KETOL | SAGOE TV – Longsor yang terus menggerus tebing dan kian mendekati badan jalan utama di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyiapkan jalan alternatif sepanjang 1,5 kilometer. Langkah ini diambil sebagai antisipasi agar akses warga—terutama petani—tetap terjaga jika jalan utama sewaktu-waktu terputus akibat pergerakan tanah yang semakin meluas.
Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, pada Selasa (13/1/2026), melihat langsung pengerjaan jalan alternatif dalam rangka antisipasi putusnya jalan utama di Kampung Pondok Balik tersebut.
Dijelaskan bahwa fenomena longsor ini telah berlangsung beberapa tahun belakangan yang cukup meresahkan masyarakat. Terakhir, posisi longsoran hampir menyentuh badan jalan, tersisa kurang lebih 5 meter dari badan jalan.
Aliyono selaku Reje Kampung Pondok Balik mengatakan bahwa longsoran terus bertambah dari waktu ke waktu ditambah dengan guyuran hujan yang menyebabkan bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu semakin menambah luasan longsoran di tempat tersebut.
“Longsoran ini semakin lama semakin bertambah, jangankan hujan deras beberapa minggu yang lalu, diterpa angin saja longsoran bisa makin meluas karena struktur tanah di lokasi tersebut merupakan pasir” ujar Aliyono, dikutip dari laman resmi Pemkab Aceh Tengah, Jumat (16/1).
Longsor yang memiliki kedalaman kurang lebih 100 meter tersebut, mengkhawatirkan masyarakat karena terus mendekat ke jalan utama. Untuk itu, Aliyono berinisiatif melaporkan hal tersebut dan meminta pemerintah kabupaten untuk membersihkan jalan alternatif yang lebih aman.
Wabup Aceh Tengah Muchsin selepas meninjau lokasi kejadian langsung bergerak untuk melakukan monitoring pengerjaan pembersihan jalan alternatif. Jalan ini merupakan jalan lama yang jarang dilalui masyarakat sehingga membutuhkan pembersihan dan perbaikan. Ia mengatakan nantinya akan ada pengerasan untuk antisipasi jalan berlumpur pada saat hujan.
“Kita akan koordinasikan pengerasan jalan bersama Dinas PUPR untuk kenyamanan masyarakat yang menggunakan jalan pada saat hujan” kata Muchsin.
Nantinya, jalan yang memiliki panjang kurang lebih 1,5 kilometer tersebut menjadi alternatif masyarakat untuk melaksanakan aktifitas seperti mendistribusikan hasil panen ketika jalan utama tidak dapat dilalui.
Jalan ini dinilai menjadi penting karena masyarakat sekitar Kampung Pondok Balik didominasi oleh para petani, sehingga ketika jalan utama terputus mereka masih dapat mendistribusikan hasil panen melalui jalan alternatif. []




















