• Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tradisi Khanduri Maulod di Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Literasi
Reading Time: 4 mins read
A A
0
perayaan maulid di aceh

Foto zikir maulid oleh Muradi via Unsplash

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Maturidi
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan Interdisciplinari Islamic Studies.

Aceh merupakan daerah yang mayoritas muslim, dimana Islam menjadi azas pokok dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini aspek ideologi struktural dan kultural bersenyawa dengan adat dan agama Islam. Bagi masyarakat Aceh, hubungan adat dengan agama sering di istilahkan dengan “Lagai Zat Ngon Sifeut”  (seperti zat dengan sifat),

artinya adat dengan agama dua hal yang tidak dapat dipisahkan, sehingga adat yang berkembang dalam masyarakat Aceh tidak boleh bertentangan dengan agama Islam. Oleh karena itu Aceh memiliki ragam tradisi  budaya Islam yang masih dilestarikan hingga saat ini. Budaya Aceh tersebut merupakan Implementasi dari nilai-nilai agama Islam yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

BACA JUGA

Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh

Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini

Salah satu tradisi budaya Islam yang masih dilestarikan di Aceh adalah tradisi Khanduri Maulod.  Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Bagi masyarakat Aceh Khanduri Maulod dapat dikatakan sebagai hari raya ketiga setelah hari raya Idul Fitri, Idul Adha. Masyarakatyang berada diperantauan biasanya akan Woe U Gampong (pulang kampung) pada saat tiga waktu.

Ada yang unik pada tradisi Khanduri Maulod di Aceh, di Aceh Khanduri Maulod biasanya dilaksanakan tiga bulan yaitu, bulan Rabiul Awal (maulod awai), Rabiul Akhir (maulod teungoh) dan pada bulan Jumadil Awal (maulod akhe). Lamanya waktu pelaksanaan maulid ini di satu sisi diyakini sebagai upaya untuk memberikan kepada berbagai lapisan masyarakat agar dapat memilih kapan waktunya yang tepat untuk melaksanakan kenduri tersebut. Di sisi yang lain juga dapat dibaca sebagai sebuah kemaslahatan yang akan dipilih oleh masyarakat untuk mempersiapkan diri secara baik dalam rangka menyambut peringatan maulod tersebut.

Baca Juga:  Bank Aceh Bhayangkara Run 2025: Event Lari Berhadiah Rp130 Juta, Daftar Sekarang!

Pada hari “Uroe Maulod”, masyarakat dengan ikhlas menyedekahkan makanan siap saji untuk dinikmati bersama yang dipusatkan di meunasah atau masjid setempat. Makanan yang disedekahkan masyarakat berupa nasi yang dibungkus dengan daun pisang berbentuk segi tiga yang dinamakan dengan “bue kulah” beserta lauk pauk mulai dari gulai ayam kampung, gulai kambing, gulai ikan, telur bebek, sayur nangka, buah-buahan, kue dan lainlain. Makanan-makanan tersebut dibungkus dengan tudung saji dan di atasnya biasa dilapisi dengan kain yang berwarna keemasan. Tudung saji tersebut berbentuk kerucut dengan warna dominan hijau, kuning, dan hitam yang dinamakan “Idang Meulapeh”.

Pada saat “Uroe Maulod”, representasi anak-anak yatim dan fakir miskin mendapat pelayanan khusus dari masyarakat sebagai wujud kecintaan mereka kepada golongan tersebut. Bahkan ada di beberapa daerah di Aceh, masyarakat disamping menyediakan kenduri secara maksimal, juga menyantuni mereka dengan sejumlah uang dan berbagai bingkisan lainnya untuk dibawa pulang. Tradisi ini hampir merata dilakukan di seluruh Aceh, karena momen tersebut sekaligus dapat bermakna ganda. Di satu sisi, terlaksananya acara kenduri maulid, namun di sisi yang lain dapat juga tersantuni anak-anak yatim dan fakir miskin yang juga merupakan refleksi dari anjuran Rasul yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

