• Tentang Kami
Sunday, August 16, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Allah dan CCTV, Menata Kesadaran Moral di Era Digital

SAGOE TV by SAGOE TV
February 5, 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Allah dan CCTV, Menata Kesadaran Moral di Era Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Tgk. Faisal Kuba, S.Pd.I

Akademisi STISNU Aceh dan Sekjend PB RTA  Aceh 

BACA JUGA

Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh

21 Tahun Damai: Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

 “Ketika diminta menjual seekor kambing secara diam-diam dengan dalih dapat berbohong kepada majikannya, sang anak menjawab, “Jika aku berbohong kepada majikanku, lalu di mana Allah?” Jawaban sederhana ini menyentak Umar dan menjadi bukti kuat bahwa iman yang tertanam sejak dini akan melahirkan kesadaran moral yang otentik”

Di era modern, pengawasan manusia telah mencapai tingkat presisi yang mengesankan. Kamera pengintai atau Closed-Circuit Television (CCTV) terpasang hampir di setiap sudut ruang publik: perkantoran, pusat perbelanjaan, lampu merah, hingga institusi pendidikan. Keberadaannya kerap dianggap sebagai alat efektif dalam mencegah pelanggaran hukum serta memastikan transparansi. Namun, fenomena yang lebih menarik muncul ketika kesadaran akan pengawasan ini dikaitkan dengan konsep teologis ihsan dan muraqabah dalam Islam.

Di kalangan generasi muda, muncul analogi bahwa pegawasan Allah merupakan CCTV Ilahi yang tidak pernah berhenti mengawasi makhluk-Nya, baik dalam keramaian maupun kesunyian. Sayangnya, dalam praktiknya, banyak individu lebih takut kepada pengawasan kamera ketimbang pengawasan Tuhan. Sebagai contoh, seorang pengendara patuh pada rambu lalu lintas saat ada kamera, tetapi dengan santai melanggar ketika tidak ada pemantauan. Fenomena ini mirip dengan slogan iklan rokok yang sinis, taat cuma kalau ada yang lihat.

Konsep ini menggambarkan adanya celah besar dalam kesadaran moral masyarakat. Jika kamera mampu mengontrol perilaku manusia di ruang publik, seharusnya kesadaran akan pengawasan Allah dapat menata akhlak dan moral individu dari akar yang paling mendalam. Dalam Islam, konsep muraqabah menekankan bahwa seorang mukmin harus senantiasa merasa diawasi oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.” (HR. Muslim).

Ketimpangan antara kesadaran akan pengawasan manusia dan pengawasan ilahi bukanlah fenomena baru. Sejarah mencatat bahwa kejujuran sejati hanya dapat lahir dari iman yang kokoh, bukan dari ancaman hukuman semata. Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang menguji seorang anak penggembala di padang pasir adalah contoh nyata. Ketika diminta menjual seekor kambing secara diam-diam dengan dalih dapat berbohong kepada majikannya, sang anak menjawab, “Jika aku berbohong kepada majikanku, lalu di mana Allah?” Jawaban sederhana ini menyentak Umar dan menjadi bukti kuat bahwa iman yang tertanam sejak dini akan melahirkan kesadaran moral yang otentik.

Dalam konteks kekinian, pendekatan serupa perlu ditanamkan dalam sistem pendidikan dan dunia kerja. Konsep muraqabah seharusnya diajarkan sejak dini, bukan sekadar dalam kurikulum agama, tetapi sebagai filosofi kehidupan. Anak-anak dan siswa harus memahami bahwa berperilaku baik bukan hanya karena takut dihukum atau diawasi manusia, tetapi karena ada dimensi spiritual yang lebih tinggi.

Di ranah birokrasi dan pemerintahan, kesadaran ini juga menjadi krusial. Korupsi, nepotisme, dan berbagai penyimpangan administratif kerap terjadi karena lemahnya kontrol internal serta absennya kesadaran spiritual dalam bekerja. Jika setiap individu dalam pemerintahan menerapkan prinsip ihsan, mereka akan bekerja dengan integritas bukan karena takut tertangkap audit trail, tetapi karena memahami bahwa Allah Maha Mengetahui segala hal yang mereka lakukan.

