BENER MERIAH | SAGOE TV – Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bener Meriah melonjak tajam pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut selama lebih dari tiga pekan terakhir. Kondisi ini semakin memberatkan warga, terutama masyarakat yang hingga kini masih terisolasi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Bencana Bener Meriah, Ilham Abdi, mengungkapkan bahwa sejumlah kebutuhan pokok mulai tersedia di pasaran, namun dijual dengan harga jauh di atas harga normal.
“Saat ini memang sudah mulai ada yang menjual beras, BBM, dan kebutuhan pokok lainnya. Namun harganya sangat jauh, bisa dua sampai tiga kali lipat dari harga biasa,” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Jumat (19/12/2025).
Ilham membenarkan bahwa lonjakan harga paling signifikan terjadi pada komoditas pangan dan energi. Ia menyebutkan, harga beras ukuran lima kilogram di sejumlah lokasi dijual dengan kisaran Rp300 ribu hingga Rp350 ribu per karung.
“Beras lima kilogram tadi saya dapat Rp300 ribu, itu hanya di satu tempat. Di tempat lain bisa sampai Rp350 ribu,” katanya.
Tak hanya beras, harga kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan tajam. Telur ayam dijual dengan harga Rp85 ribu per papan, bahkan di beberapa titik mencapai Rp120 ribu. Sementara itu, minyak goreng dijual Rp30 ribu per liter dan gula pasir Rp28 ribu per kilogram.
Kondisi serupa juga terjadi pada gas elpiji. Ilham menyebutkan harga gas elpiji 12 kilogram kini mencapai Rp700 ribu per tabung, sementara elpiji subsidi 3 kilogram dijual hingga Rp135 ribu per tabung.
Menurut Ilham, tingginya harga kebutuhan pokok ini dipicu oleh keterbatasan pasokan akibat akses transportasi yang belum sepenuhnya pulih. Hingga saat ini, sebanyak 36.045 warga Bener Meriah masih terisolasi akibat banjir dan longsor.
Warga terdampak tersebut tersebar di 59 desa yang berada di enam kecamatan, yakni Kecamatan Mesidah, Syiah Utama, Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Permata, dan Timang Gajah.
“Untuk listrik sudah mulai ada progres penambahan yang menyala, begitu juga jaringan internet. Sementara akses jalan Bireuen–Takengon saat ini sudah bisa dilewati kendaraan roda dua,” jelasnya.
Meski terdapat perkembangan pada pemulihan infrastruktur, Ilham menegaskan bahwa distribusi logistik dan stabilisasi harga masih menjadi tantangan besar. Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berupaya mempercepat penyaluran bantuan serta membuka akses ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara merata.[]




