Dzikee Maulod
Prosesi maulid Nabi di sebagian daerah di Aceh biasanya diawali dengan kegiatan dzikir (meudzikee), sering diadakan di lapangan terbuka, terkadang juga kegiatan dzikir tersebut dilakukan di meunasah (musala). Dalam dzikir tersebut akan dibacakan kitab Barzanji. Barzanji adalah nama sebuah kitab yang berisikan tentang sejarah kehidupan Nabi Muhammad dalam bentuk syair. Di dalamnya dideskripsikan sejarah lengkap Nabi Muhammad sejak kelahiran, pengangkatannya sebagai Rasul, perjuangan dalam mengemban risalah, sampai wafatnya.

Baca Juga:  Mengenang Kontribusi Yusdarita dalam Pemulihan dan Perlindungan Perempuan Korban Kekerasan di Bener Meriah

Namun menurut catatan Kaptein (1994) perayaan maulid dimulai pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir, masa Mu’iz Lidinillah (953-975 M). sedangkan pembacaan “Barzanji” dimulai pada masa Salahuddin al-Ayyubi (1138-1193 M) dengan maksud untuk mengobarkan semangat melawan tentara salib, maka diadakanlah sayembara, puji-pujian dan biografi Rasulullah yang kemudian dimenangkan oleh as-Sayyid Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim al-Barzanji (1126–1184 M) seorang mufti Syafi’i di Kota Madinah al-Munawwarah. Karya Ja’far al-Barzanji inilah yang kemudian banyak dibaca sebagai teks yang otoritatif tentang sejarah Nabi di seluruh belahan dunia termasuk di kepulauan Nusantara sampai saat ini setiap kali perayaan Maulid.

Pembacaan barzanji dalam perayaan maulid di Aceh, biasanya lebih banyak dilakukan dalam Bahasa Aceh meskipun juga ada dalam bahasa Arab dilakukan oleh kelompok  dzikee. Sistem pembacaan dipimpin oleh syekh atau khalifah yang diikuti oleh anggotanya atau jamaahnya. Jamaah mengikuti bacaan bait pertama dari setiap bab kitab Barzanji yang dibaca oleh khalifah. Sistem pembacaannya dimulai dengan pembacaan khalifah terhadap bait pertama dan diikuti oleh jamaah. Selanjutnya, khalifah membaca bait kedua, dan jamaah tetap mengulangi bait pertama. Demikian selanjutnya hingga khalifah menghabiskan seluruh bait dari setiap bab, sementara jamaah tetap membaca bait pertamanya saja.

Kelompok dzikiee duduk berbaris dua saling berhadapan sambil duduk bersila dengan memakai baju koko (baju muslim) atau batik seragam. Kadangkadang mereka mengangguk-anggukkan kepala, bahu dan badan seperti orang sedang menari rapai (tari tradisional Aceh). Ada juga yang dilakukan dengan cara yang memang mirip tarian. Terkadang mereka bergerak maju mundur sembari berangkulan. Dengan posisi kepala juga sesekali menunduk, mengangkat, dan seterusnya. Menariknya, jika memperhatikan ekspresi wajah pelaku dzikir tersebut, mereka seperti mengalami ekstasi (fana, dalam terminologi sufistik). Mereka takkan merasakan sakit andaipun dalam proses dzikir.

Baca Juga:  Perkuat Peran Kampus dalam Pengembangan Desa, UIN Ar-Raniry Kembangkan UMD Corner

Dakwah Islamiah
Pada malam hari sebagai kegiatan puncak Maulod, masyarakat mengadakan dakwah Islamiah yang berisikan tentang sirah Nabawiyah yang disampaikan oleh salah seorang ulama atau da’i terkenal, baik dalam kalangan masyarakat Aceh atau undangan dari luar Aceh. Tujuan ceramah tentang sirah nabawiyyah ini adalah untuk dijadikan sebagai ibrah oleh masyarakat Aceh dalam menata kehidupan dan meneladani sifat-sifat Rasulullah saw. dalam hidup keseharian. Biasanya masyarakat mengundang penceramah yang terkenal pada level kabupaten, provinsi, bahkan nasional, sesuai dengan kemampuan keuangan panitia.

