LAMSUJEN | SAGOE TV — Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMP KPI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Communication Care (Comcare) 2026 di Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, 11-12 September 2026. Melibatkan 67 peserta, kegiatan ini diisi dengan aksi sosial, pendidikan, keagamaan, hingga kegiatan bersama masyarakat.
Mengusung tema “Langkah Kecil, Dampak Besar: Aksi Komunikasi, Nyalakan Harapan”, kegiatan Communication Care 2026 HMP KPI UIN Ar-Raniry menjadi bentuk kepedulian dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Sebanyak 67 peserta terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari.
Ketua Panitia Communication Care 2026, Rissa Kumala Dewi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, membangun komunikasi, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 11 September 2026, dengan keberangkatan peserta menuju Lamsujen. Setelah tiba di lokasi, peserta melakukan persiapan dan melaksanakan salat berjamaah sebelum memulai rangkaian kegiatan.
Pada Jumat sore, mahasiswa melaksanakan kegiatan TPA bersama anak-anak yang didampingi oleh para mentor. Kegiatan diisi dengan aktivitas pembelajaran dan interaksi bersama anak-anak, kemudian dilanjutkan dengan permainan serta foto bersama.
Pada malam hari, Communication Care 2026 resmi dibuka melalui pembacaan Al-Qur’an, laporan panitia, sambutan Ketua HMP KPI UIN Ar-Raniry, serta sambutan dari pihak desa. Setelah pembukaan, peserta mengikuti kegiatan nonton bareng dan sesi edukasi kepada masyarakat.
Hari Kedua Diisi Pengabdian di Sekolah dan Masyarakat
Memasuki hari kedua pada Sabtu, 12 September 2026, peserta akan memulai aktivitas sejak pagi dengan salat Subuh dan senam bersama. Setelah sarapan, seluruh peserta kembali berkumpul di posko untuk mendapatkan pengarahan dan pembagian tugas sebelum menjalankan kegiatan pengabdian.
Salah satu kegiatan utama pada hari kedua adalah kegiatan di sekolah. Para mahasiswa yang bertugas sebagai mentor berinteraksi langsung dengan siswa melalui berbagai aktivitas edukatif dan pendampingan. Kehadiran mahasiswa di sekolah diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus memberikan pengalaman dan motivasi bagi para siswa.
Kegiatan di sekolah juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan kemampuan komunikasi secara langsung. Para peserta berusaha membangun suasana yang menyenangkan dan dekat dengan siswa, sehingga pesan-pesan edukatif dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima.
Selain kegiatan di sekolah, peserta juga melaksanakan kegiatan di balai masyarakat serta kegiatan sosial berupa sunatan. Setiap peserta menjalankan tugas sesuai dengan pembagian yang telah ditentukan oleh panitia dan mentor.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan atau pelaksanaan program, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk hadir dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Melalui komunikasi yang terbangun selama kegiatan, mahasiswa dapat mengenal kondisi dan kebutuhan masyarakat secara lebih dekat.
Setelah kegiatan pagi selesai, peserta kembali berkumpul di posko untuk melaksanakan salat Dzuhur dan makan siang bersama. Waktu siang kemudian dimanfaatkan untuk beristirahat sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya.
Pada sore hari, peserta akan melaksanakan gotong royong bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.
Setelah gotong royong, peserta mengikuti kegiatan kebersamaan berupa mandi sungai. Kegiatan tersebut menjadi momen untuk melepas penat sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta setelah menjalankan berbagai agenda pengabdian.
Menjelang kepulangan, peserta melakukan dokumentasi dan membuat konten kegiatan sebagai bagian dari publikasi Communication Care 2026. Seluruh peserta kemudian melaksanakan salat Ashar, melakukan persiapan kepulangan, serta mengikuti proses pendataan sebelum meninggalkan lokasi.
Ketua HMP KPI UIN Ar-Raniry, M. Rozan Afuw Ardana, menyampaikan bahwa Communication Care diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat.
“Melalui Communication Care, kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga mampu hadir, berkomunikasi, dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. Semoga langkah kecil yang dilakukan selama kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Langkah Kecil, Dampak Besar: Aksi Komunikasi, Nyalakan Harapan”, Communication Care 2026 diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat kemampuan komunikasi, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan Communication Care tidak hanya menjadi agenda organisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi mahasiswa dan masyarakat melalui pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta aktivitas kebersamaan.[R]




















