BANDA ACEH | SAGOE TV – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr. Musriadi, mengajak seluruh pihak memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GNPN) dengan membangun ketahanan generasi muda.
Ajakan itu disampaikan Musriadi dalam Sosialisasi P4GNPN bagi Pelajar Kota Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut Musriadi, pencegahan narkoba tidak cukup hanya dengan memberikan informasi tentang bahaya dan hukuman. Pelajar harus dibekali kemampuan mengendalikan diri, menghadapi tekanan teman sebaya, mengambil keputusan dan berani mengatakan tidak.
“Anak muda yang hebat bukan yang berani mencoba segala sesuatu, tetapi yang berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang menghancurkan masa depannya,” tegasnya.
Musriadi mengatakan, agama, keluarga dan sekolah harus menjadi benteng utama. Menurutnya, nilai-nilai agama, khususnya hifz al-’aql atau menjaga akal, perlu menjadi kekuatan moral dalam membangun kesadaran generasi muda.
Ia juga mendorong sekolah menjadi ruang ketahanan antinarkoba melalui pendidikan, bimbingan konseling, kegiatan positif, olahraga, seni dan literasi digital.
Selain itu, Musriadi menekankan pentingnya pendekatan yang tegas terhadap bandar dan pengedar, sekaligus memberikan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.
Ia juga mengusulkan penguatan “Digital Anti-Drug Literacy” agar pelajar mampu mengenali modus perekrutan dan aktivitas mencurigakan di media sosial.
“Perang melawan narkoba bukan hanya menghentikan narkoba, tetapi menyelamatkan manusia. Menyelamatkan generasi muda berarti menyelamatkan masa depan Banda Aceh,” ujar Musriadi.




















