BANDA ACEH | SAGOE TV – Satuan Tugas Posko Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra, khususnya Provinsi Aceh. Upaya tersebut dinilai mendesak mengingat masih banyak warga yang bertahan di tenda darurat, sementara bulan suci Ramadhan kian mendekat, Selasa (6/1/2026).
Perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, menegaskan bahwa percepatan pembangunan Huntara hanya dapat terwujud melalui sinkronisasi data lintas instansi, terutama terkait calon penerima manfaat dan kejelasan lokasi pembangunan.
“Kesiapan untuk membangun sebenarnya sudah ada. Tantangan utama saat ini adalah memastikan kesamaan data dan kepastian lahan agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar Khalid.
Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan telah menunjukkan komitmen dalam mendukung pembangunan Huntara. Hal tersebut juga diperkuat dengan kesiapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama BP BUMN yang menyatakan kesanggupan membangun hingga 15.000 unit Huntara.
Namun demikian, Khalid menekankan bahwa rencana tersebut memerlukan pembaruan data penerima manfaat serta penetapan lokasi pembangunan secara terpadu agar pelaksanaannya dapat segera dimulai.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten/kota, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Pemerintah Provinsi Aceh. Koordinasi yang intensif dinilai mampu mempercepat pengambilan keputusan sekaligus mencegah tumpang tindih program di lapangan.
“Apabila data penghuni dan lokasi lahan sudah sinkron, pembangunan Huntara dapat langsung dipercepat. Ini merupakan kerja bersama, bukan tanggung jawab satu pihak saja,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khalid menyatakan DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal percepatan pembangunan Huntara serta berperan sebagai penghubung antar instansi terkait, guna memastikan proses pemulihan pascabencana di Aceh berjalan terukur dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui langkah sinkronisasi data tersebut, diharapkan masyarakat terdampak banjir dapat segera menempati Huntara yang layak dan aman, sehingga dapat menjalani bulan suci Ramadhan dengan lebih tenang dan bermartabat. []




















