• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tata Kelola dan Struktur Ekonomi Lemah, Penyebab Aceh Sulit Keluar dari Kemiskinan (bagian 1)

SAGOE TV by SAGOE TV
February 18, 2026
in Podcast
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Kanwil Bea dan Cukai Aceh, Safuadi, ST., M.Sc., Ph.D.

Safuadi, ST., M.Sc., Ph.D. Foto: SagoeTV

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOE TV | BANDA ACEH – Meskipun kaya akan sumber daya alam, Aceh masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Aceh, Safuadi, ST., M.Sc., Ph.D, menegaskan bahwa permasalahan utama bukan hanya pada kekayaan alam yang melimpah, melainkan pada tata kelola dan struktur ekonomi yang masih lemah.

Dalam Podcast dengan Sagoe TV yang dipandu host Mukhlisuddin Ilyas, Safuadi mengungkapkan hasil observasinya selama lima tahun bertugas di Aceh. Ia menyimpulkan bahwa tanpa perbaikan tata kelola, manajemen ekonomi, dan kebijakan strategis, Aceh akan terus mengalami stagnasi ekonomi meski mendapat alokasi dana yang besar, termasuk dari Dana Otonomi Khusus.

BACA JUGA

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga

“Tidak bisa hanya mengandalkan kekayaan alam. Yang lebih krusial adalah bagaimana kita mengelola sumber daya tersebut dengan baik. Faktor manajemen, sumber daya manusia, serta kebijakan yang tepat sangat menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi di Aceh,” ujarnya dalam Podcast Sagoe TV.

Infrastruktur dan Industri

Salah satu persoalan yang diangkat oleh Safuadi adalah kurangnya infrastruktur pendukung serta minimnya industri manufaktur yang bisa mengolah hasil bumi Aceh. Ia menyoroti sektor perikanan sebagai contoh nyata bagaimana potensi besar yang dimiliki Aceh belum termanfaatkan secara maksimal.

“Kualitas ikan tuna dari perairan Aceh, khususnya di sekitar Sabang, sebenarnya sangat tinggi. Namun, tanpa sistem penyimpanan yang baik seperti pendingin (cold storage), kualitas ikan menurun drastis. Akibatnya, harga jualnya anjlok di pasar global,” jelasnya.

Hal serupa juga terjadi pada sektor perkebunan, seperti kopi, nilam, dan kakao. Produk-produk unggulan ini masih dijual dalam bentuk bahan mentah, bukan produk olahan bernilai tambah. Kondisi ini membuat Aceh kehilangan peluang besar dalam meningkatkan nilai ekspor serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Kebijakan Berbasis Data

Selain tata kelola yang lebih baik, Safuadi menekankan pentingnya membangun kepercayaan (trust building) bagi para investor. Ia menilai bahwa iklim investasi di Aceh masih belum cukup menarik bagi pelaku usaha karena berbagai kendala birokrasi dan regulasi yang kurang kondusif.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis data dan riset. “Setiap kebijakan harus didasarkan pada data yang akurat dan analisis yang komprehensif. Tanpa itu, program pembangunan ekonomi hanya akan bersifat sporadis dan tidak berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya mendorong perbaikan tata kelola ekonomi, Safuadi telah menuangkan pemikirannya dalam sebuah buku setebal 350 halaman. Buku ini diharapkan menjadi pedoman bagi para pemangku kebijakan, pelaku usaha, serta akademisi dalam merumuskan strategi pembangunan Aceh yang lebih efektif.

Dengan meningkatnya alokasi dana otonomi khusus serta peluang investasi yang semakin terbuka, Aceh memiliki kesempatan besar untuk keluar dari jerat kemiskinan. Namun, hal itu hanya bisa terwujud jika ada perbaikan fundamental dalam tata kelola, pembangunan infrastruktur, serta transformasi industri dari berbasis bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Kita tidak bisa hanya berharap pada kekayaan alam. Aceh harus membangun sistem ekonomi yang kuat, berbasis pada inovasi, efisiensi, dan daya saing,” ujar Safuadi. [MM]

Tags: acehEkonomiKemiskinanpodcastSDA
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri
Podcast

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

by SAGOE TV
June 30, 2026
Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan Pageu Gampong dan Benteng Keluarga
Podcast

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga

by SAGOE TV
June 30, 2026
Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh
Podcast

Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh

by SAGOE TV
June 30, 2026
Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data
Podcast

Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data

by SAGOE TV
June 26, 2026
Di Tengah Stigma Intoleran, Banda Aceh Ternyata Miliki Dua Desa Sadar Kerukunan
Podcast

Di Tengah Stigma Intoleran, Banda Aceh Ternyata Miliki Dua Desa Sadar Kerukunan

by SAGOE TV
June 25, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Risman Rachman.

Manajemen Solusi, Bagaimana Menerapkannnya?

March 15, 2025
Kardo National Qualifier Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

Kardo National Qualifier: Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

July 19, 2026

EDITOR'S PICK

Dipanggil Pj Gubernur Aceh, WIKA-Nindya Pulangkan Pawang Hujan

Dipanggil Pj Gubernur Aceh, WIKA-Nindya Pulangkan Pawang Hujan

February 8, 2026
Enam Mahasiswa USK Mengikuti International Credit Transfer di Tiga Negara

Enam Mahasiswa USK Mengikuti International Credit Transfer di Tiga Negara

August 6, 2024
Pemko Banda Aceh Dukung Penyelenggaraan FKIJK Aceh Run 2025

Pemko Banda Aceh Dukung Penyelenggaraan FKIJK Aceh Run 2025

February 14, 2025
Kemendikbudristek Perkuat Komunitas Sastra  dengan Bantuan Pemerintah

Kemendikbudristek Perkuat Komunitas Sastra dengan Bantuan Pemerintah

August 30, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.