• Tentang Kami
Sunday, September 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Refleksi Dua Dekade Damai dan Tsunami Aceh: Aman tapi Tak Nyaman?

SAGOE TV by SAGOE TV
March 10, 2025
in Podcast
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Refleksi Dua Dekade Damai dan Tsunami Aceh: Aman tapi Tak Nyaman?

Podcast bersama akademisi Dr M Adli Abdullah dipandu Dr Mukhlisuddin Ilyas. Foto: dok. SagoeTV

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Sudah dua dekade sejak damai dan tsunami melanda Aceh, namun berbagai permasalahan masih belum menemukan solusi. Salah satu isu krusial adalah investasi yang mandek, meski daerah ini pernah digadang-gadang memiliki potensi besar pasca-kesepakatan damai. Tantangan di sektor pendidikan, pembangunan ekonomi, serta kemiskinan masih menjadi momok bagi masyarakat Aceh.

Dalam podcast bersama akademisi Dr M Adli Abdullah, berbagai faktor penghambat kemajuan Aceh dibahas secara mendalam. “Benarkah Aceh aman tapi tak nyaman?” menjadi pertanyaan utama dalam diskusi tersebut.

BACA JUGA

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

Saat tsunami terjadi, M Adli tidak berada di Aceh karena tengah menempuh studi di Malaysia. Ia tiba kembali di Aceh pada hari kedua setelah bencana. “Yang pertama saya pikirkan adalah apakah keluarga saya masih hidup,” ujarnya dalam podcast bersama host Dr Mukhlisuddin Ilyas, tayang Jumat (27/12/ 2024) lalu.

Menurut mantan Sekretaris Jendral (Sekjend) Panglima Laot itu, dalam keadaan kosong dan tidak tahu harus berbuat apa, ia mencari keluarganya yang selamat. Sebagian besar keluarganya meninggal dunia, termasuk abangnya di Kampung Cadek dan keluarga dari pihak istri di Kampung Pande.

Selain kehilangan sanak saudara, ia juga menyaksikan kehancuran total. “Di mana-mana ada mayat berserakan. Saya pun mencari jenazah anggota keluarga,” katanya. Dalam kondisi tanpa listrik, ia berupaya membangun komunikasi dengan dunia luar menggunakan telepon fleksibel dan mesin genset yang masih berfungsi di rumahnya di Limpuk. Upaya ini membuahkan hasil setelah ia berhasil menghubungi Krisnanto Sinandang dari UNDP.

Setibanya di Aceh, tim UNDP melihat langsung kondisi masyarakat yang kehilangan semangat hidup. Pak Sinandang berniat membagikan uang tunai kepada pengungsi, tetapi Tgk Adli menolak. “Saya katakan, pemberian uang bisa membuat masyarakat semakin malas,” ungkapnya. Sebagai gantinya, ia mengusulkan skema kerja berbasis relawan dengan sistem hierarki yang terorganisir. Usul ini kemudian berkembang menjadi program “Cash for Work.”

Program “Cash for Work” diterapkan untuk menghidupkan kembali semangat masyarakat pasca-tsunami. Dengan konsep kerja berbasis tim, masyarakat dibayar untuk membersihkan kota dan fasilitas umum. Program ini menarik lebih dari 12.000 relawan yang membersihkan berbagai tempat, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), bekerja sama dengan tentara Jerman dan UNDP.

Namun, setelah dua bulan berjalan, Dr. Adli memutuskan untuk menghentikan program tersebut. “Orang-orang mulai bekerja bukan karena kemanusiaan, tetapi hanya demi uang,” katanya. Setelah itu, berbagai lembaga lain mengambil alih program rehabilitasi dan rekonstruksi.

Akademisi Dr M Adli Abdullah.

Aceh Pasca-Perdamaian dan Politik Sosial

Tahun 2005 menjadi tonggak sejarah bagi Aceh dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman Helsinki antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kesepakatan ini membawa perubahan signifikan dalam aspek ekonomi, politik, dan sosial. Namun, pembangunan ekonomi Aceh masih menghadapi berbagai kendala.

