SAGOE TV | BANDA ACEH – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Aceh kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Dr. Tgk Baharuddin AR, M.Si., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry yang juga dikenal sebagai aktivis pergerakan, wafat pada Ahad, 21 September 2025, sekitar pukul 11.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh.
Kabar duka ini meninggalkan kesedihan mendalam, khususnya bagi kalangan akademisi, aktivis, dan masyarakat luas yang mengenal sosok almarhum. Jenazah disemayamkan di rumah duka, Komplek Tgk. Diblang Rukoh/Tanjung Selamat, Darussalam, Banda Aceh.
Almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan sangat dekat dengan berbagai kalangan. Ia bukan hanya seorang dosen, melainkan juga aktivis dakwah yang konsisten menyuarakan kebenaran. Pada masa konflik Aceh, namanya melekat sebagai “dosen gerakan”, lantang menyampaikan pandangan demi kebaikan masyarakat melalui media massa.
Selain kiprah di dunia akademik dan dakwah, Dr. Tgk Baharuddin AR juga meninggalkan jejak intelektual lewat sejumlah karya. Di antaranya buku Hukuman Cambuk bagi Prostitusi Online serta buku yang lebih awal, Aceh Antara Cinta dan Keangkuhan terbitan Bandar Publishing. Buku terakhir itu cukup ikonik, dengan sampul putih bergambar rencong Aceh yang terbalik, simbol refleksi mendalam terhadap perjalanan Aceh.
Almarhum baru saja meraih gelar doktor, menandai puncak perjuangan akademiknya. Namun, perjalanan hidupnya terhenti di tengah pengabdian yang masih panjang untuk dunia pendidikan dan masyarakat Aceh.
Kepergian Dr. Tgk Baharuddin AR, M.Si. meninggalkan pesan tentang cinta yang tulus kepada Aceh, keberanian menyuarakan kebenaran, serta keteladanan dalam kesederhanaan.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di sisi-Nya yang terbaik. Selamat jalan, seorang guru, aktivis, dan putra Aceh yang berakhlak mulia. []




















