• Tentang Kami
Sunday, May 10, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidupnya

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
April 4, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Kapan soal lingkungan hidup dirasa penting dibahas di dunia?

Merujuk pada sejumlah pertemuan yang berujung pada konsensus global, jawabannya adalah tahun 1972, melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tentang Lingkungan Hidup Manusia yang berlangsung di Stockholm pada tanggal 5-16 Juni 1972.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Saya kira terlalu formal jika kita mulai dengan agenda 1972 itu. Dalam kehidupan global, potongan-potongan situasi yang lain menjadi penting untuk dilihat. Pemicu pentingnya saya kita kesadaran global yang sudah muncul pasca Perang Dunia II. Jika disebut kesadaran itu sebagai ‘niat baik’, maka ia akan berhadapan dengan berbagai pro-kontra yang lain. Dengan sentimen dan blok politik yang masih kental, terutama era setelah perang, maka berbagai keadaan yang dibahas tidak serta merta bisa berlangsung dengan baik.

Ada pemanfaatan SDA di satu sisi, dan ada berbagai intervensi di sisi yang lain. Intervensi yang dimaksud, sungguh tidak bisa dipisahkan dari berbagai tantangan yang dihadapi berbangsa di dunia yang baru merdeka –tak terkecuali negara Indonesia yang merdeka 17 Agustus 1945. Intervensi ini yang membuat kita harus melihat relasi semua hal/isu dengan lingkungan hidup.

Soal SDA dan lingkungan secara saling berkaitan. Dalam soal makro, sejumlah sisi tak mungkin dihindari saat berbicara dua hal ini, yakni bagaimana perkembangan populasi, selain itu juga soal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbagai kepentingan politik di dalamnya.

Ketika United Nation Economic and Social Council (UN Ecosoc) pada tahun 1968 bertemu untuk meninjau berbagai perkembangan yang ada dari gerakan apa yang disebut sebagai “Dasawarsa Pembangunan Dunia ke-1 (1960-1970)”, berbagai masalah di dunia sudah disadari muncul ke permukaan. Kesadaran tersebut kemudian dijadikan semangat dalam merumuskan strategi bagi gerakan “Dasawarsa Pembangunan Dunia ke-2 (1970-1980)”. Isu-isu penting tentang bagaimana memanfaatkan SDA dan lingkungan sudah mengental (Hardjasoemantri, 2005).

Baca Juga:  Gergaji Informasi; Sebuah Introspeksi

Jika ditilik ke belakang, sesungguhnya gerakan untuk meninjau gerakan pembangunan tersebut juga bukan terjadi sendirinya. Ada satu laporan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) waktu itu, Maha Thray Sithu U Thant, yang menyampaikan problematik global ini. Tanggal 26 Mei 1969, U Thant menyampaikan laporan “Man and His Environment: Problem of the Human Environment” dalam Rapat 47 UN Ecosoc. Laporan ini sendiri, sesungguhnya juga ada asbab lainnya, yakni Resolusi PBB Nomor 2398/XXIII pada 3 Desember 1968, berdasarkan tawaran Swedia yang disetujui dalam sidang umum tanggal 28 Mei 1968 tentang pentingnya ada satu pertemuan internasional yang membahas isu lingkungan hidup.

Dari laporan Sekjen PBB inilah, U Thant, menyampaikan kegelisahan global tentang berbagai keadaan dari lingkungan secara global. Dari seorang diplomat Myanmar, yang sekarang menjadi negara junta militer, U Thant, konsep ini kemudian disepakati. U Thant sendiri lahir pada 22 Januari 1909 dan meninggal 25 November 1974. Ia terpilih sebagai Sekjen PBB ke-3 pada tahun 1961, menggantikan Sekjen PBB sebelumnya, Dag Hammarskjold yang tewas dalam kecelakaan pesawat –seorang diplomat asal Swedia yang berperan penting dalam meredakan Perang Dingin. Kecelakaan pesawat terjadi saat menjalankan misi perdamaian di Kongo. Saat itu, setelah kemerdekaan Kongo tanggal 30 Juni 1960, masih ada krisis dengan separatis Katanga.

Sebelum Hammarskjold (1953-1961) dan U Thant (1961-1971), Sekjen PBB dijabat pertama (1946-1952) oleh Trygve Lie, seorang ahli hukum dan politik Norwegia dan berperan penting dalam pendirian PBB. Lie mundur disebabkan tekanan perang, khususnya yang terjadi di Korea. Saat U Thant memimpin, ada soal krusial krisis Kuba dan Vietnam. U Thant sendiri kemudian digantikan oleh Menteri Luar Negeri Austria, Kurt Waldheim (1972-1981). Sekjen PBB terakhir ini, menghadapi soal keterlibatannya dalam Nazi selama Perang Dunia II.

Baca Juga:  Spritualitas dan Imunitas

Saya ingin menegaskan bahwa betapa isu lingkungan itu bersambut secara global. Laporan U Thant yang diajukan kepada Sidang Umum PBB tahun 1969 kemudian melahirkan Resolusi Nomor 2581/XXIV tanggal 15 Desember 1969. Sidang umum menerima tawaran Swedia untuk konferensi Stockholm tahun 1972. Maurice F. Strong (wakil negara Kanada) atas peran pentingnya dalam mempersiapkan konferensi, ditunjuk untuk menjadi ketua panitia konferensi.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Rabu, 2 April 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaLingkungan HidupSDASumber Daya Alam
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

May 6, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

May 3, 2026
Mahasiswa USK Jalankan Program Pengelolaan Sampah untuk Mitigasi Banjir di Bireuen

Mahasiswa USK Jalankan Program Pengelolaan Sampah untuk Mitigasi Banjir di Bireuen

May 4, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

May 9, 2026
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

May 7, 2026
4 Bakal Calon Rektor UIN Ar-Raniry Resmi Diserahkan ke Menag

4 Bakal Calon Rektor UIN Ar-Raniry Resmi Diserahkan ke Menag

May 4, 2026
Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

May 9, 2026

EDITOR'S PICK

Kopertais Wilayah V Aceh Tekankan Pentingnya Mutu Akademik dan Pembaruan Data PTKIS

Kopertais Wilayah V Aceh Tekankan Pentingnya Mutu Akademik dan Pembaruan Data PTKIS

November 20, 2025
Buatkan lead: Rakit Darurat Terbalik Saat Rombongan Wagub Aceh Tinjau Wilayah Terisolasi Pameu

Rakit Darurat Terbalik saat Rombongan Wagub Aceh Tinjau Wilayah Terisolasi Pameu

December 21, 2025
Hikmah dari Empat Pulau: Aceh Bersatu Indonesia Kuat

Hikmah dari Empat Pulau: Aceh Bersatu Indonesia Kuat

July 1, 2025
Abu Paya Pasi Isi Pengajian dan Doa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman

Abu Paya Pasi Isi Pengajian dan Doa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman

May 16, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.