• Tentang Kami
Sunday, June 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Respon Muslim Terhadap Perayaan Imlek

SAGOE TV by SAGOE TV
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Respon Muslim Terhadap Perayaan Imlek
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Musliadi
Mahasiswa Prodi Sosiologi Agama, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Bertepatan pada tanggal 1 febuari 2022 perayaan Imlek. Yang di lakukan oleh keturan Tionghoa, Tahun baru Imlek 2573/2022,  Di Vihara Dharma Bhakti Bhakti,  Kota Banda Aceh, Selasa (01/02)  Mereka melakukan Sembayang dan berdo’a memohon berkah, dan perlindungan dari yang maha kuasa.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Pelaksaan ibadah di Vihara Dharma Bhakti di Banda Aceh. Baru berlangsung saat seorang pria memukul gong dan lonceng yang tergantung di Vihara,  di buyikan sebanyak tiga kali pada jam 00:00 WIB. Pertanda tahun baru imlek sudah tiba di Banda Aceh. Pada saat itu Vihara mulai dipadati dengan kedatangan orang-orang Tionghoa yang beragama Budha untuk melakukan ibadah.

Warga Tionghoa yang baru datang langsung di sambut dengan memilih Hio dengan berbagai ukuran yang telah disusun rapi di atas meja dekat dengan tangga. Pada saat itu ruangan mulai dipenuhi dengan asap dupa dalam ruang Vihara.

Respon Muslim Banda Aceh Terhadap perayaan hari Imlek.
Saya mencoba melihat beberapa respon muslim di Banda Aceh. Muhammad Ridha sebagai salah seorang Muslim yang taat di Banda Aceh, mengatakan bahwa kedatangannya ke lokasi Imlek, ingin melihat secara dekat perayaan Masyarakat Tionghoa. Bagaimana perayaan apakah benar selama ini yang di lihat lewat media bahwa Aceh tidak toleransi antar agama. Pada malam itu, ia melihat tidak seperti yang diberitakan lewat media-media bahwa Aceh tidak toleransi, melaikan sebaliknya. Masyarakat Islam di Banda Aceh, banyank yang datang juga menglihat-lihat perayaan Imlek dan bersimpati atas perayaan imlek. Bahkan sebagaian masyarakat dan anak muda muslim menjadi penjaga keamanan di sekitar Vihara yang lokasinya dekat dengan pusat perbelanaan Kota Banda Aceh. Ini menjadi gambar bahwa secara praktik, respon masyarakat Aceh sangat toleran, dan batas toleransinya diakui oleh sejarah Aceh.

Muslimah yang lain juga ikut memberi respon. Misalnya Tasya Alifah, sebagai seorang mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Walaupun Aceh ini kental akan keislamannya yang kental, tapi baginya wajib selalu menghargai dan menghormati antar manusia, sehingga mereka yang berbeda agama, seperi bisa merayakan imlek. Makanya indah kita bertoleransi, apalagi bisa berkolaborasi menyukseskannya.

Tiya Humaira, mahasiswa lain yang berasalah dari Universitas Syiah Kuala ikut memberi tanggapan bahwa masyarakat Aceh selalu menghargai umat antar agama. Walaupun itu bukan hari raya agamanya, tapi warga di Banda Aceh selalu menerima mereka yang berlainan agama untuk beribadah sesuai dengan agama mereka.

Ulan Simah Bengi, mahasiswa UIN Ar-Rraniru menyebutkan bahwa sebenarnya Aceh itu daerah yang toleransinya tinggi sekali, tercatat dalam banyak buku sejarah tentang kosmopilitnya Aceh. Dalam kehidupan sosial tidak dipungkiri bahwa dalam bersosial masyarakat muslim maupun non Muslim hidup dalam kerukunan hanya saja terkadang media terlalu menggiring opini negatif. Namun dalam kenyataannya baik Islam maupun agama lainnya dapat hidup bersosialisasi dan berdampingan dengan baik seperti yang terjadi pada malam perayaan Imlek tahun ini orang-orang yang bukan beragama Budha juga turut hadir menyaksikan tahu baru Imlek. Baginya ini moment penting yang perlu diketahui oleh beragama pihak.

Veni Mahasiswa Jurusan Sosiologi Agama Perayaan imlek di Banda Aceh cukup aman dan nyaman menurut pandangan saya. Walaupun minoritas tapi mereka tetap bisa beribadah dengan bebas. Perayaan hari raya Imlek mengambarkan bahwa Aceh cukup toleran karena acaranya tidak ada gangguan dari masyarakat, pada malam perayaan banyak kalang umat islam yang ada di sekitar Vihara.

