• Tentang Kami
Wednesday, October 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Anna Rizatil by Anna Rizatil
April 16, 2026
in SENI
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi
Praktisi dan Akademisi; Koord. Inkubator Seni Universitas Syiah Kuala

Skate Park Stage terus berjalan. Dari minggu ke minggu, ruang ini tidak hanya diisi, tetapi diuji oleh yang tampil, oleh yang menonton, dan oleh cara kita semua memahami apa yang sedang terjadi di dalamnya.

Skate Park Stage bukan sekadar kegiatan mingguan, tetapi bagian dari upaya membangun model pembelajaran seni berbasis praktik di ruang publik.

BACA JUGA

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

Dua pelaksanaan sebelumnya menunjukkan satu hal penting: ruang ini mulai hidup. Orang datang, mencoba, merespon, bahkan memberi kritik. Itu tanda yang baik. Artinya, Skate Park Stage tidak lagi sekadar ide, tetapi sudah menjadi peristiwa.

Namun di saat yang sama, muncul juga ekspektasi yang belum sepenuhnya sejalan dengan arah dasar program ini. Ada yang melihatnya sebagai pertunjukan yang harus rapi, matang, dan siap dinikmati. Ada juga yang menunggu kualitas teknis seperti panggung formal, tata suara yang stabil, dan alur sajian yang terstruktur seperti event pada umumnya.

Respon seperti ini wajar. Kita terbiasa melihat seni dari hasil akhirnya. Dari apa yang sudah jadi.

Skate Park Stage justru bergerak dari arah sebaliknya.

Yang dibangun di sini adalah ruang praktik. Ruang di mana orang boleh mencoba tanpa harus sempurna. Ruang dimana proses terlihat apa adanya. Kadang rapi, kadang tidak. Kadang jelas, kadang masih mencari bentuk.

Itu bukan kekurangan. Itu bagian dari proses belajar.

Meski demikian, aspek teknis dan manajemen tetap menjadi perhatian serius. Kualitas teknis seperti tata suara, pengelolaan ruang, dan alur kegiatan merupakan bagian penting dalam menjaga pengalaman publik yang layak dan bertanggung jawab.

Yang dibedakan adalah batasnya.

Standar teknis dan manajemen berlaku untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik.
Namun standar tersebut tidak diberlakukan untuk membatasi proses belajar para partisipan di dalamnya.

Artinya, sistemnya harus tertib.

Prosesnya boleh tumbuh.

Masukan yang muncul selama ini menjadi bagian penting dalam menyeimbangkan dua hal tersebut.

Di sisi lain, ada hal lain yang mulai terlihat. Partisipasi yang hadir masih banyak datang dari pendekatan seni pertunjukan. Tubuh, suara, dan aksi langsung di ruang menjadi dominan.

Itu adalah awal yang baik, tetapi belum cukup.

Ruang ini sejak awal dibayangkan sebagai ruang lintas disiplin. Ruang di mana mahasiswa seni rupa bisa hadir dengan objek visualnya. Desain bisa masuk melalui cara membaca bentuk dan komunikasi visual. Arsitektur dapat merespon ruang, bukan sekadar menggunakan ruang. Bahkan bidang di luar seni pun dapat terlibat melalui pendekatan sosial, teknologi, maupun pengalaman keseharian.

Ruang ini terbuka untuk ditafsir ulang oleh berbagai disiplin, dan justru menunggu keterlibatan yang lebih luas untuk menemukan bentuknya.

Minggu keempat menjadi momen penting untuk mendorong arah tersebut.

Dengan tema “Bunyi Sederhana”, fokus mulai dipersempit. Setelah tubuh, cerita, dan ruang, kini perhatian diarahkan pada bunyi sebagai medium. Bukan bunyi dalam pengertian musik yang sudah jadi, tetapi bunyi yang ditemukan dari hal-hal sederhana.

Dari tepukan tangan.
Dari gesekan benda.
Dari suara napas.
Dari ritme yang muncul tanpa disadari.
Di sinilah pintu masuk bagi disiplin lain sebenarnya terbuka lebih lebar
Bunyi dapat dibaca sebagai material.

Sebagai struktur.
Sebagai pengalaman ruang.
Seorang dari bidang desain dapat melihatnya sebagai pola.
Dari arsitektur dapat membaca resonansi ruang.
Dari ilmu sosial dapat melihat interaksi antar manusia melalui bunyi.

