• Tentang Kami
Tuesday, June 16, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tradisi Khanduri Maulod di Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Literasi
Reading Time: 4 mins read
A A
0
perayaan maulid di aceh

Foto zikir maulid oleh Muradi via Unsplash

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Maturidi
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan Interdisciplinari Islamic Studies.

Aceh merupakan daerah yang mayoritas muslim, dimana Islam menjadi azas pokok dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini aspek ideologi struktural dan kultural bersenyawa dengan adat dan agama Islam. Bagi masyarakat Aceh, hubungan adat dengan agama sering di istilahkan dengan “Lagai Zat Ngon Sifeut”  (seperti zat dengan sifat),

artinya adat dengan agama dua hal yang tidak dapat dipisahkan, sehingga adat yang berkembang dalam masyarakat Aceh tidak boleh bertentangan dengan agama Islam. Oleh karena itu Aceh memiliki ragam tradisi  budaya Islam yang masih dilestarikan hingga saat ini. Budaya Aceh tersebut merupakan Implementasi dari nilai-nilai agama Islam yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

BACA JUGA

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

Salah satu tradisi budaya Islam yang masih dilestarikan di Aceh adalah tradisi Khanduri Maulod.  Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Bagi masyarakat Aceh Khanduri Maulod dapat dikatakan sebagai hari raya ketiga setelah hari raya Idul Fitri, Idul Adha. Masyarakatyang berada diperantauan biasanya akan Woe U Gampong (pulang kampung) pada saat tiga waktu.

Ada yang unik pada tradisi Khanduri Maulod di Aceh, di Aceh Khanduri Maulod biasanya dilaksanakan tiga bulan yaitu, bulan Rabiul Awal (maulod awai), Rabiul Akhir (maulod teungoh) dan pada bulan Jumadil Awal (maulod akhe). Lamanya waktu pelaksanaan maulid ini di satu sisi diyakini sebagai upaya untuk memberikan kepada berbagai lapisan masyarakat agar dapat memilih kapan waktunya yang tepat untuk melaksanakan kenduri tersebut. Di sisi yang lain juga dapat dibaca sebagai sebuah kemaslahatan yang akan dipilih oleh masyarakat untuk mempersiapkan diri secara baik dalam rangka menyambut peringatan maulod tersebut.

Pada hari “Uroe Maulod”, masyarakat dengan ikhlas menyedekahkan makanan siap saji untuk dinikmati bersama yang dipusatkan di meunasah atau masjid setempat. Makanan yang disedekahkan masyarakat berupa nasi yang dibungkus dengan daun pisang berbentuk segi tiga yang dinamakan dengan “bue kulah” beserta lauk pauk mulai dari gulai ayam kampung, gulai kambing, gulai ikan, telur bebek, sayur nangka, buah-buahan, kue dan lainlain. Makanan-makanan tersebut dibungkus dengan tudung saji dan di atasnya biasa dilapisi dengan kain yang berwarna keemasan. Tudung saji tersebut berbentuk kerucut dengan warna dominan hijau, kuning, dan hitam yang dinamakan “Idang Meulapeh”.

Pada saat “Uroe Maulod”, representasi anak-anak yatim dan fakir miskin mendapat pelayanan khusus dari masyarakat sebagai wujud kecintaan mereka kepada golongan tersebut. Bahkan ada di beberapa daerah di Aceh, masyarakat disamping menyediakan kenduri secara maksimal, juga menyantuni mereka dengan sejumlah uang dan berbagai bingkisan lainnya untuk dibawa pulang. Tradisi ini hampir merata dilakukan di seluruh Aceh, karena momen tersebut sekaligus dapat bermakna ganda. Di satu sisi, terlaksananya acara kenduri maulid, namun di sisi yang lain dapat juga tersantuni anak-anak yatim dan fakir miskin yang juga merupakan refleksi dari anjuran Rasul yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

Dzikee Maulod
Prosesi maulid Nabi di sebagian daerah di Aceh biasanya diawali dengan kegiatan dzikir (meudzikee), sering diadakan di lapangan terbuka, terkadang juga kegiatan dzikir tersebut dilakukan di meunasah (musala). Dalam dzikir tersebut akan dibacakan kitab Barzanji. Barzanji adalah nama sebuah kitab yang berisikan tentang sejarah kehidupan Nabi Muhammad dalam bentuk syair. Di dalamnya dideskripsikan sejarah lengkap Nabi Muhammad sejak kelahiran, pengangkatannya sebagai Rasul, perjuangan dalam mengemban risalah, sampai wafatnya.

Namun menurut catatan Kaptein (1994) perayaan maulid dimulai pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir, masa Mu’iz Lidinillah (953-975 M). sedangkan pembacaan “Barzanji” dimulai pada masa Salahuddin al-Ayyubi (1138-1193 M) dengan maksud untuk mengobarkan semangat melawan tentara salib, maka diadakanlah sayembara, puji-pujian dan biografi Rasulullah yang kemudian dimenangkan oleh as-Sayyid Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim al-Barzanji (1126–1184 M) seorang mufti Syafi’i di Kota Madinah al-Munawwarah. Karya Ja’far al-Barzanji inilah yang kemudian banyak dibaca sebagai teks yang otoritatif tentang sejarah Nabi di seluruh belahan dunia termasuk di kepulauan Nusantara sampai saat ini setiap kali perayaan Maulid.

