BANDA ACEH | SAGOE TV — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjajaki kerja sama dengan mitra dari Turki dalam bidang pendidikan dan kepemudaan, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga pengajaran bahasa Turki.
Penjajakan kerja sama itu dibahas saat UIN Ar-Raniry menerima kunjungan delegasi Uluslararası Genç Derneği dan Ankara Sosyal Bilimler Üniversitesi di ruang kerja rektor UIN Ar-Raniry, Rabu, 9 September 2026.
Delegasi Turki dipimpin Presiden Uluslararası Genç Derneği Yahya Uyar bersama sejumlah perwakilan mahasiswa Ankara Sosyal Bilimler Üniversitesi.
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman mengatakan kerja sama dengan Turki memiliki landasan sejarah yang kuat. Menurut dia, hubungan Aceh dan Turki telah berlangsung sejak masa Kesultanan Turki Usmani dan mencakup bidang diplomasi, ekonomi, militer hingga kebudayaan.
“Jejak sejarah hubungan Aceh dan Turki dapat kita lihat dari kisah Meriam Lada Sicupak, hasil komoditas lada Aceh yang ditukar dengan persenjataan Turki, serta keberadaan Gampong Bitai yang menjadi persinggahan prajurit Turki pada masa lalu,” ujarnya.
Mujiburrahman mengatakan hubungan historis tersebut perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja sama yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Salah satunya melalui penguatan mobilitas mahasiswa dan program pertukaran pemuda.
UIN Ar-Raniry, kata Mujiburrahman, juga telah mengembangkan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Turki, di antaranya Istanbul University, Istanbul Ticaret University, dan Alanya Alaaddin Keykubat University.
“Kerja sama ini diharapkan dapat membuka jalan bagi hadirnya mahasiswa Turki di UIN Ar-Raniry, sekaligus mempererat hubungan kedua negara melalui program pertukaran pemuda,” sebutnya.
Selain pertukaran mahasiswa, UIN Ar-Raniry mendorong pembentukan Turkish Corner sebagai ruang untuk memperkenalkan bahasa dan kebudayaan Turki sekaligus memperkuat interaksi akademik dan budaya.
Mujiburrahman juga meminta Uluslararası Genç Derneği dan Ankara Sosyal Bilimler Üniversitesi memfasilitasi pengiriman dosen atau pengajar bahasa Turki ke UIN Ar-Raniry.
Pengajar tersebut nantinya diharapkan dapat mengajar bahasa Turki di Lembaga Bahasa UIN Ar-Raniry.
UIN Ar-Raniry juga telah bekerja sama dengan Kementerian Agama Turki selama tiga tahun terakhir dalam proses rekrutmen penerima beasiswa Pemerintah Turki bagi pelajar dan mahasiswa Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan di negara tersebut.
Mujiburrahman mengatakan pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan kerja sama pendidikan antara UIN Ar-Raniry dan mitra di Turki, khususnya untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Aceh.
Sementara itu, Presiden Uluslararası Genç Derneği Yahya Uyar mengatakan organisasinya memiliki pengalaman dalam pengembangan kapasitas pemuda melalui berbagai program internasional.
“Sejak 2010, kami telah mengirimkan sekitar 2000 pemuda ke 25 negara melalui berbagai program pengembangan kepemimpinan. Kami juga mendampingi mahasiswa asing di Turki agar dapat beradaptasi dengan cepat,” kata Yahya.
Menurutnya, kolaborasi dengan UIN Ar-Raniry tidak hanya ditujukan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Turki, tetapi juga berpotensi membuka jejaring antara Turki dan kawasan Asia Tenggara.
Untuk memastikan keberlanjutan program, delegasi Turki telah menunjuk penanggung jawab khusus yang akan menindaklanjuti aspek teknis kerja sama dengan UIN Ar-Raniry.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry Prof Mursyid Djawas, Kepala UPT Pusat Pengembangan Bahasa T Murdani PhD, Ketua PAKAT Darlis Azis, serta Pengajar Bahasa Turki Rahmat Ashari.




















