• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kerusakan Lingkungan Siapa Peduli?

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
April 7, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam bukunya, Hukum Lingkungan di Indonesia, Takdir Rahmadi, menyebut sejumlah kondisi kritis bangsa yang terkait dengan lingkungan: penggundulan hutan secara masif, lahan kritis dimana-mana, menipisnya lapisan ozon –yang jika ditilik justru ada kontribusi negara-negara besar juga, pemanasan global, tumpahan minyak di laut, ikan mati di anak sungai karena berbagai zat kimia, dan punahnya spesies-spesies tertentu. Semua kondisi ini adalah masalah-masalah lingkungan hidup serius yang harus ditangani (Rahmadi, 2013).

Semua masalah tersebut, pada dasarnya muncul dari aktivitas manusia –posisi aktivitas sendiri sangat dipengaruhi oleh populasi manusia yang meningkat tajam dan pemerintah di dunia kerap gagap dalam melakukan pengelolaannya. Jadi jika dipertajam, ada dua bentuk perilaku yang tujuannya sama yaitu tidak melakukan pengelolaan secara baik, dan terjadinya berbagai kerusakan akibat tidak adanya pengelolaan atas populasi manusia.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Saya membaca satu buku yang ditulis Emil Salim, yang judulnya Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi. Buku ini pada dasarnya kumpulan tulisannya baik artikel maupun makalah dalam berbagai kesempatan, lalu diterbitkan Penerbit Buku Kompas. Hal yang dengan tegas disampaikannya, betapa dalam dua abad terakhir, seluruh negara di dunia membangun dengan merusak bumi yang hanya satu-satunya ini. Seperti pemanfaatan tanpa batas minyak bumi dan batu bara sebagai penggerak utama pembangunan, tanpa disadari berdampak serius pada menaikkan pelepasan gas rumah kaca dari hanya 280 ppm sebelum revolusi industri (tahun 1780) menjadi 380 pada awal abad 21. Kenyataan inilah yang menjadi biang keladi terjadinya proses pemanasan global dan perubahan iklim yang kini mengancam hidup segenap penduduk bumi (Salim, 2010).

Dengan berbagai pengalaman khusus Emil Salim terkait lingkungan, termasuk ketika tahun 1972 dikirim Presiden Soeharto dalam Konferensi Bumi di Stockholm, apa yang diingatkan dalam buku ini menjadi satu yang penting. Istilah manusia satu bumi, menandaskan betapa ia berada dalam ancaman nyata sebagai satu-satunya tempat tinggal manusia. Memang para ahli menjajaki sejumlah planet lain yang memungkinkan sebagai tempat tinggal alternatif, yang entah kapan hal itu akan nyata.

Secara sederhana, semua potensi dan dampak bisa diperkirakan dengan baik. para ahli bisa memperhitungkan, dengan berbagai fakta kekinian, maka dalam jangka waktu sekian akan dirasakan fenomena apa lagi, bukanlah sesuatu yang berlebihan. Pasti orang-orang sudah mulai berpikir soal tempat: kemana kita akan bergeser ketika bumi ini pada saatnya hancur. Barang kali kiamat. Ketika kondisi bumi sudah melarat, ada orang yang mungkin sudah berpikir untuk menyiapkan ruang angkasa sebagai tempat singgah. Namun, tentu saja, berbiaya mahal dan belum jelas progresnya.

Keadaan bumi sedang bermasalah. Eksploitasi alam sudah demikian riskan. Pemanfaatan sumber daya, sudah melebihi dari apa yang dibutuhkan. Manusia dikendalikan oleh keinginan, bukan oleh kebutuhan. Sumber daya alam yang tersedia, dianggap sebagai potensi kesejahteraan. Masalahnya adalah pemahaman terhadap kesejahteraan secara serampangan. Ada yang menganggap sumber daya alam, secara langsung akan meningkatkan ekonomi masyarakatnya. Akan tetapi sedikit yang bicara betapa potensi kehancuran dari eksploitasi sumber daya alam itu. Apalagi di hadapan penguasa dan pengusaha yang rakus, sumber daya alam justru akan menjadi sumber penderitaan yang tidak berkesudahan.

Perselingkungan penguasa dan pengusaha yang rakus, akan memosisikan orang-orang kritis terhadap pembangunan berkelanjutan sebagai musuh pembangunan. Orang yang dalam posisi ini sangat kritis, dan melihat banyak daerah tidak berhasil meningkatkan kesejahteraan dengan sumber daya alam, diposisikan sebagai musuh dalam pembangunan. Kekayaan itu hanya akan membawa keuntungan bagi mereka yang menggarap dan kartel pemodal.

Entah siapa nantinya yang akan tersadarkan hitung-hitungan Komisi Pemberantasan Korupsi soal potensi korupsi dari sumber daya alam. Hal yang lebih parah, ketika sumber dana gelap ini menjadi modal dalam arena kontestasi politik para politisi busuk dan penyembah oligarki.

Semua masalah dan dampak yang muncul, menjadi alasan bagaimana hukum lingkungan itu dibangun. Saya yakin problematika ini disadari. Diakui pula kesadaran bahwa lingkungan harus mendapat perhatian semua pihak. Namun konsep pembangunan yang merusak masih saja dominan berlaku secara global.

Al-Qur’an memperingatkan betapa manusia menjadi aktor penting yang membuat kerusakan di muka bumi ini. Apa yang diingatkan dalam Salah satu pola pengrusakan adalah dengan mengeksploitasi sumber daya alam dan memosisikan semata-mata sebagai objek. Pola demikian jamak dilakukan oleh manusia-manusia modern sekarang ini. Pola demikian pula yang menyebabkan manusia semakin angkuh dan tamak. Kebutuhan akan sumber daya alam tidak pernah tercukupi. Dari hari ke hari selalu dipikirkan untuk mengeksploitasinya lebih banyak lagi.

Saya berbagai masalah ini harus secara serius dipikirkan. Secara ideal, hukum terus dibangun dan dibentuk berhadapan dengan ruang nyata berbagai kerusakan alam bertambah menganga.

Saya kira manusia Indonesia tidak boleh lambat merespons berbagai masalah yang telah disebutkan. Jangan tunggu ketika semua sudah sekarat menikmati dampak kerusakan alamnya.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Senin, 7 April 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman Tripakerusakankerusakan lingkunganLingkungan Hidup
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Agam Hana Raba Krèh

Agam Hana Raba Krèh

November 4, 2025
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026

EDITOR'S PICK

Ratusan Warga Aceh Utara Ganti Nama di Pengadilan dalam Setahun

Ratusan Warga Aceh Utara Ganti Nama di Pengadilan dalam Setahun

February 3, 2025
Sekolah Unggul Garuda Siap Diresmikan di Aceh

Sekolah Unggul Garuda Siap Diresmikan di Aceh

May 8, 2025
Politisi PAN Puji Tuntasnya Gaji Aparatur Desa di Aceh Besar

Politisi PAN Puji Tuntasnya Gaji Aparatur Desa di Aceh Besar

January 7, 2025
Ketua PKK Semangati Remaja Pulo Aceh yang Lumpuh Layu: Insya Allah Sembuh, Nak

Ketua PKK Semangati Remaja Pulo Aceh yang Lumpuh Layu: Insya Allah Sembuh, Nak

November 4, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.