• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pernikahan Dini, Tantangan dan Dampaknya terhadap Ketahanan Keluarga

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
March 16, 2025
in Podcast
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pernikahan Dini, Tantangan dan Dampaknya terhadap Ketahanan Keluarga

Podcast bersama Laila Juari, anggota Komite RPuK, dan Rukiyah Hanum, Ketua Majelis Hukum dan HAM PWA Aisyiyah. Foto: dok. SagoeTV

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Pernikahan di usia muda kerap menjadi perdebatan di masyarakat. Sebagian berpendapat bahwa menikah lebih awal dapat memengaruhi masa depan seseorang, baik dari segi pendidikan, karier, maupun kesehatan mental. Namun, tak sedikit yang meyakini bahwa menikah muda memberikan kesempatan membangun keluarga lebih dini dan tumbuh bersama pasangan.

Sebelum memutuskan menikah di usia muda, ada beberapa aspek penting yang perlu dipertimbangkan, terutama kesiapan mental dan emosional. Lantas, berapa usia ideal untuk menikah? Pertanyaan ini menjadi topik diskusi dalam podcast yang menghadirkan Laila Juari, anggota Komite RPuK, serta Rukiyah Hanum, Ketua Majelis Hukum dan HAM PWA Aisyiyah dipandu oleh Host Ihan Nurdin, Jumat (14/3/2025).

BACA JUGA

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

Gerakan perempuan telah berlangsung sejak lama. International Women’s Day (IWD) pertama kali diperingati di Amerika Serikat pada abad ke-19 dan terus menjadi agenda internasional hingga kini. Ini menunjukkan bahwa perjuangan perempuan masih relevan.

Gerakan ini bermula dari isu diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami perempuan, khususnya di dunia kerja. Pada awal abad ke-19 dan 20, buruh perempuan di Eropa dan Amerika menghadapi kesenjangan upah yang signifikan dibanding laki-laki, meski bekerja dalam jam yang sama atau lebih lama. Di Amerika, perempuan bahkan tidak memiliki hak pilih dalam pemilu.

Di Indonesia dan Aceh, isu ketidaksetaraan gender masih menjadi tantangan. Berbagai persoalan seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, dan diskriminasi masih kerap terjadi. Peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi momentum refleksi dan perjuangan agar perempuan mendapatkan hak yang lebih setara.

Ketahanan Keluarga dan Literasi Digital

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, komunitas perempuan di Aceh berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, termasuk diskusi yang diselenggarakan oleh Sago TV dan Balai Sura Urung Inong Aceh. Salah satu tema yang diangkat adalah ketahanan keluarga dan literasi digital, dua isu yang dianggap sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Ketahanan keluarga menjadi perhatian utama karena erat kaitannya dengan perlindungan perempuan. Sementara itu, literasi digital dinilai penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu perempuan, terutama dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, enam kabupaten di Aceh mencatat angka pernikahan dini yang cukup tinggi, yaitu Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Subulussalam, Gayo Lues, dan Aceh Barat. Jumlah kasus pernikahan dini di daerah tersebut mencapai 4.106 kasus.

Tingginya angka pernikahan dini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa fenomena ini masih tinggi? Secara psikologis, anak-anak yang menikah dini belum memiliki kesiapan untuk membangun rumah tangga. Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikan isu ini secara luas agar masyarakat lebih sadar akan dampaknya.

Secara hukum, seseorang dikategorikan sebagai anak jika berusia di bawah 18 tahun. Namun, di banyak daerah, praktik pernikahan anak masih marak terjadi.

Anak-anak yang menikah dini kerap belum matang secara psikologis maupun biologis. Mereka masih berada dalam fase perkembangan dan belum siap menghadapi kompleksitas kehidupan berumah tangga. Dalam beberapa kasus, anak-anak bahkan dinikahkan dengan pasangan yang jauh lebih tua. Penelitian di Aceh Utara menemukan bahwa dari enam keluarga yang diteliti, dua kasus pernikahan anak terjadi akibat perkosaan, sementara empat lainnya dilatarbelakangi faktor kemiskinan.

Dalam banyak kasus, pernikahan anak dijadikan solusi ekonomi bagi keluarga. Namun, keputusan ini sering kali berujung pada masalah yang lebih besar, seperti penelantaran keluarga, poligami, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pada kasus di mana suami jauh lebih tua, kekerasan dalam rumah tangga lebih banyak terjadi. Selain itu, anak perempuan yang menikah akibat perkosaan sering menghadapi stigma sosial yang justru memperburuk kondisi mereka.

