ACEH TENGAH | SAGOE TV – Ratusan warga Desa Kalasegi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, meminta perhatian serius Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera membangun hunian sementara (huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Hampir dua bulan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Tengah, para korban masih hidup dalam kondisi serba terbatas. Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian harta benda, tetapi juga merusak bahkan meratakan rumah-rumah warga yang hanyut diterjang banjir dan longsor.
Menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, belum ada kejelasan terkait pembangunan huntara bagi para korban. Saat ini, warga masih menempati tenda darurat dengan keterbatasan logistik, fasilitas sanitasi yang minim, serta akses terhadap kebutuhan dasar lainnya.
Kondisi pengungsian diperparah dengan sulitnya memperoleh air bersih. Warga mengaku hingga saat ini belum merasakan realisasi pembangunan sumur bor yang sebelumnya dijanjikan pemerintah. Akibatnya, kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari, termasuk persiapan ibadah Ramadhan, menjadi persoalan serius.
Salah seorang warga terdampak, Mardiana, berharap pemerintah pusat segera turun tangan memberikan solusi nyata. Ia menginginkan adanya hunian sementara dan akses air bersih agar warga dapat menjalani Ramadhan dengan lebih layak dan manusiawi.
“Kami mohon kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden. Kami ingin rumah, meskipun sementara, secepatnya. Kami juga sangat membutuhkan air bersih. Kami akan menghadapi bulan Ramadhan,” ujar Mardiana.
Warga berharap pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dapat segera mempercepat penanganan pascabencana, khususnya penyediaan huntara dan sarana air bersih, demi menjamin keselamatan serta martabat para korban bencana di Aceh Tengah. []




















