Universitas Syiah Kuala memberikan beasiswa penuh dan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga tamat kuliah kepada Lisma Afriana, mahasiswi semester tujuh Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK yang menjadi korban parah bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Dukungan ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial kampus untuk memastikan Lisma dapat melanjutkan pendidikannya tanpa beban biaya di tengah situasi darurat yang menimpanya.
Uluran tangan ini diberikan kepada Lisma yang nyaris kehilangan seluruh anggota keluarganya akibat musibah banjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025. Pemberian beasiswa ini bentuk respons cepat USK dalam menyikapi kondisi darurat dan krisis yang dialami Lisma. Manajemen universitas menilai bahwa musibah yang menimpa Lisma, yang berasal dari Aceh Tamiang, merupakan beban moral yang harus ditanggung bersama oleh seluruh keluarga besar kampus.
Melalui kebijakan ini, USK berkomitmen untuk menghilangkan kekhawatiran finansial terkait pendidikannya, sehingga Lisma dapat fokus pada proses pemulihan emosional dan penyelesaian studinya tanpa terhambat masalah biaya.
Rektor USK, Prof. Marwan, menekankan bahwa langkah ini adalah pengejawantahan dari tanggung jawab sosial dan kepedulian institusi terhadap kesejahteraan mahasiswa.
“Ini adalah masa yang sangat sulit bagi Lisma. Sebagai keluarga besar USK, kami tidak bisa membiarkan anak kami berjuang sendirian. Kami berkomitmen untuk memastikan Lisma dapat melanjutkan pendidikannya dengan tenang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/12)
Rektor berharap, dukungan penuh dari kampus dapat menjadi pendorong semangat bagi Lisma untuk tetap tegar dan melanjutkan mimpinya di dunia akademik.
“Kami membebaskan seluruh biaya UKT-nya, dan kami akan memberikan beasiswa hingga ia menyelesaikan studinya. Harapan kami, bantuan ini dapat menjadi penyemangat agar Lisma tetap tegar dan sukses meraih cita-citanya di USK,” jelas Marwan.
Kebijakan pembebasan UKT dan pemberian beasiswa penuh ini berlaku efektif segera dan mencakup semua sisa semester studi Lisma Afriana. Langkah ini melengkapi serangkaian program bantuan lain yang telah diluncurkan USK melalui unit-unit seperti Rumah Amal dan Satuan Tugas (Satgas) Bencana, yang secara aktif mengirimkan logistik, tenaga medis, dan relawan pendampingan ke wilayah-wilayah terdampak bencana di Aceh.
“Komitmen USK ini menegaskan bahwa kampus berfungsi sebagai rumah bagi mahasiswanya, memastikan bahwa dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk akademik, tetapi juga dalam bentuk kemanusiaan dan jaminan sosial,“ ujar Marwan. []



















