• Tentang Kami
Wednesday, July 22, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Realitas di Aceh Lebih ‘Bid’ah’ dari Filmnya

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
April 18, 2025
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Realitas di Aceh Lebih ‘Bid’ah’ dari Filmnya

Tgk. Haekal Afifa, mantan Ketua Majelis Akreditasi Dayah (MADA) dalam diksusi Film Bid'ah yang digelar PB RTA, Selasa (15/4/2025).

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Film Bid’ah memicu perdebatan publik terkait isu kekerasan seksual di institusi keagamaan. Namun bagi Tgk. Haekal Afifa, mantan Ketua Majelis Akreditasi Dayah (MADA) Aceh, realita yang terjadi di Aceh jauh lebih memprihatinkan dari film tersebut. Ia menilai, predator seksual tak mengenal identitas, termasuk di lingkungan dayah.

Hal itu diungkapkan Tgk. Haekal yang juga Pendiri Institut Peradaban Aceh (IPA) dalam diskusi tentang film Bid’ah atau yang populer belakangan ini karena menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. “Namun, menurut saya pribadi, film ini justru menjadi cerminan dari realitas sosial yang terjadi di sekitar kita, khususnya di Aceh,” ujarnya dalam diskusi digelar Pengurus Besar Rabithah Thaliban Aceh (PB RTA) Selasa (15/4/2025), sebagaimana ditayang Podcast Sagoe TV pada Kamis (17/4).

BACA JUGA

Wagub Aceh Bahas Masa Depan PTS, Beasiswa hingga Peningkatan Kualitas Dosen

Warga Isi BBM di Aceh Tenggara Kini Wajib Tunjukkan STNK, Ini Aturan Lengkapnya

Haekal menegaskan bahwa jika menyoal apakah praktik yang ditampilkan dalam film itu adalah bid’ah, saya sepakat—bahkan lebih dari sekadar bid’ah, karena hal itu merupakan bentuk nyata kemungkaran. Film ini mengangkat kisah fiksi, namun yang ia pantulkan adalah cermin atas problematika serius yang sedang kita hadapi di ruang-ruang tertutup, terutama di lingkungan berasrama seperti dayah atau pesantren.

Menurutnya, masyarakat sering terkejut karena merasa “isu seperti ini tidak ada di Aceh.” Padahal, persoalan predator seksual juga ada di sini. “Bahkan, dalam catatan kami saat saya menjabat di Majelis Akreditasi Dayah, terdapat 7 hingga 8 dayah yang tersandung kasus pelecehan seksual terhadap santri, baik oleh pimpinan maupun dewan guru,” ungkapnya dengan nada sedih penuh serius.

Yang menjadi sorotan, kata Pemerhati Dayah dan Aktivis Perlindungan Santri Aceh ini adalah bahwa praktik predator seksual ini tidak memiliki agama, warna, atau identitas tertentu. Ia bisa terjadi di dayah salafiyah, dayah khalafiyah, bahkan di institusi pendidikan umum seperti kampus atau lembaga asrama seperti polisi dan militer. Namun ketika terjadi di dayah, sorotan publik menjadi lebih tajam karena dayah diposisikan sebagai penjaga moral umat. “Sama seperti polisi; ketika melanggar hukum, efek sosialnya lebih besar karena ia adalah simbol hukum itu sendiri” papar dia memberi tamsilan.

Para pemateri dalam diskusi Film Bidaah dan Serbuan Predator Seksual di Aceh yang digelar PB RTA, Selasa (15/4/2025).

Ia mengaku menyesal bahwa banyak kasus ditutup rapat-rapat. Bahkan, pernah terjadi satu kasus di Pidie Jaya, di mana pihak korban justru ditekan oleh aparat gampong, mukim, hingga camat, agar tidak menyebarkan informasi. Pelaku malah dilindungi, sementara korban harus dipindahkan. Ini adalah bentuk kemungkaran yang nyata.