Di sinilah letak urgensi membangun budaya spiritual yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikan pengawasan Allah sebagai prinsip hidup akan melahirkan individu yang bertanggung jawab, jujur, dan bermoral tanpa perlu takut kepada CCTV atau aparat hukum. Sejarah telah membuktikan bahwa kehancuran moral suatu bangsa tidak selalu disebabkan oleh kurangnya teknologi pengawasan, melainkan oleh rapuhnya fondasi iman dan etika dalam diri individu.

Jika umat manusia lebih takut pada rekaman digital ketimbang pengawasan ilahi, maka ada yang keliru dalam sistem pendidikan, pola asuh, serta budaya sosial kita. Mengembalikan kesadaran akan keberadaan Allah dalam setiap aspek kehidupan bukan hanya perkara religius, tetapi juga kunci bagi terbentuknya masyarakat yang adil, bermartabat, dan berintegritas. CCTV hanya mampu merekam apa yang tampak, tetapi Allah menyaksikan hingga ke kedalaman niat manusia.

Kesadaran inilah yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam menata moralitas individu di era digital. Sebab tanpa itu, manusia akan terus berputar dalam siklus kepatuhan semu—taat ketika diawasi, tetapi bebas melanggar saat merasa aman dari pantauan. Sementara, moral sejati hanya lahir dari ketundukan kepada Allah yang Maha Melihat, tanpa perlu dipaksa atau ditakut-takuti oleh kamera buatan manusia. []

Tags: akhlakArtikelEra Digitalmoralopini
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh
Opini

Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh

by SAGOE TV
August 15, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Opini

21 Tahun Damai: Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

by SAGOE TV
August 15, 2026
Ketika Anak Naik Kelas, tetapi Kemampuannya Tidak: Refleksi atas masih ditemukannya siswa sekolah dasar yang belum lancar membaca
Opini

Ketika Anak Naik Kelas, tetapi Kemampuannya Tidak

by SAGOE TV
August 14, 2026
Ari J. Palawi
Opini

Setelah 21 Tahun Damai, Aceh Mau Mewariskan Apa?

by SAGOE TV
August 13, 2026
Pengadilan Digital dan Krisis Literasi Ketenagakerjaan_Risnawati Ridwan
Opini

Pengadilan Digital dan Krisis Literasi Ketenagakerjaan

by SAGOE TV
August 3, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Cek Kesehatan Gratis Andalan Menjaga Raga

Cek Kesehatan Gratis Andalan Menjaga Raga

August 14, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

21 Tahun Damai: Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

August 15, 2026
Ketika Banyak Orang Mengeluh, SPS Revival Memilih Membangun

Ketika Banyak Orang Mengeluh, SPS Revival Memilih Membangun

August 7, 2026
Ari J. Palawi

Setelah 21 Tahun Damai, Aceh Mau Mewariskan Apa?

August 13, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Prodi Ekonomi Syariah UIA Jalani Asesmen LAMEMBA, Dorong Peningkatan Mutu Dosen dan Lulusan

Prodi Ekonomi Syariah UIA Jalani Asesmen LAMEMBA, Dorong Peningkatan Mutu Dosen dan Lulusan

August 11, 2026
Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh

Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh

August 15, 2026
Makna Cinta, di Antara Cut Nyak Dhien & Kahlil Gibran

Makna Cinta, di Antara Cut Nyak Dhien & Kahlil Gibran

August 6, 2026
Pengangguran di Aceh Capai 157 Ribu Orang

Pengangguran di Aceh Capai 157 Ribu Orang

August 8, 2026

EDITOR'S PICK

Aceh Tapi Jawa

Aceh Tapi Jawa

March 24, 2025
Hari Kesehatan Nasional ke-61, Sekda Aceh Tekankan Pentingnya Generasi Sehat untuk Indonesia Emas 2045

Hari Kesehatan Nasional ke-61, Sekda Aceh Tekankan Pentingnya Generasi Sehat untuk Indonesia Emas 2045

November 12, 2025
Ulama dan Santri Aceh Harus Terlibat dalam Politik sebagai Kekuatan Moral

Ulama dan Santri Aceh Harus Terlibat dalam Politik sebagai Kekuatan Moral

May 15, 2025
Cara Jefri Nichol Menggugah Kepedulian Publik untuk Konservasi Gajah Sumatra

Cara Jefri Nichol Menggugah Kepedulian Publik untuk Konservasi Gajah Sumatra

March 5, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.