• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tata Kelola dan Struktur Ekonomi Lemah, Penyebab Aceh Sulit Keluar dari Kemiskinan (bagian 1)

SAGOE TV by SAGOE TV
February 18, 2026
in Podcast
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Kanwil Bea dan Cukai Aceh, Safuadi, ST., M.Sc., Ph.D.

Safuadi, ST., M.Sc., Ph.D. Foto: SagoeTV

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOE TV | BANDA ACEH – Meskipun kaya akan sumber daya alam, Aceh masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Aceh, Safuadi, ST., M.Sc., Ph.D, menegaskan bahwa permasalahan utama bukan hanya pada kekayaan alam yang melimpah, melainkan pada tata kelola dan struktur ekonomi yang masih lemah.

Dalam Podcast dengan Sagoe TV yang dipandu host Mukhlisuddin Ilyas, Safuadi mengungkapkan hasil observasinya selama lima tahun bertugas di Aceh. Ia menyimpulkan bahwa tanpa perbaikan tata kelola, manajemen ekonomi, dan kebijakan strategis, Aceh akan terus mengalami stagnasi ekonomi meski mendapat alokasi dana yang besar, termasuk dari Dana Otonomi Khusus.

BACA JUGA

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?

Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra

“Tidak bisa hanya mengandalkan kekayaan alam. Yang lebih krusial adalah bagaimana kita mengelola sumber daya tersebut dengan baik. Faktor manajemen, sumber daya manusia, serta kebijakan yang tepat sangat menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi di Aceh,” ujarnya dalam Podcast Sagoe TV.

Infrastruktur dan Industri

Salah satu persoalan yang diangkat oleh Safuadi adalah kurangnya infrastruktur pendukung serta minimnya industri manufaktur yang bisa mengolah hasil bumi Aceh. Ia menyoroti sektor perikanan sebagai contoh nyata bagaimana potensi besar yang dimiliki Aceh belum termanfaatkan secara maksimal.

“Kualitas ikan tuna dari perairan Aceh, khususnya di sekitar Sabang, sebenarnya sangat tinggi. Namun, tanpa sistem penyimpanan yang baik seperti pendingin (cold storage), kualitas ikan menurun drastis. Akibatnya, harga jualnya anjlok di pasar global,” jelasnya.

Hal serupa juga terjadi pada sektor perkebunan, seperti kopi, nilam, dan kakao. Produk-produk unggulan ini masih dijual dalam bentuk bahan mentah, bukan produk olahan bernilai tambah. Kondisi ini membuat Aceh kehilangan peluang besar dalam meningkatkan nilai ekspor serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

Kebijakan Berbasis Data

Selain tata kelola yang lebih baik, Safuadi menekankan pentingnya membangun kepercayaan (trust building) bagi para investor. Ia menilai bahwa iklim investasi di Aceh masih belum cukup menarik bagi pelaku usaha karena berbagai kendala birokrasi dan regulasi yang kurang kondusif.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis data dan riset. “Setiap kebijakan harus didasarkan pada data yang akurat dan analisis yang komprehensif. Tanpa itu, program pembangunan ekonomi hanya akan bersifat sporadis dan tidak berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya mendorong perbaikan tata kelola ekonomi, Safuadi telah menuangkan pemikirannya dalam sebuah buku setebal 350 halaman. Buku ini diharapkan menjadi pedoman bagi para pemangku kebijakan, pelaku usaha, serta akademisi dalam merumuskan strategi pembangunan Aceh yang lebih efektif.

Dengan meningkatnya alokasi dana otonomi khusus serta peluang investasi yang semakin terbuka, Aceh memiliki kesempatan besar untuk keluar dari jerat kemiskinan. Namun, hal itu hanya bisa terwujud jika ada perbaikan fundamental dalam tata kelola, pembangunan infrastruktur, serta transformasi industri dari berbasis bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Kita tidak bisa hanya berharap pada kekayaan alam. Aceh harus membangun sistem ekonomi yang kuat, berbasis pada inovasi, efisiensi, dan daya saing,” ujar Safuadi. [MM]

Tags: acehEkonomiKemiskinanpodcastSDA
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?
Podcast

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra
Podcast

Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra

by Anna Rizatil
January 3, 2026
Psikolog Minta Jangan Lakukan Ini
Podcast

Psikolog Minta Jangan Lakukan Ini

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Nekat Jalan Kaki dari Bener Meriah-Bireuen: Saya Melihat Banyak Hal
Podcast

Nekat Jalan Kaki dari Bener Meriah-Bireuen: Saya Melihat Banyak Hal

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Elit Politik Aceh Gagal Yakinkan Prabowo?
Podcast

Elit Politik Aceh Gagal Yakinkan Prabowo?

by Anna Rizatil
December 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026

EDITOR'S PICK

Pengurus Majelis Adat Aceh PAW 2021–2026 Resmi Dikukuhkan Wali Nanggroe

Pengurus Majelis Adat Aceh Resmi Dikukuhkan Wali Nanggroe

August 29, 2025
sulaiman tripa

Malam Puasa 23, Berharap Bukan Waktu Sisa

March 22, 2025
Mendagri Beri Lampu Hijau Pemanfaatan Kayu Bencana

Mendagri Beri Lampu Hijau Pemanfaatan Kayu Bencana

January 10, 2026
Dilantik Mualem, Iskandar dan Zainal Resmi Jabat Bupati-Wabup Aceh Timur

Dilantik Mualem, Iskandar dan Zainal Resmi Jabat Bupati-Wabup Aceh Timur

March 19, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.