Pembacaan barzanji dalam perayaan maulid di Aceh, biasanya lebih banyak dilakukan dalam Bahasa Aceh meskipun juga ada dalam bahasa Arab dilakukan oleh kelompok  dzikee. Sistem pembacaan dipimpin oleh syekh atau khalifah yang diikuti oleh anggotanya atau jamaahnya. Jamaah mengikuti bacaan bait pertama dari setiap bab kitab Barzanji yang dibaca oleh khalifah. Sistem pembacaannya dimulai dengan pembacaan khalifah terhadap bait pertama dan diikuti oleh jamaah. Selanjutnya, khalifah membaca bait kedua, dan jamaah tetap mengulangi bait pertama. Demikian selanjutnya hingga khalifah menghabiskan seluruh bait dari setiap bab, sementara jamaah tetap membaca bait pertamanya saja.

Kelompok dzikiee duduk berbaris dua saling berhadapan sambil duduk bersila dengan memakai baju koko (baju muslim) atau batik seragam. Kadangkadang mereka mengangguk-anggukkan kepala, bahu dan badan seperti orang sedang menari rapai (tari tradisional Aceh). Ada juga yang dilakukan dengan cara yang memang mirip tarian. Terkadang mereka bergerak maju mundur sembari berangkulan. Dengan posisi kepala juga sesekali menunduk, mengangkat, dan seterusnya. Menariknya, jika memperhatikan ekspresi wajah pelaku dzikir tersebut, mereka seperti mengalami ekstasi (fana, dalam terminologi sufistik). Mereka takkan merasakan sakit andaipun dalam proses dzikir.

Dakwah Islamiah
Pada malam hari sebagai kegiatan puncak Maulod, masyarakat mengadakan dakwah Islamiah yang berisikan tentang sirah Nabawiyah yang disampaikan oleh salah seorang ulama atau da’i terkenal, baik dalam kalangan masyarakat Aceh atau undangan dari luar Aceh. Tujuan ceramah tentang sirah nabawiyyah ini adalah untuk dijadikan sebagai ibrah oleh masyarakat Aceh dalam menata kehidupan dan meneladani sifat-sifat Rasulullah saw. dalam hidup keseharian. Biasanya masyarakat mengundang penceramah yang terkenal pada level kabupaten, provinsi, bahkan nasional, sesuai dengan kemampuan keuangan panitia.

Ceramah diadakan pada malam hari, semua masyarakat di gampong tersebut datang menghadiri dan demikian juga dari gampong tetangga. Ceramah di beberapa daerah bahkan ada yang dilakukan sampai tiga malam berturutturut dengan penceramah yang berbeda-beda. Meskipun tiga malam tetapi masyarakat masih ramai yang menghadirinya. Hidangan makanan hanya kue, kopi, teh dan air mineral sekedarnya saja. Itupun hanya untuk yang duduk di kursi dekat mimbar penceramah, sedangkan undangan yang berdiri di luar tidak disuguhi hidangan.

Sarana yang dipersiapkan untuk dakwah akbar berupa mimbar da’i juga tidak luput dari sentuhan seniman-seniman remaja setempat. Di samping itu disediakan pula berbagai jenis teratak untuk tempat para undangan yang akan mendengarkan ceramah atau dakwah maulod tersebut. Kegiatan ceramah biasanya diadakan sesudah salat Isya sampai jam 10:30-11:00 malam. Sebelum ceramah dimulai dengan pembacaan ayat al-Qur’an, yang dibacakan oleh qari atau qariah tingkat kabupaten atau provinsi bahkan nasional dan internasional. Kemudian diikuti sambutan pejabat setempat, keuchik (kepala desa), camat, bupati atau yang hadir pada saat itu. Materi ceramah berisi tentang sejarah dan peran Rasulullah saw, terkadang dikaitkan dengan isu-isu, masalah masyarakat yang sedang berkembang pada saat itu.[]

Tags: acehMaulodTradisi Khanduri
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya
Literasi

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

by SAGOE TV
April 13, 2026
Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Istiqlal, Angkat Sosok Nasaruddin Umar
Literasi

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

by SAGOE TV
April 6, 2026
Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK
Literasi

Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK

by Anna Rizatil
April 2, 2026
Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh
Literasi

Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini
Literasi

Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

June 15, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Mungkin yang kurang bukan acara Catatan tentang Banda Aceh, ruang perjumpaan, dan hal-hal yang terus dimulai dari awal

Mungkin Yang Kurang Bukan Acara

June 10, 2026
Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU

Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

June 9, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025

EDITOR'S PICK

Wagub Buka Puasa Bersama Bupati-Wali Kota di Masjid Kebanggaan Aceh: Pererat Silaturahmi

Wagub Buka Puasa Bersama Bupati-Wali Kota di Masjid Kebanggaan Aceh: Pererat Silaturahmi

March 17, 2025
Istri Wakil Gubernur Aceh Temui PP HIMPAUDI di Jakarta, Bahas Kesetaraan Guru PAUD

Istri Wakil Gubernur Aceh Temui PP HIMPAUDI di Jakarta, Bahas Kesetaraan Guru PAUD

June 2, 2025
Abu Lamkawe Meninggal Dunia, Pj Gubernur Aceh Sampaikan Dukacita Mendalam

Abu Lamkawe Meninggal Dunia, Pj Gubernur Aceh Sampaikan Dukacita Mendalam

November 8, 2024
Obituari Drh. Ilman MS

Obituari Drh. Ilman MS

February 28, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.