Meski dana rekonstruksi mengalir deras pasca-tsunami, investasi belum berkembang sebagaimana harapan. Ketidakpastian regulasi, birokrasi yang berbelit, serta minimnya infrastruktur menjadi penghambat utama. Pemerintah daerah telah berupaya menarik investor dengan berbagai insentif, tetapi hasilnya masih jauh dari optimal.

Sektor pertanian dan perikanan, yang menjadi tulang punggung ekonomi Aceh, juga belum berkembang pesat. Kurangnya akses pasar dan minimnya infrastruktur membuat petani dan nelayan sulit meningkatkan taraf hidup mereka. Upaya diversifikasi ekonomi pun menghadapi tantangan besar, terutama karena rendahnya keterampilan tenaga kerja lokal dalam industri nontradisional.

Dalam bidang politik, integrasi mantan kombatan GAM ke dalam sistem pemerintahan membawa dinamika baru. Namun, tidak sedikit yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan sistem birokrasi yang kompleks. Transparansi dan tata kelola pemerintahan masih menjadi isu yang perlu dibenahi.

Secara sosial, masyarakat Aceh mengalami perubahan pola pikir dan gaya hidup. Generasi muda kini memiliki akses pendidikan yang lebih baik serta peluang kerja yang lebih luas. Namun, trauma masa lalu masih menghantui sebagian masyarakat, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga akibat konflik berkepanjangan.

Untuk menjawab tantangan ini, sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat diperlukan. Pendekatan komprehensif dalam pembangunan ekonomi, penguatan sektor pendidikan, serta tata kelola pemerintahan yang lebih baik menjadi kunci utama bagi kemajuan Aceh di masa depan. “Perdamaian harus diiringi dengan kesejahteraan,” kata Adli. “Jika tidak, Aceh akan terus berada dalam kondisi aman, tetapi belum tentu nyaman.” [MM]

Tags: AcehDamaiM Adli AbdullahpodcastRefleksiTsunami
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia
Podcast

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

by SAGOE TV
August 3, 2026
Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri
Podcast

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

by SAGOE TV
June 30, 2026
Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan Pageu Gampong dan Benteng Keluarga
Podcast

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga

by SAGOE TV
June 30, 2026
Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh
Podcast

Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh

by SAGOE TV
June 30, 2026
Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data
Podcast

Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data

by SAGOE TV
June 26, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

3 Santriwati Insan Qurani Bawa Aceh Juara 1 Fahmil Qur’an MTQ Nasional 2026

3 Santriwati Insan Qurani Bawa Aceh Juara 1 Fahmil Qur’an MTQ Nasional 2026

September 18, 2026
Ratusan Warga Aceh Besar Antusias Berobat Gigi Gratis di Aksi Kaninus 16 FKG USK

Ratusan Warga Aceh Besar Antusias Berobat Gigi Gratis di Aksi Kaninus 16 FKG USK

September 19, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

September 14, 2026
AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

September 17, 2026
104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

September 15, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Tol Sibanceh 74 Km Segera Tersambung Penuh, Ruas Padang Tiji-Seulimeum Masuk Tahap Akhir

September 17, 2026
Dari Blang Padang hingga 7 Desa di TNGL, Ini Persoalan Tanah Aceh yang Dibawa ke DPR RI

Dari Blang Padang hingga 7 Desa di TNGL, Ini Persoalan Tanah Aceh yang Dibawa ke DPR RI

September 15, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

September 15, 2026

EDITOR'S PICK

Produk UMKM Aceh Besar Laris Manis di Venue PON XXI Aceh – Sumut

Produk UMKM Aceh Besar Laris Manis di Venue PON XXI Aceh – Sumut

September 17, 2024
Mirjawal Siap Maju Ketum PB PDHI, Bawa Gagasan agar Dokter Hewan Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Mirjawal Siap Maju Ketum PB PDHI, Bawa Gagasan agar Dokter Hewan Lebih Berdampak bagi Masyarakat

September 1, 2026
Bek Asing Persiraja Diragukan Tampil Lawan PSKC Cimahi

Bek Asing Persiraja Diragukan Tampil Lawan PSKC Cimahi

September 29, 2024
Penulis Buku Jejak Jokowi di Gayo: Joko Widodo Kerja di Aceh Setelah Tamat Kuliah

Penulis Buku Jejak Jokowi di Gayo: Joko Widodo Kerja di Aceh Setelah Tamat Kuliah

May 17, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.