Dari sisi regulasi, lanjut Alumni Dayah MUDI Mekkar Bekasi ini bahwa Qanun Dayah Aceh Nomor 9 Tahun 2018 memang sudah ada. Namun, dari 27 Peraturan Gubernur (Pergub) yang seharusnya diturunkan dari kanun tersebut, hanya 6 atau 7 yang terealisasi. Tidak ada Pergub tentang Renstra (rencana strategis), tidak ada tentang pengawasan, bahkan tidak ada kewenangan bagi pemerintah untuk mencabut izin operasional dayah bermasalah. Akhirnya, Majelis Akreditasi Dayah hanya bisa melakukan blocking terhadap usulan akreditasi dari dayah yang terbukti bermasalah.

Hal lainnya, kata dia, banyak alumni dayah yang membuka lembaga sendiri tanpa pengawasan dari dayah induk. Ini berbahaya. Apalagi jika secara moral, ilmu, dan spiritualitas belum selesai. Ada juga pola rekrutmen dewan guru di banyak dayah yang masih longgar. Siapa saja bisa masuk mengajar tanpa filter kuat. Ini membuka celah masuknya oknum yang tidak aman bagi anak-anak.

Dalam kondisi demikian, tidak mengherankan jika korban-korban lebih memilih mencari perlindungan ke lembaga bantuan hukum seperti LBH. Karena di internal dayah belum tersedia sistem advokasi dan perlindungan korban yang bisa diandalkan.

Film yang dianggap “bid’ah” oleh sebagian pihak itu, menurut saya justru berhasil menyentil kita untuk berani bersuara tentang hal-hal yang lebih bid’ah dari film itu sendiri. Kita perlu membuka mata dan telinga, serta memperkuat langkah preventif—baik melalui pengawasan internal dayah, penguatan regulasi, maupun edukasi tentang perlindungan anak dalam sistem pendidikan berasrama. []

 

Tags: acehBid'ahBidaahDiskusiFilmMalaysia
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Wagub Aceh Bahas Masa Depan PTS, Beasiswa hingga Peningkatan Kualitas Dosen
News

Wagub Aceh Bahas Masa Depan PTS, Beasiswa hingga Peningkatan Kualitas Dosen

by SAGOE TV
July 21, 2026
Warga Isi BBM di Aceh Tenggara Kini Wajib Tunjukkan STNK, Ini Aturan Lengkapnya
News

Warga Isi BBM di Aceh Tenggara Kini Wajib Tunjukkan STNK, Ini Aturan Lengkapnya

by Zuhri Noviandi
July 21, 2026
Wagub Aceh Terima Silaturahmi Tim PPHD, Apresiasi Dedikasi Petugas Haji Aceh
News

Wagub Aceh Terima Silaturahmi Tim PPHD, Apresiasi Dedikasi Petugas Haji Aceh

by SAGOE TV
July 21, 2026
UKM PA Leuser USK Ikut Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Banda Aceh, Upaya Cegah Abrasi
News

UKM PA Leuser USK Ikut Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Banda Aceh, Upaya Cegah Abrasi

by SAGOE TV
July 21, 2026
IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya
News

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

by SAGOE TV
July 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Kardo National Qualifier Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

Kardo National Qualifier: Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

July 21, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

July 17, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Muhammad Dahlan, Praktisi Migas Asal Aceh yang Mendunia

Muhammad Dahlan, Praktisi Migas Asal Aceh yang Mendunia

March 11, 2025

EDITOR'S PICK

Apa Itu One Health? Pendekatan yang Dipilih USK untuk Pemulihan Pascabanjir Aceh

Apa Itu One Health? Pendekatan yang Dipilih USK untuk Pemulihan Pascabanjir Aceh

February 6, 2026
Yayasan Nurjiwa Malaysia Serahkan Tiga Truk Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Yayasan Nurjiwa Malaysia Serahkan Tiga Truk Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

December 18, 2025
Pidie Jaya Perkuat Ingatan Kolektif, Tugu Memorialisasi Cot Keng Jadi Aset Daerah

Pidie Jaya Perkuat Ingatan Kolektif, Tugu Memorialisasi Cot Keng Jadi Aset Daerah

May 15, 2025
Mahasiswa KPM-PKM FDK UIN Ar-Raniry Gelar Kenduri dan Ramah Mesra di Derang, Malaysia

Mahasiswa KPM-PKM FDK UIN Ar-Raniry Gelar Kenduri dan Ramah Mesra di Derang, Malaysia

April 27, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.