• Tentang Kami
Monday, August 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Minimnya Entrepreneur Tingginya Angka Pengangguran

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Roy Waluyo.
Dosen Universitas Ibn Khaldun, Bogor.

Ironis, di negara yang katanya kaya sumber daya alam, seperti syair lagu Koes Plus “tongkat kayu jadi tanaman”, setiap tahun angka penganggurannya terus bertambah. Anehnya, mereka yang nganggur bukan tidak sekolah. Justru dilihat dari tingkat pendidikannya, lulusan SMK masih mendominasi. Lulusan perguruan tinggi pun tidak mau kalah untuk menyumbang daftar panjang pengangguran intelektual. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), menurut pendidikan yang ditamatkan, dari 9,77 juta angka pengangguran terbuka 7,35 persennya adalah  lulusan universitas.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Angka penganguran semakin meningkat terutama sebagai dampak pandemi covid-19. Sebagaimana dikatakan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pada pembukaan ‘Pelatihan Berbasis Kompetensi’ di Balai Latihan Kerja (BLK) Solo, beberapa waktu lalu. Ida mengatakan Angka pengangguran di Indonesia selama pandemi Covid-19 meningkat dari 4,9 persen menjadi 7 persen. atau 9,7 juta.

Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja, ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum bisa memperolehnya. Padahal telah berusaha secara maksimal. Dapat juga seseorang dikatakan mengganggur bila di sebuah perusahaan memiliki kelebihan tenaga kerja yang menyebabkan aktivitas perusahaan tersebut tidak efisien (penganguran tersembunyi).

Banyak faktor yang meyebabkan hal ini terjadi. Antara lain tidak sebandingnya ketersediaan lapangan kerja dengan jumlah pencari kerja yang setiap tahunnya cenderung meningkat. Kondisi ini diperparah dengan adanya pandemi. Banyak perusahaan memilih mengurangi jumlah tenaga kerjanya dengan PHK atau merumahkan sebagian karyawawannya sebagai bentuk effisiensi dan menjaga stabilitas perusahaan.

Minimnya jiwa kewirausahaan (entrepneurship) pada lulusan, menjadikan bekerja sebagai  orientasi utama. Selanjutnya, pekerjaan atau profesi yang mensyaratkan kualifikasi tertentu, telah mengeser tujuan para pencari ilmu menjadi pencari ijazah. Ada kesalahan penalaran pada prinsip kausalitas. Pekerjaan yang sejatinya adalah akibat, malah menjadi sebab. Disorientasi ini mengakibatkan peserta didik menuntut ilmu dengan cara yang berbeda.

Masalah lain adalah, cara pandang kebanyakan masyarakat yang telah berlangsung sejak lama, yang beranggapan semakin seseorang bisa bekerja tanpa harus berkeringat. Bekerja dengan pakaian rapih, bersih dan wangi, maka akan dipandang sebagai orang yang sukses. Mentalitas priyayi semacam ini merupakan warisan feodal. Sehingga menjadi pegawai tetap jadi pilihan. Orang tua rela menjual berpetak-petak sawah demi untuk membiayai kuliah anaknya, dengan tujuan agar si anak dapat bekerja ditempat bonafide. Karena menjadi petani dianggaptidak menjajikan kekayaan.

Hal ini menjadi PR kita semua. Bagaimana agar para fresh graduate maupun pekerja yang terdampak, dengan ilmu dan keterampilan yang dimilikinya mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Bagaimana merubah pola pikir, baik siswa atau mahasiswa agar tidak selalu berorientasi sebagai pencari kerja, melainkan menciptakan lapangan kerja.

Beberapa perguruan tinggi telah menyadari pentingnya jiwa entrepneur. Respon konkritnya mejadikan entrepneur sebagai profil lulusan. Entrepneurship dijadikan kurikulum wajib. Harapannya dengan menanamkan jiwa  Entrepneurship sejak masih dibangku kuliah, pada saat mereka lulus nanti mereka sudah bisa mandiri. Menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri bahkan bagi orang lain.

Jiwa entrepneurship ini penting, karena kesuksesan seseorang memang bukan perkara tinggi atau rendahnya pendidikan. Bukan juga karena gelar yang panjang. Di Negeri ini terlalu banyak contoh orang sukses, yang tidak sempat menamatkan perguruan tinggi. Bahkan hanya lulusan sekolah dasar. Sebut saja Andri Wongso, motivator kondang asal Malang yang udah menyabet penghargaan “The Best Motivator Indonesia versi Kompas”. Atau bos Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja yang sukses menduduki peringkat kedua sebagai orang terkaya di Indonesia.

