• Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Quo Vadis Perjuangan Leluhur?

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Literasi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Quo Vadis Perjuangan Leluhur?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Rahmat Fahlevi
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas, Syiah Kuala. Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Setiap tahunnya semua elemen masyarakat mulai dari akademisi hingga para birokrat memperingati hari pahlawan yang bertepatan pada 10 November.

Bagaimana tidak? Selama berabad-abad para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan sangat sungguh-sungguh dan mendedikasikan nyawanya untuk mengusir para penjajah dari tanah air kita.

BACA JUGA

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

Bagi saya, pahlawan dapat dibagi kepada dua tipe, pertama adalah para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan dan mengusir penjajah dengan cara berperang melawan kolonialisme Belanda diantaranya Teuku Umar, Cut nyak Dhien, Pattimura, Imam bonjol, Pangeran di Ponegoro dan lainnya.

Dan yang kedua adalah para pahlawan yang memilih jalan pertempuran pemikiran untuk memerdekakan Indonesia diantaranya Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Tan malaka, Maramis, Sayuti Malik dan lainnya.

Semua para pahlawan kita memiliki metode tersendiri dalam memerdekakan Indonesia berdasarkan keadaan, ruang dan waktu yang menuntut para pahlawan agar melakukan pergeseran paradigma.

Saat menulis opini ini, saya sendiri tidak kuat sekaligus tersayat melihat bagaimana realita yang terjadi sekarang di Indonesia yang jauh dari harapan para founding fathers.

Pelanggaran HAM terjadi dengan marak yang dilakukan oleh negara dengan sikap totaliter terhadap masyarakatnya. Korupsi menjadi budaya dalam birokrasi kita menumbangkan Soeharto dengan dalil Korupsi tetapi Index persepsi korupsi (IPK) meningkat setelah tumbangnya rezim orde baru, perebutan lahan secara paksa dari masyarakat. Pemerintah lebih mementingkan korporasi dibandingkan welfare masyarakatnya dan banyak sekali kompleksitas lain yang menjadi obstacle bagi kemajuan Indonesia.

Baca Juga:  Ruang Vacum OMS dalam Konfigurasi Politik Aceh

Kerusakan terjadi dalam multi dimensi, meningkatnya nepotisme dan lambannya birokrasi mengakibatkan menurunnya pelayanan terhadap masyarakat.

Kondisi ini mencerminkan apa yang disebut oleh Freud manusia yang gagal dalam memproteksi Das es dengan Das ich. Das es meliputi hasrat, nafsu dan keinginan manusia. Untuk mengontrol Das es diperlukan Das ich yaitu pengendalian terhadap Das es yang menciptakan uber ich, sehingga menghasilkan tindakan manusia berdasarkan norma, peraturan dan Hukum yang membuat manusia menjadi bermartabat.

Patologi birokrasi berupa korupsi yang merajalela dalam birokrasi Indonesia merupakan refleksi dari gagalnya para aparat pemerintah dalam mengontrol das es, atau dalam bahasa Ellias Canneti disebut sebagai kegagalan manusia dalam mengontrol sifat kebinatangannya.

Para founding fathers telah menyusun UUD 1945 dan Pancasila berdasarkan falsafah hidup masyarakat Indonesia yang tidak kebarat-baratan dan tidak pula ketimur-timuran, tidak pro Liberal ataupun Komunis melainkan sinkresi antara keduanya sebagai way of life masyarakat Indonesia. Tujuan dibentuknya ini sebagai pilar negara yang setiap eksploitasi sumber daya alam demi kepentingan masyarakat Indonesia bukan mengeksploitasi sumber daya demi kepentingan asing.

Namun jika setiap tindakan para aparatur negara merugikan kepentingan nasional ini akan mencederai amanah dan raison de’etre para pahlawan kita yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Sungguh sangat ironis jika negara diberikan mandat kepada mereka yang tidak paham bagaimana historiografi bangsa, tidak paham akan demografi masyarakat Indonesia yang multikultural, tidak mengerti dinamika perpolitikan dunia.

Yang mengakibatkan keadaan Indonesia seperti sekarang ini adalah antara ketidaktahuan pemimpin dan aparatur negara atau kepentingan yang sifatnya pragmatis lagi opportunis. Jika sikap ini yang terus di pertontonkan pemerintah kepada publik maka kedaulatan negara dan nasionalisme yang ada pada masyarakat akan terkikis.

Baca Juga:  Mahasiswi UIA Lolos Lomba Cerpen Nasional, Karyanya Terbit di Buku 'Tentang Kita dan Jumpa Pertama'

Mengutip salah satu maqalah dari Sayyidina Ali R.A yang mengatakan “Tabqa ad-daulah al-‘adilah wa inkanat kafiratan wa tafna ad-daulah ad-dhalimah wa inkanat muslimatan”

Akan kekal sebuah daulah (negara) yang dipimpin secara adil walaupun daulah tersebut dipimpin oleh non muslim dan akan runtuh sebuah daulah yang dipimpin secara tidak adil walaupun dipimpin oleh orang muslim.

Dilanjutkan oleh beberapa adagium “Dis” dari Menkopolhukam kita Mahfud MD yang mangatakan “Apabila negara dipimpin secara tidak adil dan Hukum tidak di tegakkan maka akan terjadinya disorientasi dari tujuan negara, jika disorientasi terjadi maka akan muncullah distrust atau ketidakpercayaan dari masyarakat terhadap pemerintah, jika distrust meluas maka akan munculnya disobedience atau pemberontakan dari masyarakat terhadap pemerintah dan pada akhirnya terjadilah disintegrasi bangsa”

Saya sebagai Mahasiswa dan generasi pewaris negara tidak akan pernah berhenti memimpikan sebuah negara yang utopis dimana kepentingan rakyatnya lebih di utamakan di atas apapun, terus memupuk nasionalisme dan menggunakan apapun kemungkinan untuk memperbaiki bangsa dan negara semoga negara kita menjadi negeri yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur.[]

Tags: IndonesialeluhurPahlawanperjuanganQuo Vadis
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya
Literasi

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

by SAGOE TV
April 13, 2026
Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Istiqlal, Angkat Sosok Nasaruddin Umar
Literasi

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

by SAGOE TV
April 6, 2026
Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK
Literasi

Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK

by Anna Rizatil
April 2, 2026
Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh
Literasi

Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini
Literasi

Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

April 24, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026

EDITOR'S PICK

Wagub Kumpulkan Pejabat: Kita Satu Perahu untuk Membawa Aceh ke Arah yang Lebih Baik

Wagub Kumpulkan Pejabat: Kita Satu Perahu untuk Membawa Aceh ke Arah yang Lebih Baik

February 18, 2025
 Pj Wali Kota Almuniza Ditemani Turis Malaysia dalam Safari Subuh Di Beurawe

 Pj Wali Kota Almuniza Ditemani Turis Malaysia dalam Safari Subuh Di Beurawe

January 26, 2025
USK Bahas Calon Pemimpin Aceh yang Konsen Sektor Pertanian

USK Bahas Calon Pemimpin Aceh yang Konsen Sektor Pertanian

August 20, 2024
Yusril Dukung Daud Beureu’eh Jadi Pahlawan Nasional: Pejuang RI Sejati

Yusril Dukung Daud Beureu’eh Jadi Pahlawan Nasional: Pejuang RI Sejati

July 12, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.