BANDA ACEH | SAGOE TV – Pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, mengalami gangguan serius setelah bencana banjir lumpur merusak hampir seluruh sarana dan prasarana utama fasilitas tersebut. Meski demikian, puskesmas tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat, Jumat (9/1/2026).
Kepala Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, dr. Darmawanti, MKM, mengatakan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pemulihan sarana dan prasarana kesehatan yang rusak akibat terendam lumpur.
“Yang paling kami butuhkan saat ini adalah sarana dan prasarana. Banyak fasilitas penunjang layanan yang sudah tidak dapat digunakan lagi,” ujar Darmawanti.
Ia menjelaskan, kerusakan paling parah terjadi pada ruang rawat inap. Seluruh tempat tidur pasien beserta kasur dilaporkan rusak total, sehingga pelayanan rawatan tidak dapat dilaksanakan secara maksimal. Kondisi tersebut memaksa pihak puskesmas untuk sementara membatasi jenis layanan yang diberikan.
Selain itu, sejumlah peralatan medis penting juga mengalami kerusakan berat. Alat diagnostik seperti USG dan EKG tidak lagi berfungsi, termasuk kulkas penyimpanan vaksin serta seluruh perangkat komputer pelayanan. Dampaknya, pelayanan imunisasi dan pemeriksaan penunjang medis untuk sementara terhenti.
“Semua alat itu terendam lumpur. Banyak yang rusak, termasuk seluruh komputer pelayanan,” katanya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan sarana, Puskesmas Peusangan Siblah Krueng tetap menjalankan pelayanan kesehatan secara bertahap. Pelayanan darurat masih difokuskan pada Unit Gawat Darurat (UGD) serta beberapa klaster layanan prioritas, meskipun belum berjalan secara optimal.
“Saat ini pelayanan UGD dan beberapa klaster layanan prioritas sudah mulai kami aktifkan,” ungkap Darmawanti.
Untuk menjaga keberlanjutan layanan imunisasi, vaksin sementara dititipkan di fasilitas kesehatan terdekat yang tidak terdampak bencana. Langkah ini dilakukan agar bayi dan balita tetap mendapatkan layanan imunisasi sesuai jadwal.
Ketiadaan ambulans juga menjadi persoalan mendesak pascabencana. Keterbatasan sarana transportasi rujukan berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan medis, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia.
Darmawanti berharap proses pemulihan pascabencana dapat segera dilakukan agar pelayanan kesehatan kembali berjalan normal. “Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan berharap kondisi ini segera pulih,” ujarnya.
Kerusakan menyeluruh di Puskesmas Peusangan Siblah Krueng mencerminkan masih rentannya infrastruktur layanan kesehatan di wilayah rawan bencana. Tanpa pemulihan cepat dan dukungan sarana yang memadai, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar dikhawatirkan semakin terhambat, terutama pada masa pascabencana ketika kebutuhan layanan medis meningkat. []




