Dengan terlaksananya acara tersebut membuktikan Aceh juga sangat Toleran tidak memandang dengan sebelah mata. Bahkan bapak pengawasan Vihara mengatakan tidak ada gangguan sama sekali dari masyarakat Aceh malah sebaliknya orang Islam juga datang menglihat-lihat kami melakukan ibadah, mereka juga mengawas di depan untuk keamanan kami. Masyarakat Aceh sangat menghormati, bahkan tidak sedikit juga masyarakat Aceh yang muslim datang berkunjung ke Vihara.

Sejarah Imlek
Perayaan Imlek tahun baru dalam sistem penanggalan China yang kerap diperingati dengan tradisi yang unik. Perayaan Imlek 2022 sendiri, bertepatan dengan tanggal 1 Februari 2022 pada pukul 00:00 WIB, acara akan berlangsung selama 15 hari kedepan. Berbeda dengan kalender Masehi, perhitungan kalender lunar atau Imlek didasarkan pada siklus bulan. Sebab itulah, ketetapan tanggal Imlek sedikit berbeda dari tahun ke tahun.

Melansir dari laman Perusahaan China Highlights, awal mula perayaan Imlek diperkirakan sudah ada sejak 3.500 tahun yang lalu. Tepatnya, sudah muncul pada masa Dinasti Shang (1600-1046 SM).

Pada saat itu orang mengadakan upacara pengorbanan untuk menghormati dewa dan leluhur pada awal atau akhir setiap tahun. Namun, saat ini perayaan Imlek sudah berkembang dan ada sejumlah adat istiadat yang sudah ditinggalkan.

Sementara itu, sejarah Imlek di Indonesia berawal dari kedatangan atang orang China ke Asia Tenggara sejak abad ke-3 Masehi, sebagaimana disampaikan oleh Pakar Ketimuran Denys Lombard. Saat itu, orang-orang China bermigrasi ke berbagai wilayah di Asia Tenggara untuk berdagang, salah satunya ke Nusantara

Akibatnya, kedatangan orang China berdampak pada perkembangan sistem kongsi, teknik kemaritiman, sistem moneter, teknik produksi, dan budidaya berbagai komoditas di Indonesia seperti gula, padi, tiram, udang, gara, dan lain-lain. Migrasi orang China ke nusantara di awal Masehi ini pun turut membawa budaya perayaan Imlek ke tengah masyarakat dan bagaimana perayaan Imlek di kota Syariah yaitu Provinsi Aceh?

Aceh memang di kenal dengan kentalnya ilmu agama Islam, walaupun begitu Aceh juga memiliki beberapa mayoritas Agama lain, seperti Kristen, Hindu, Budha dan lainya yang hidup berdampingan dengan muslim. Di Aceh bukan hanya ada mesjid saja juga ada Rumah Ibadah seperti umat Kristiani, Budha, Hindu, Katolik maka dari itu masyarakat di luar sana yang banyak mendapatkan hal buruk tentang Aceh lebih baik berkunjung langsung dan rasakan bagaimana nikmatnya beribadah di kota Syariat jangan takut tidak ada tempat Ibadah buat kawan-kawan yang Non Muslim.

Yuk, berkunjung ke Aceh secara langsung jangan menilai lewat media, tetapi membuat penilaian segera langsung di tempatnya. []

Tags: acehimlekIndonesiaintoleransitoleransi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Banda Aceh Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

Banda Aceh: Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

June 17, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Ketika Warga Kota Kembali Duduk Bersama SPS Revival dan Ikhtiar Membangun Ruang Perjumpaan di Banda Aceh

Ketika Warga Kota Kembali Duduk Bersama: SPS Revival dan Ikhtiar Membangun Ruang Perjumpaan di Banda Aceh

June 19, 2026
Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

June 18, 2026
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

June 16, 2026
UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

June 18, 2026
Menata Ekosistem Pengetahuan Seni di Aceh

Setelah Dilestarikan, Lalu Apa?

June 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025

EDITOR'S PICK

Fadhlullah Terpilih Jadi Ketua MES Aceh Periode 2025-2030

Fadhlullah Terpilih Jadi Ketua MES Aceh Periode 2025-2030

March 26, 2025
Buatkan lead: Rakit Darurat Terbalik Saat Rombongan Wagub Aceh Tinjau Wilayah Terisolasi Pameu

Rakit Darurat Terbalik saat Rombongan Wagub Aceh Tinjau Wilayah Terisolasi Pameu

December 21, 2025
15 Taruna dan Kru Jadi Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2, ASDP Janji Tanggung Seluruh Kebutuhan

15 Taruna dan Kru Jadi Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2, ASDP Janji Tanggung Seluruh Kebutuhan

June 14, 2026
Pengurus Majelis Adat Aceh PAW 2021–2026 Resmi Dikukuhkan Wali Nanggroe

Pengurus Majelis Adat Aceh Resmi Dikukuhkan Wali Nanggroe

August 29, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.