• Tentang Kami
Wednesday, October 14, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

SAGOE TV by SAGOE TV
October 14, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS' Team bersama perupa asal Prancis (Eva) dan Jepang (Sanae), beserta penggerak SPS Revival dan apresiator Aceh International Colaborative Art Exhibition 2026, SPs Universitas Syiah Kuala. Foto: dok. Ari Palawi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi
SPS Fellow – Lingkar Wali Sustainable Platform for Society; MACS Team, Sekolah Pascasarjana USK

Sebagai bagian dari tim persiapan pembukaan Program Magister Seni Kreatif dan Studi Kebudayaan (MACS) di Universitas Syiah Kuala, saya melihat gagasan ini bukan sekadar rencana menambah program magister. Ada peluang untuk mempertemukan seni kreatif, penelitian, dan berbagai disiplin ilmu guna menjawab persoalan nyata masyarakat. Seni dan kebudayaan tidak berdiri sendiri. Keduanya berhubungan dengan pendidikan, ekonomi, lingkungan, teknologi, sejarah, dan perubahan kehidupan manusia.

Kekuatan MACS justru terletak pada kemampuannya mempertemukan berbagai latar belakang keilmuan. Calon mahasiswa tidak harus berasal dari pendidikan seni. Seniman, antropolog, sejarawan, pendidik, teknolog, pekerja kreatif, dan profesional dapat bertemu melalui persoalan yang ingin mereka teliti atau kerjakan. Perbedaan latar belakang menjadi sumber pertukaran pengetahuan, tetapi tetap menuntut kesungguhan belajar, ketelitian metode, dan tanggung jawab akademik. Membuka pintu lebih lebar tidak berarti menurunkan standar.

BACA JUGA

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

Dalam pembicaraan tentang MACS, satu hal yang menurut saya perlu dirancang sejak awal ialah hubungan antara pendidikan dan kebutuhan hidup mahasiswa. Biaya hidup, perangkat kerja, bahan penciptaan, dan penelitian bukan perkara kecil. Agar tidak juga harus bersandar pada beasiswa semata, ekosistem “kerja-kreasi” justru patut dipertimbangkan sebagai bagian dari model keberlanjutan program. Penelitian, dokumentasi kebudayaan, pengarsipan digital, produksi kreatif, kurasi, dan layanan profesional dapat membuka peluang kerja sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa. Keahlian dosen, fasilitas USK, kemitraan, dan hibah dapat mendukung kegiatan tersebut melalui tata kelola yang sesuai dengan ketentuan universitas setingkat PTN-BH.

Pastinya, mahasiswa bukan tenaga operasional murah bagi program studi. Pekerjaan harus dibayar secara wajar, relevan dengan pengembangan kompetensi, dan tidak mengambil alih waktu kuliah, penelitian, serta penciptaan. MACS juga tidak boleh menggantungkan operasionalnya pada tenaga mahasiswa. Model bisnis harus menopang pendidikan, bukan menjadikan pendidikan sebagai alasan untuk memperoleh tenaga kerja murah.

Prinsip yang sama berlaku bagi mahasiswa yang telah mapan, memiliki jabatan, reputasi, atau jaringan profesional luas. Pengalaman mereka dapat memperkaya pembelajaran dan membuka peluang kolaborasi, tetapi kesibukan pribadi tidak boleh terus-menerus menentukan jadwal akademik. Pembelajaran hybrid merupakan pilihan metode, bukan pembebasan dari kewajiban belajar. Pengalaman profesional pun tidak otomatis menggantikan capaian akademik.

Peluang MACS dapat dilihat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Aceh. Kajian tentang Saman di Gayo Lues, misalnya, dapat mencakup regenerasi, pewarisan pengetahuan, dokumentasi, perubahan ruang hidup, dan penghidupan masyarakat. Pengalaman Cultural Nuances dapat dikembangkan menjadi penelitian, pertukaran pengetahuan, kolaborasi, dan kesempatan berkarya. Pendekatan lintas disiplin memungkinkan kegiatan semacam ini berkembang menjadi penelitian berkelanjutan, bahan pembelajaran, kemitraan, dan karya yang manfaatnya melampaui lingkungan kampus.