Tingginya angka pernikahan anak di Aceh beriringan dengan tingginya angka kematian ibu dan bayi. Beberapa daerah dengan angka pernikahan anak tinggi, seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen, juga mencatatkan kasus kematian ibu dan bayi yang lebih tinggi dibanding daerah lain. Ini menunjukkan adanya korelasi antara pernikahan usia dini dan risiko kesehatan yang serius.

Pendidikan sebagai Solusi

Kurangnya pendidikan menjadi faktor utama yang mendorong pernikahan anak. Jika orang tua tidak memiliki pemahaman yang cukup, mereka cenderung mengulangi pola yang sama dengan menikahkan anak mereka di usia dini.

Pendidikan tentang kesehatan reproduksi perlu diperkuat, bukan dalam konteks mengajarkan hubungan seksual, melainkan untuk memberikan pemahaman tentang tubuh, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta risiko yang ditimbulkan oleh pernikahan dini.

Di era digital, tantangan semakin besar. Anak-anak dengan mudah mengakses informasi melalui media sosial, tetapi tanpa pendampingan yang memadai, risiko yang dihadapi juga semakin besar. Ironisnya, dalam kondisi seperti ini, sebagian anak justru dinikahkan, padahal mereka belum memiliki kemampuan untuk menyeleksi informasi digital, apalagi menjalankan tanggung jawab dalam rumah tangga.

Pernikahan anak bukanlah solusi, melainkan pemicu berbagai permasalahan, baik dari segi ekonomi, kesehatan, maupun sosial. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan keluarga dalam meningkatkan kesadaran serta kualitas pendidikan. Dengan demikian, pernikahan anak dapat dicegah dan ketahanan keluarga semakin kuat.

Tingginya angka kekerasan seksual menjadi perhatian serius. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap hal ini adalah akses yang tidak terkontrol terhadap konten yang tidak layak bagi anak-anak. Kurangnya pendampingan dari orang tua dalam mengakses media digital memperburuk keadaan.

Keluarga memiliki peran sentral dalam mengedukasi anak-anak mengenai pemanfaatan media digital secara bijak. Teknologi memang memudahkan akses informasi, tetapi tanpa bimbingan, risikonya semakin besar. Oleh karena itu, diskusi tentang literasi digital dan pencegahan pernikahan anak harus terus digalakkan guna membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. []

Tags: AnakKeluargaperempuanPernikahan Dinipodcastsagoetvwomen
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia
Podcast

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

by SAGOE TV
August 3, 2026
Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri
Podcast

Krisis Identitas Generasi Muda Aceh, Terjebak Algoritma dan Kian Asing dengan Budaya Sendiri

by SAGOE TV
June 30, 2026
Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan Pageu Gampong dan Benteng Keluarga
Podcast

Dunia Digital Kian Ruwet, Ulama dan Pakar Adat Aceh Serukan Penguatan ‘Pageu Gampong’ dan Benteng Keluarga

by SAGOE TV
June 30, 2026
Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh
Podcast

Darurat Predator Digital dan Lonjakan HIV di Banda Aceh

by SAGOE TV
June 30, 2026
Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data
Podcast

Jangan Asal Pamer KTP dan Paspor! Diskominfotik Banda Aceh Ingatkan Ancaman Pencurian Data

by SAGOE TV
June 26, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

Prof Arskal Salim: UIN Ar-Raniry Punya Modal Kuat Menuju World Class University

Prof Arskal Salim: UIN Ar-Raniry Punya Modal Kuat Menuju World Class University

May 7, 2025
Bertemu Dirut dan Pemred, SagoeTV Bahas Manajemen dan Bisnis Media ke Depan

Bertemu Dirut dan Pemred, SagoeTV Bahas Manajemen dan Bisnis Media ke Depan

February 15, 2025
USK dan WH Banda Aceh Gelar Sosialisasi Busana Syar’i di Lingkungan Kampus

USK dan WH Banda Aceh Gelar Sosialisasi Busana Syar’i di Lingkungan Kampus

October 1, 2025
PFI Aceh Siap Gelar Roadshow Pameran Foto Sumatera Bangkit

PFI Aceh Siap Gelar Roadshow Pameran Foto “Sumatera Bangkit”

July 21, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.