BANDA ACEH | SAGOE TV – Hujan deras mengguyur Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Kota Banda Aceh, Kamis sore, 29 Januari 2026. Namun ribuan tenaga honorer tetap bertahan di lapangan dan tribun, menanti penyerahan Surat Keputusan pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.
Sore yang basah itu menjadi titik balik bagi ribuan aparatur, dari tahun-tahun pengabdian dalam ketidakpastian menuju pengakuan resmi atas kerja yang selama ini mereka jalani.
Ketika Gubernur Mualem melangkah ke hadapan massa, suasana kian bergelora. Ribuan honorer mengerumuninya–sekadar bersalaman, mengabadikan foto, hingga meneriakkan dukungan. Sorak “Hidup Mualem” menggema di seluruh stadion, bersahut-sahutan dengan suara hujan yang semakin deras.
Bagi para honorer, SK yang diterima bukan sekadar dokumen administratif. Ia menjadi simbol pengakuan atas pengabdian panjang yang sering dijalani tanpa jaminan masa depan. Penantian itu akhirnya menemukan ujungnya.
Dalam sambutannya, Mualem mengingatkan bahwa pengangkatan sebagai PPPK paruh waktu harus disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan, para honorer yang kini berstatus PPPK paruh waktu dituntut bekerja sungguh-sungguh karena peran aparatur sangat dibutuhkan untuk membangun Aceh ke arah yang lebih baik.
Mualem juga mengungkapkan bahwa pengangkatan tersebut merupakan hasil dari upaya dan lobi yang terus ia lakukan ke Pemerintah Pusat, terutama dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri PAN-RB Rini Widyantini.
Menurutnya, langkah itu diambil sebagai bentuk komitmen untuk menekan angka pengangguran di Aceh. Mualem turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, terutama kepada Menteri Sekretaris Negara dan Menteri PAN-RB.
“Kita tak ingin pengangguran semakin bertambah di Aceh. Oleh sebab itu kita berupaya keras agar semua honorer di bawah Pemerintah Aceh bisa menjadi PPPK,” ujar Mualem.
Pemerintah Aceh diketahui mengangkat sebanyak 5.486 tenaga kontrak yang tersebar di seluruh satuan kerja, baik yang bertugas di Banda Aceh maupun di berbagai kabupaten dan kota.
Sore itu, hujan memang membasahi stadion. Namun bagi ribuan honorer, yang mereka rasakan justru kelegaan. Di tengah derasnya air dari langit, harapan yang lama tertahan akhirnya menemukan jalannya. []




