Artinya, yang sedang dibangun bukan hanya keberanian tampil, tetapi cara melihat.
Skate Park Stage tidak berhenti pada “siapa tampil apa”. Ia bergerak menuju “bagaimana sesuatu bisa dipahami, dicoba, dan dikembangkan bersama”.

Karena itu, penting untuk melihat program ini sebagai proses bertahap.

Minggu pertama membuka keberanian. Minggu kedua mulai bercerita. Minggu ketiga membaca ruang. Minggu keempat mulai menemukan medium. Langkahnya sederhana, tetapi arahnya jelas.

Semua yang terjadi di sini juga tidak berhenti sebagai peristiwa sesaat. Setiap proses didokumentasikan, dibaca ulang, dan menjadi bagian dari pengembangan sistem pembelajaran yang lebih luas.

Membangun model belajar berbasis praktik.Membangun kebiasaan berpikir melalui proses.
Membuka kemungkinan pengembangan keilmuan di tingkat lanjut. Jadi ketika ruang ini terlihat belum rapi, itu bukan karena tidak diarahkan.

Ketika bunyi terasa sederhana, itu bukan karena tidak serius.
Yang sedang terjadi adalah tahap awal dari sesuatu yang memang dirancang untuk tumbuh.
Dan seperti semua yang tumbuh, ia membutuhkan waktu, keterlibatan, dan cara pandang yang tepat.

Skate Park Stage akan terus berjalan.

Tidak hanya sebagai kegiatan mingguan, tetapi sebagai ruang yang pelan-pelan membentuk cara belajar, cara bekerja, dan cara melihat kemungkinan. Datang, lihat, atau terlibat.
Karena di ruang ini, semua orang punya peluang yang sama untuk mulai. Di titik inilah, Skate Park Stage menempatkan dirinya sebagai awal dari ekosistem pembelajaran seni yang lebih luas dan berkelanjutan.[]

Tags: Makin Tahu IndonesiaMenata PemahamanProsesSeniSkate Park StageVol.4
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances
SENI

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

by SAGOE TV
October 11, 2026
Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara
SENI

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

by SAGOE TV
October 10, 2026
Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda
SENI

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

by SAGOE TV
September 28, 2026
SPS Revival Perkuat Jejaring Kreatif Aceh, Jajaki Kolaborasi dengan Yayasan AMANAH
SENI

SPS Revival Perkuat Jejaring Kreatif Aceh, Jajaki Kolaborasi dengan Yayasan AMANAH

by SAGOE TV
September 22, 2026
Festival Nipah 2026 Digelar di Suak Timah, Angkat Budaya dan Ekonomi Warga
SENI

Festival Nipah 2026 Digelar di Suak Timah, Angkat Budaya dan Ekonomi Warga

by SAGOE TV
September 11, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Muhammad Riza Nurdin Direktur Komersial PT PEMA

Muhammad Riza Nurdin Ditunjuk Jadi Direktur Komersial PT PEMA

October 20, 2026
Risnawati Ridwan

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 18, 2026
Ismail Rasyid Jadi Orang Tua Asuh, Bantu Mahasiswa Kurang Mampu di USK Lanjut Kuliah

Ismail Rasyid Jadi Orang Tua Asuh, Bantu Mahasiswa Kurang Mampu di USK Lanjut Kuliah

October 16, 2026

EDITOR'S PICK

Makanan Jemaah Haji Diawasi Ketat BKK Banda Aceh Selama di Asrama Embarkasi

Makanan Jemaah Haji Diawasi Ketat BKK Banda Aceh Selama di Asrama Embarkasi

June 2, 2025
Pemerintah Aceh Kirim Alat Berat Tangani Jalan Longsor Lokop-Gayo Lues

Pemerintah Aceh Kirim Alat Berat Tangani Jalan Longsor Lokop-Gayo Lues

March 14, 2025
Pafinduga Meningkatkan Profesionalisme Farmasi di Indonesia

Farmasi: Pilar Utama dalam Sistem Kesehatan Modern

March 20, 2025
Podcast Pengalaman Orang Aceh dan Turki Jadi Imam di Amerika Serikat

Podcast: Pengalaman Orang Aceh dan Turki Jadi Imam di Amerika Serikat

March 8, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.