Ceramah diadakan pada malam hari, semua masyarakat di gampong tersebut datang menghadiri dan demikian juga dari gampong tetangga. Ceramah di beberapa daerah bahkan ada yang dilakukan sampai tiga malam berturutturut dengan penceramah yang berbeda-beda. Meskipun tiga malam tetapi masyarakat masih ramai yang menghadirinya. Hidangan makanan hanya kue, kopi, teh dan air mineral sekedarnya saja. Itupun hanya untuk yang duduk di kursi dekat mimbar penceramah, sedangkan undangan yang berdiri di luar tidak disuguhi hidangan.

Sarana yang dipersiapkan untuk dakwah akbar berupa mimbar da’i juga tidak luput dari sentuhan seniman-seniman remaja setempat. Di samping itu disediakan pula berbagai jenis teratak untuk tempat para undangan yang akan mendengarkan ceramah atau dakwah maulod tersebut. Kegiatan ceramah biasanya diadakan sesudah salat Isya sampai jam 10:30-11:00 malam. Sebelum ceramah dimulai dengan pembacaan ayat al-Qur’an, yang dibacakan oleh qari atau qariah tingkat kabupaten atau provinsi bahkan nasional dan internasional. Kemudian diikuti sambutan pejabat setempat, keuchik (kepala desa), camat, bupati atau yang hadir pada saat itu. Materi ceramah berisi tentang sejarah dan peran Rasulullah saw, terkadang dikaitkan dengan isu-isu, masalah masyarakat yang sedang berkembang pada saat itu.[]

Tags: acehMaulodTradisi Khanduri
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh
Literasi

Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini
Literasi

Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Mendikdasmen di Munas IKAPI PR Siswa Harus Mengajak Membaca dan Menulis, Bukan Sekadar Mengerjakan Soal
Literasi

Mendikdasmen di Munas IKAPI: PR Siswa Harus Mengajak Membaca dan Menulis, Bukan Sekadar Mengerjakan Soal

by SAGOE TV
November 21, 2025
Profesor Hasbi Amiruddin Terbitkan Novel ‘Derai Doa di Langit-Langit Dayah’
Literasi

Profesor Hasbi Amiruddin Terbitkan Novel ‘Derai Doa di Langit-Langit Dayah’

by SAGOE TV
November 15, 2025
UIN Ar-Raniry Gagas Ensiklopedia Aceh untuk Merekam Sejarah, Budaya, dan Keteladanan Tokoh Lokal
Literasi

UIN Ar-Raniry Gagas Ensiklopedia Aceh untuk Merekam Sejarah, Budaya, dan Keteladanan Tokoh Lokal

by SAGOE TV
November 6, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih, Ini Daftar Namanya

January 12, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Jurnalis asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

Jurnalis Asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

January 14, 2026
Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

January 14, 2026
Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

January 9, 2026
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

January 11, 2026
Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

January 14, 2026
Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

December 20, 2025
Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

January 12, 2026

EDITOR'S PICK

Mualem Start Distribusi Logistik, Aceh Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Gubernur Aceh Instruksikan Bupati/Wali Kota Siaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

November 21, 2025
Kabareskrim Wahyu Widada Tegaskan Usut Kasus Teror ke Kantor Tempo

Kabareskrim Wahyu Widada Tegaskan Usut Kasus Teror ke Kantor Tempo

March 24, 2025
Warga Lhoknga dan Cot Lamkuweueh Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh Berdasarkan Kalender Hijriah

Warga Lhoknga dan Cot Lamkuweuh Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh Berdasarkan Kalender Hijriah

May 16, 2025
Australia dan Indonesia Luncurkan Hibah Penelitian Transisi Energi

Australia dan Indonesia Luncurkan Hibah Penelitian Transisi Energi

March 12, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.