Tren penggunaan kendaraan listrik makin berkembang di kalangan warga Aceh. Fenomena ini bukan saja terjadi di kota tapi juga di kabupaten atau daerah di Serambi Makkah. Meski pemilik Electrical Vehicle (EV) atau mobil listrik masih banyak berada di ibu kota Banda Aceh, sepeda listrik dan motor listrik telah lebih dahulu dimiliki warga di kabupaten atau daerah.
Kini keberadaan EV atau mobil listrik terus mewarga jalan-jalan di sejumlah daerah terutama pantai timur Aceh. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terus ditambah menjadi salah satu penyebab warga makin menggandrungi mobil listrik.
SPKLU yang pertama sekali dibangun pada tahun 2022, jumlahnya terus bertambah. Upaya ini untuk memudahkan warga mendapatkan arus pengisian ulang daya listrik agar perjalanannya lancar. Jumlah SPKLU saat ini sudah mencapai 30 SPKLU yang tersebar di seluruh Aceh. Dari sejumlah SPKLU yang ada, SPKLU di Kota Banda Aceh, Langsa dan Lhokseumawe yang paling banyak diminati karena berada di jalur utama mobilitas warga.
Manajer Komunikasi dan TJSL Induk Unit Distribusi Aceh, Zulfan M. Jamil, kepada Sagoe TV, Kamis ((29/10/2026) menyebutkan, perusahaan milik negara ini juga sedang membangun enam SPKLU berkapasitas 60 dan 100 kilowatt di Kota Banda Aceh, Sigli, Meulaboh dan Subulussalam. Langkah ini untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan.
“Selama ini kapasitas SPKLU di tiap daerah berbeda karena tergantung pada grafik permintaan pelanggan” kata Zulfan.
Sementara pengguna SPKLU masih didominasi EV pribadi, terutama mobil. Pengguna SPKLU bebas memilih jenis pengisian daya yang butuh waktu 30 sampai 40 menit. Namun seiring inovasi, waktu pengisian bisa lebih cepat agar pengguna EV nyaman.
MUKHTARUDDIN YACOB




















