• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

Mukhlisuddin Ilyas by Mukhlisuddin Ilyas
June 6, 2026
in Opini
Reading Time: 5 mins read
A A
0
Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

Dr. Mukhlisuddin Ilyas. Foto: arsip pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr. Mukhlisuddin Ilyas
Ketua IKAPI Aceh

Situasi politik dan ekonomi Indonesia belakangan ini memperlihatkan dinamika yang tidak sederhana. Di tengah optimisme yang terus disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan, terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa pemerintahan saat ini sedang menghadapi tantangan yang cukup berat. Pasar keuangan bergerak fluktuatif, daya beli masyarakat susah, dunia usaha menghadapi ketidakpastian, dan berbagai survei menunjukkan adanya gejala penurunan kepercayaan publik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Tentu, menyebut kondisi ini sebagai sebuah krisis besar mungkin terlalu dini. Namun, menutup mata terhadap berbagai persoalan yang sedang berkembang juga bukan pilihan. Pemerintahan Prabowo saat ini sedang berada pada fase yang sangat menentukan. Setiap kebijakan yang diambil akan menentukan apakah Indonesia mampu keluar dari tekanan ekonomi atau justru terjebak dalam persoalan yang lebih rumit.

BACA JUGA

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

Di berbagai ruang diskusi, mulai dari kampus, media, hingga kelompok masyarakat sipil, mulai muncul pertanyaan yang sama, apakah arah kebijakan pemerintah saat ini sudah tepat? Kritik terhadap sejumlah program nasional semakin terdengar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih misalnya, dipandang sebagian kalangan sebagai program yang menyerap anggaran negara dalam jumlah besar, tetapi belum menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan terhadap masyarakat bawah.

Dalam negara demokrasi, kritik seperti ini adalah sesuatu yang wajar. Justru kritik menjadi alarm agar pemerintah dapat melakukan evaluasi dan koreksi sebelum persoalan menjadi semakin besar.

Elite Nasional Dinamis

Selain tantangan ekonomi, dinamika politik nasional juga sedang menarik untuk dicermati. Hubungan antar-elite bangsa masih memperlihatkan ketegangan yang sesekali muncul ke permukaan. Publik menyaksikan bagaimana hubungan antara tokoh-tokoh besar bangsa tidak selalu berjalan harmonis.

Konfigurasi politik yang melibatkan tokoh seperti Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, Jusuf Kalla, hingga Prabowo Subianto menunjukkan bahwa politik Indonesia selalu bergerak dinamis. Konflik, perbedaan pandangan, hingga rivalitas merupakan bagian dari perjalanan demokrasi.

Namun, sejarah Indonesia menunjukkan satu hal penting. Ketika negara menghadapi ancaman serius, para elite bangsa pada akhirnya akan menemukan titik temu. Mereka mungkin berbeda dalam strategi dan kepentingan politik temporer, tetapi memiliki kesadaran yang sama bahwa stabilitas Indonesia harus lebih utama untuk dijaga.

Pengalaman reformasi 1998 menjadi bukti bahwa pergantian kepemimpinan dapat terjadi, tetapi negara tetap berdiri kokoh. Indonesia memiliki sistem yang jauh lebih matang dibandingkan masa lalu. Karena itu, berbagai spekulasi tentang keruntuhan negara sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh emosi politik ketimbang realitas geopolitik.

Dalam konteks ini, para elite nasional tentu memahami bahwa jika pemerintahan mengalami guncangan besar, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Presiden Prabowo, tetapi juga oleh seluruh sistem politik nasional.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Presiden Prabowo saat ini menghadapi kritik dari berbagai kelompok masyarakat. Kelompok pengusaha mengeluhkan perlambatan ekonomi yang berdampak pada dunia investasi dan bisnis. Banyak pelaku usaha menilai iklim ekonomi belum cukup kondusif untuk mendorong ekspansi usaha secara agresif.

Pemerintah daerah juga menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Sejumlah gubernur, bupati, dan wali kota harus menyesuaikan program pembangunan dengan keterbatasan fiskal yang ada.

Di tingkat desa, muncul keluhan mengenai berkurangnya ruang fiskal yang sebelumnya dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan lokal. Kepala desa di berbagai daerah merasa semakin terbatas dalam menjalankan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sementara itu, masyarakat kecil dan pelaku UMKM menghadapi persoalan klasik berupa menurunnya daya beli. Pasar tradisional tidak seramai sebelumnya. Pedagang mengeluhkan penjualan yang stagnan, bahkan menurun. Di banyak daerah, masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka.

Akumulasi berbagai persoalan ini menciptakan suasana ketidakpuasan yang perlahan berkembang. Jika tidak dikelola dengan baik, ketidakpuasan tersebut dapat berubah menjadi tekanan politik yang lebih besar.

Meski demikian, Presiden Prabowo tetap menunjukkan optimisme yang tinggi. Dalam berbagai pidato, ia berulang kali menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Optimisme tersebut tentu penting sebagai energi kepemimpinan. Namun optimisme harus dibarengi dengan langkah-langkah kebijakan yang mampu menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

Rakyat tidak hanya membutuhkan harapan, tetapi juga membutuhkan bukti bahwa keadaan mereka akan menjadi lebih baik.

