BANDA ACEH | SAGOE TV – Pengembangan penggunaan kendaraan listrik di provinsi Aceh terus diperluas. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pun terus ditambah. Fasilitas isi ulang daya listrik kendaraan dibangun merata di seluruh Aceh, termasuk daerah lintasan yang masih jarang dilewati Electrical Vehicle (EV).
Meski pihak PLN sudah berupaya menambah SPKLU di sejumlah lokasi, para pengguna EV masih saja mengeluh. Mereka meminta SPKLU ditambah di wilayah lintasan agar tidak khawatir kehabisan daya saat berkendara. Konsumen juga menuntut penambahan longe atau ruang tunggu khusus di SPKLU yang dapat digunakan pelanggan saat mengisi daya.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Aceh, Zulfan M. Jamil, mengakui masih banyak keluhan yang disampaikan konsumen terkait fasilitas. Apalagi, topografi Aceh yang beragam menjadi tantangan bagi PLN membangun SPKLU secara masif.
Untuk itu, pihak swasta ditantang bisa ikut terlibat membangun SPKLU dengan sistem kemitraan. Skema ini akan menambah daya gedor pembangunan SPKLU agar peralihan energi fosil ke energi hijau akan semakin cepat terwujud. Namun, para pengguna baru mesti beradaptasi menggunakan aplikasi PLN Mobile sebagai pedoman pengguna kendaraan listrik. Bahkan di daerah tertentu SPKLU kerap digunakan pemikil kendaraan operasional untuk parkir.
“Pelanggan masih harus menyesuaikan diri dengan aplikasi PLN agar pengisian daya lebih lancer” ujar Zulfan.
Meski pertumbuhan pengguna kendaraan listrik di Serambi Makkah tidak secepat di kota besar, laju pengguna kendaraan semakin membumi. Apalagi desain mobil listrik lebih menarik dan futuristik yang bisa menarik minat warga memiliki kendaraan listrik.
MUKHTARUDDIN YACOB




