Dengan jiwa entrepneurship seseorang akan fokus pada karya atau produk.  Apa manfaatnya karya kita untuk orang lain. seberapa besar kontribusi karya kita dalam membantu menyelasaikan masalah orang lain. Senantiasa berpikir untuk menemukan produk-pruduk kreatif untuk menjawab kebutuhan pasar. Dengan begitu karya mudah menemukan tempat. Karena selalu ada ruang kesuksesan bagi siapa saja yang memiliki karya pola pikir yang berbeda. “Sedikit beda lebih baik daripada sedikit lebih baik” (Pandji Pragiwaksono)

Seseorang yang memiliki jiwa entrepneurship akan senantiasa meng-upgrade diri. Dia sadar belajar merupakan cosmic rule kehidupan agar kita tetap eksis. Belajar dalam hidup ini, diibaratkan seperti kita mengayuh perahu ke arah hulu di sungai yang deras. Sekejap saja kita berhenti belajar maka kita akan jadi bagian dari masa lalu. Seorang penebang pohon, sesekali perlu mengambil jeda dari aktivitas rutin untuk mengasah kapaknya.

Karakter lain dari seseorang yang memiliki jiwa entrepneur adalah tekun. Tekun merupakan kunci sukses dalam hal apapun. Consistency makes the rain drops to create holes in the rock. Ketekunan merupakan ketetapan dan kemantapan dalam bertindak.  Seseorang sudah mencapai level tekun bila dia telah secara mantap melakukan sesuatu secara terus menerus. Aktivitas tersebut bukan lagi sekedar hobi, mengisi waktu luang atau kegiatan yang tergantung mood. Namun hal tersebut sudah jadi ‘menu harian’ wajib aktivitas harian, sesibuk apapun dirinya.

Internalisasi nilai-nilai entrepneurship (bertanggung jawab, percaya diri, berani mengambil resiko dan tekun) sejak dini, diharapkan mampu menjawab masalah pengangguran khususnya di Indonesia. Tidak menjadikan bekerja sebagai orientasi utama, diharapkan lahir para entrepreneur yang menyediakan lapangan kerja baru. Diperlukan dukungan semua pihak, mulai dari keluarga, institusi pendidikan dan pemerintah. Semua pihak bersinergi bagaimana merubah mindset para peserta didik bahwa wirausaha itu keren. Sampai kebijakan yang menawarkan kemudahan terkait regulasi pendirian usaha.[]

Tags: entrepneurshippengangguranPerguruan TinggiSMK
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

July 30, 2026
Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi

Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi

August 1, 2026
Pengadilan Digital dan Krisis Literasi Ketenagakerjaan_Risnawati Ridwan

Pengadilan Digital dan Krisis Literasi Ketenagakerjaan

August 3, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

July 29, 2026
Setelah Panggung Dibongkar

Setelah Panggung Dibongkar

July 28, 2026
Calvin Ho

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

July 30, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Siswi SDN 50 Banda Aceh Raih Gelar Inong Cilik Aceh 2026

Siswi SDN 50 Banda Aceh Raih Gelar Inong Cilik Aceh 2026

July 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Usung “Meutaloe”: Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

July 31, 2026

EDITOR'S PICK

Pulang Kampung, Istri Gubernur Aceh Rayakan Idulfitri dengan Kesederhanaan

Pulang Kampung, Istri Gubernur Aceh Rayakan Idulfitri dengan Kesederhanaan

April 4, 2025
Buatkan judul berita yang menarik dan mengandung seo tentang: Sagoe TV Salurkan Donasi Dermawan ke Pidie Jaya-Bireuen, Tempuh Medan Lumpur Tempuh Medan Lumpur, Sagoe TV Salurkan Donasi Dermawan ke Pidie Jaya-Bireuen

Tempuh Medan Lumpur, Sagoe TV Salurkan Donasi Dermawan ke Pidie Jaya-Bireuen

December 12, 2025
Gebyar Ramadhan di Gampong Kuta Karang Aceh Besar

Gebyar Ramadhan di Gampong Kuta Karang, Aceh Besar

March 22, 2025
Rektor USK Bertemu Menteri Diktisaintek

Bertemu Menteri Diktisaintek, Rektor USK Bahas Pengembangan Pendidikan Tinggi

February 15, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.