakang. Begitu juga makanan enak yang tersedia di rumah makan-rumah makan, di belakang tidak selalu selaras dengan rasa enak yang didapat itu.

Orang mengejar tempat makan tertentu yang tersedia makanan yang langka. Siput sungai dalam gulai pliek u tidak tersedia di semua tempat. Orang tidak bisa membayangkan bagaimana siput itu didapat –mungkin seperti membayangkan rubung batang kala yang tidak semua tempat tersedia.

Bagaimana rumitnya mempersiapkan bebek yang tidak mengeluarkan bau khas, atau daging kambing yang renyah, atau ikan paya yang prosesnya rumit luar biasa. orang-orang yang makan tidak semua membayangkan rumitnya prosesnya tersebut.

Hal lain yang sering dilupakan mereka yang menyantap, namun selalu jadi catatan bagi penata. Bukankah apa yang dihasilkan dengan kerja keras di belakang (dapur), harus disahuti dengan penataan yang bagus di depan? Penataan yang bagus kerap menipu mata, dan itu yang dilakukan masyarakat modern. Makanan yang dijual dipotret dengan penuh kepalsuan, berlipat timbul godaan dibandingkan ketika ia terhidang di depan kita.

Kehidupan nyata banyak ditipu dengan dunia seolah-seolah. Orang-orang yang seolah bersuara keras memperjuangkan keadilan, padahal sedang mempersiapkan dirinya untuk mendapatkan jabatan. Melakukan sesuatu yang benar seolah-olah untuk keberpihakan. Padahal hanya untuk meraih sesuatu dan akan diam ketika semua sudah didapat.

Seperti itulah makanan, bagai kehidupan yang berbabak-babak. Kehidupan yang berpotensi melahirkan apa yang disebut sebagai idealitas di satu titik dan realitas di titik yang lain.

Das Sollen dan das sein. Dulu, pertengahan abad ke-20, Erving Goffman memperkenalkan realitas itu dalam gagasan dramaturgi. Ia menganalogikan kehidupan sosial itu seperti babakan drama di atas sebuah pentas.

Tidak semua penonton mampu memahami apa yang terjadi di balik apa yang dipentaskan. Para penonton sering hanya tahu apa yang sudah ditampilkan. Sementara bagaimana cerita dan seting dikendalikan, hanya mereka saja yang tahu –bahkan mungkin pemain sekalipun hanya menjalankan skenario yang tertulis dalam naskah.

Dramaturgi salah satu bagian kecil dari interaksionisme simbolik dalam sosiologi. Orang-orang yang mendalami sesuatu, kadangkala hanya mampu menyelami secara utuh sebagian kecil saja dari rumitnya kehidupan ini. Dan orang sering terjebak apa yang mampu dilihat dengan mata, seolah itulah realitas yang sebenarnya, dan tidak berusaha mendalami apa yang sesungguhnya lebih lebar ada di sebaliknya.

Apa yang terlihat kadangkala bisa menipu kita. Tidak semua yang bisa ditangkap dengan mata sebagai keadaan yang sebenarnya, senyatanya. Bisa jadi ia hanya pantulan yang sengaja dibentuk oleh mereka yang memang menginginkannya.

Kehidupan yang tidak senyatanya, lalu ada kehidupan yang mendua. Jika ada orang mau memerankan secara sempurna dua muka, orang tua kita sudah lama menyebut fenomena demikian sebagai bube dua jab, seureukap dua muka, keudeh toe, keunoe rap.

 

Tags: AcehIndonesiaManusiaMuka DuaPerilaku
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Artikel

Whales: Giants of the Ocean

by SAGOE TV
October 27, 2026
Artikel

Whales: Giants of the Ocean

by SAGOE TV
October 27, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

November 4, 2026
Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

November 3, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 3, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Melihat Indigenous Knowledge Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

November 4, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

November 4, 2026
Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

November 2, 2026
Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

November 5, 2026

EDITOR'S PICK

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
BPMA Percepat Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat

BPMA Percepat Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat

September 8, 2026
Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Dibuka Fungsional Selama Libur Lebaran Idul Adha

Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 Dibuka Fungsional Selama Libur Lebaran Idul Adha

June 5, 2025
Musriadi Dorong Kurikulum Pendidikan Diniyah Banda Aceh

Musriadi Dorong Kurikulum Pendidikan Diniyah Banda Aceh Tak Berhenti di Atas Kertas

October 10, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.