Aceh Jangan Terjebak

Di tengah situasi nasional yang penuh dinamika, elit Aceh perlu bersikap lebih bijaksana dan hati-hati. Pengalaman sejarah mengajarkan bahwa Aceh sering kali menjadi wilayah yang terdampak oleh konflik dan ketegangan politik yang sebenarnya berpusat di luar Aceh.

Karena itu, masyarakat Aceh perlu memperkuat kohesi sosial dan menjaga persatuan. Perbedaan pilihan politik tidak boleh merusak hubungan sosial yang selama ini telah dibangun dengan susah payah pasca-perdamaian.

Aceh memiliki modal sosial yang sangat besar. Perdamaian yang telah berjalan lebih dari dua dekade merupakan aset yang tidak ternilai. Jangan sampai energi masyarakat habis untuk mengikuti polarisasi politik nasional yang belum tentu memberikan manfaat langsung bagi daerah.

Dalam situasi ekonomi yang sulit, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, harus fokus memperkuat sektor-sektor produktif. Pertanian, perikanan, UMKM, pendidikan, ekonomi kreatif, dan investasi lokal harus menjadi perhatian utama. Daripada terjebak dalam perdebatan politik elite nasional, Aceh lebih membutuhkan agenda pembangunan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejarah konflik Aceh juga memberikan pelajaran penting bahwa masyarakat Aceh sering kali menjadi korban dari pertarungan kepentingan yang lebih besar. Karena itu, kewaspadaan politik menjadi sangat penting. Jangan sampai Aceh kembali menjadi arena pertarungan berbagai kepentingan yang pada akhirnya merugikan rakyat sendiri.

Indonesia Tidak Bubar

Sebagai seorang pribadi yang mencintai kehidupan yang harmoni. Sebagian orang mungkin melihat kondisi saat ini dengan pesimisme. Namun secara geopolitik, Indonesia masih memiliki fondasi yang kuat. Negara ini telah melewati berbagai ujian besar, mulai dari krisis ekonomi 1998, konflik separatis di berbagai daerah, bencana alam besar, pandemi global, hingga pergantian kekuasaan yang penuh dinamika.

Indonesia bukan negara yang mudah runtuh hanya karena satu pemerintahan menghadapi kesulitan. Sistem politik, birokrasi, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai institusi negara masih bekerja menjaga keberlangsungan republik ini.

Tantangan terbesar Indonesia saat ini bukanlah ancaman perpecahan, melainkan bagaimana menghadapi perubahan ekonomi global yang semakin tidak menentu. Persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok, konflik di berbagai kawasan dunia, perubahan rantai pasok global, serta gejolak harga energi akan sangat memengaruhi masa depan Indonesia.

Karena itu, keberhasilan pemerintahan Prabowo tidak hanya ditentukan oleh faktor domestik, tetapi juga oleh kemampuannya membaca perubahan geopolitik dunia dan merumuskan kebijakan ekonomi yang adaptif.

Bagi elit dan masyarakat Aceh, yang terpenting adalah menjaga stabilitas daerah, memperkuat persatuan masyarakat, dan memastikan bahwa pembangunan tetap berjalan. Indonesia mungkin sedang menghadapi masa-masa sulit, tetapi pengalaman menunjukkan bahwa bangsa ini selalu menemukan jalan untuk bangkit. Maka masyarakat Aceh jangan tergecoh.

Sebagaimana ungkapan yang sering kita dengar dalam tradisi Aceh, “bak saboh sagoe” mereka elit bangsa akan kembali bersatu ketika kepentingan Indonesia dipertaruhkan. Karena itu, Aceh tidak perlu larut dalam ketidakpastian, yang dibutuhkan saat ini adalah kewaspadaan, rasionalitas, dan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian serta membangun perekonomian masa depan Aceh yang lebih baik. Walau Prabowo sedang kritis mengelola bangsa, Aceh tidak boleh sulit untuk terus berkembang. Semoga!

Tags: AcehEkonomiopiniPrabowoPresiden Prabowotragedi 1998
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mukhlisuddin Ilyas

Mukhlisuddin Ilyas

Mukhlisuddin Ilyas adalah Peneliti dan Penulis Buku. Direktur Bandar Publishing, Banda Aceh.

Related Posts

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026
Opini

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

by SAGOE TV
September 2, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK
Opini

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

by SAGOE TV
August 31, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

September 4, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026

EDITOR'S PICK

 Masa Depan Peradilan Adat

 Masa Depan Peradilan Adat

March 20, 2025
Kata Pelatih Jelang Laga Terakhir Persiraja di Babak 8 Besar Liga 2

Kata Pelatih Jelang Laga Terakhir Persiraja di Babak 8 Besar Liga 2

February 17, 2025
Ilustrasi Narkoba Sabu-Sabu

Penyelundupan 1 Kg Sabu-Sabu Digagalkan di Bandara SIM, Pemuda 27 Tahun Ditangkap

March 5, 2025
Lima Kabupaten dengan Ketahanan Pangan Terbaik di Aceh 

Lima Kabupaten dengan Ketahanan Pangan Terbaik di Aceh 

February 6, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.