Dalam tim persiapan, tentu ada beragam pemikiran, kontribusi, dan tanggung jawab. Saya menghargai mereka yang telah memberikan waktu, membuka ruang diskusi, dan ikut mendorong gagasan ini. Sebagai anggota tim, saya juga merasa perlu menyampaikan bahwa dukungan dan kerja nyata harus dibedakan. Persetujuan terhadap gagasan belum menghasilkan kurikulum; komitmen belum otomatis memenuhi kebutuhan dosen dan homebase; sambutan positif belum menuntaskan persyaratan pembukaan. Yang menyenangkan tentu seketika setiap dukungan menjadi jelas pekerjaan dan pertanggung-jawabannya.

Dari keterlibatan dalam proses ini, ada satu kegelisahan yang menurut saya perlu kita hadapi bersama: jangan sampai kelanjutan MACS lebih ditentukan oleh preferensi atau kebiasaan kelembagaan selama ini diresahkan banyak pakar, melainkan murni atas penilaian atas kebutuhan dan kelayakannya. Pembukaan program memang harus melalui pemeriksaan akademik, administratif, dan finansial. Afdalnya, setiap kekurangan perlu dijelaskan bersama langkah untuk mengatasinya. Kehati-hatian semestinyalah membantu mematangkan keputusan, bukan menjadi pembiaran rencana yang seterusnya beku tanpa kepastian.

MACS tidak perlu diterima hanya karena diusulkan oleh tim. Sebaliknya, gagasan ini juga tidak semestinya diabaikan hanya karena menawarkan pendekatan yang belum lazim. Yang perlu diperiksa ialah kebutuhan yang hendak dijawab, sumber daya yang tersedia, pekerjaan yang harus diselesaikan, dan manfaat yang dapat diukur.

Sebagai bagian dari tim, saya ingin melihat ikhtiar ini bergerak dari percakapan menuju pekerjaan yang terukur, dari komitmen menuju tanggung jawab, dan dari rancangan menuju keputusan. MACS hanya dapat terwujud melalui kerja bersama yang nyata, dukungan kelembagaan yang jelas, dan keberanian menilai gagasan berdasarkan alasan akademik serta kebutuhan masyarakat.

Tags: Ari J. PalawiKebudayaanMACSMagisterSeniUniversitas Syiah KualaUSK
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Publik dalam Bayang Militerisme Urban
Opini

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

by SAGOE TV
October 5, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Hari Pancasila dan Harapan Rakyat
Opini

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

by SAGOE TV
October 1, 2026
Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK
Opini

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

by SAGOE TV
September 30, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK
Opini

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

by SAGOE TV
September 25, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

October 10, 2026
Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
LPS bayar klaim nasabah BPRS Aceh

LPS Bayar Rp46,80 Miliar Klaim Nasabah 4 BPRS di Aceh

October 8, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

October 11, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
PORA XV Aceh Jaya Diundur ke Mei 2027

PORA XV Aceh Jaya Diundur ke Mei 2027

October 8, 2026
Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

October 10, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026

EDITOR'S PICK

Fenomena Gen Z dan Tantangan Dakwah di Era Digital

Podcast SagoeTV Bersama Ustaz Muharril Ashary

March 8, 2025
Kepala Staf TNI AU Beri Penghargaan kepada Prajurit Lanud Sultan Iskandar Muda

Kepala Staf TNI AU Beri Penghargaan kepada Prajurit Lanud Sultan Iskandar Muda

April 9, 2025
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Nasional terhadap Virus Nipah

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Nasional terhadap Virus Nipah

February 6, 2026
Dampak Banjir-Longsor, Ratusan Destinasi Wisata dan Cagar Budaya Aceh Rusak

Dua Jembatan Bailey Rampung, Akses ke Aceh Tengah Kembali Terhubung

January 10, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.