• Tentang Kami
Wednesday, March 11, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Allah dan CCTV, Menata Kesadaran Moral di Era Digital

SAGOE TV by SAGOE TV
February 5, 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Allah dan CCTV, Menata Kesadaran Moral di Era Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Tgk. Faisal Kuba, S.Pd.I

Akademisi STISNU Aceh dan Sekjend PB RTA  Aceh 

BACA JUGA

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

Kerentanan Negara Teluk dalam Bayang-Bayang Perang Iran vs Israel-USA

 “Ketika diminta menjual seekor kambing secara diam-diam dengan dalih dapat berbohong kepada majikannya, sang anak menjawab, “Jika aku berbohong kepada majikanku, lalu di mana Allah?” Jawaban sederhana ini menyentak Umar dan menjadi bukti kuat bahwa iman yang tertanam sejak dini akan melahirkan kesadaran moral yang otentik”

Di era modern, pengawasan manusia telah mencapai tingkat presisi yang mengesankan. Kamera pengintai atau Closed-Circuit Television (CCTV) terpasang hampir di setiap sudut ruang publik: perkantoran, pusat perbelanjaan, lampu merah, hingga institusi pendidikan. Keberadaannya kerap dianggap sebagai alat efektif dalam mencegah pelanggaran hukum serta memastikan transparansi. Namun, fenomena yang lebih menarik muncul ketika kesadaran akan pengawasan ini dikaitkan dengan konsep teologis ihsan dan muraqabah dalam Islam.

Di kalangan generasi muda, muncul analogi bahwa pegawasan Allah merupakan CCTV Ilahi yang tidak pernah berhenti mengawasi makhluk-Nya, baik dalam keramaian maupun kesunyian. Sayangnya, dalam praktiknya, banyak individu lebih takut kepada pengawasan kamera ketimbang pengawasan Tuhan. Sebagai contoh, seorang pengendara patuh pada rambu lalu lintas saat ada kamera, tetapi dengan santai melanggar ketika tidak ada pemantauan. Fenomena ini mirip dengan slogan iklan rokok yang sinis, taat cuma kalau ada yang lihat.

Konsep ini menggambarkan adanya celah besar dalam kesadaran moral masyarakat. Jika kamera mampu mengontrol perilaku manusia di ruang publik, seharusnya kesadaran akan pengawasan Allah dapat menata akhlak dan moral individu dari akar yang paling mendalam. Dalam Islam, konsep muraqabah menekankan bahwa seorang mukmin harus senantiasa merasa diawasi oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.” (HR. Muslim).

Baca Juga:  Rp2,6 Triliun Dana Bank Aceh Syariah: Simpanan Aman atau Peluang Terlewatkan?

Ketimpangan antara kesadaran akan pengawasan manusia dan pengawasan ilahi bukanlah fenomena baru. Sejarah mencatat bahwa kejujuran sejati hanya dapat lahir dari iman yang kokoh, bukan dari ancaman hukuman semata. Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang menguji seorang anak penggembala di padang pasir adalah contoh nyata. Ketika diminta menjual seekor kambing secara diam-diam dengan dalih dapat berbohong kepada majikannya, sang anak menjawab, “Jika aku berbohong kepada majikanku, lalu di mana Allah?” Jawaban sederhana ini menyentak Umar dan menjadi bukti kuat bahwa iman yang tertanam sejak dini akan melahirkan kesadaran moral yang otentik.

Dalam konteks kekinian, pendekatan serupa perlu ditanamkan dalam sistem pendidikan dan dunia kerja. Konsep muraqabah seharusnya diajarkan sejak dini, bukan sekadar dalam kurikulum agama, tetapi sebagai filosofi kehidupan. Anak-anak dan siswa harus memahami bahwa berperilaku baik bukan hanya karena takut dihukum atau diawasi manusia, tetapi karena ada dimensi spiritual yang lebih tinggi.

Di ranah birokrasi dan pemerintahan, kesadaran ini juga menjadi krusial. Korupsi, nepotisme, dan berbagai penyimpangan administratif kerap terjadi karena lemahnya kontrol internal serta absennya kesadaran spiritual dalam bekerja. Jika setiap individu dalam pemerintahan menerapkan prinsip ihsan, mereka akan bekerja dengan integritas bukan karena takut tertangkap audit trail, tetapi karena memahami bahwa Allah Maha Mengetahui segala hal yang mereka lakukan.

Di sinilah letak urgensi membangun budaya spiritual yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikan pengawasan Allah sebagai prinsip hidup akan melahirkan individu yang bertanggung jawab, jujur, dan bermoral tanpa perlu takut kepada CCTV atau aparat hukum. Sejarah telah membuktikan bahwa kehancuran moral suatu bangsa tidak selalu disebabkan oleh kurangnya teknologi pengawasan, melainkan oleh rapuhnya fondasi iman dan etika dalam diri individu.

Baca Juga:  Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Jika umat manusia lebih takut pada rekaman digital ketimbang pengawasan ilahi, maka ada yang keliru dalam sistem pendidikan, pola asuh, serta budaya sosial kita. Mengembalikan kesadaran akan keberadaan Allah dalam setiap aspek kehidupan bukan hanya perkara religius, tetapi juga kunci bagi terbentuknya masyarakat yang adil, bermartabat, dan berintegritas. CCTV hanya mampu merekam apa yang tampak, tetapi Allah menyaksikan hingga ke kedalaman niat manusia.

Kesadaran inilah yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam menata moralitas individu di era digital. Sebab tanpa itu, manusia akan terus berputar dalam siklus kepatuhan semu—taat ketika diawasi, tetapi bebas melanggar saat merasa aman dari pantauan. Sementara, moral sejati hanya lahir dari ketundukan kepada Allah yang Maha Melihat, tanpa perlu dipaksa atau ditakut-takuti oleh kamera buatan manusia. []

Tags: akhlakArtikelEra Digitalmoralopini
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok
Opini

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

by Anna Rizatil
March 9, 2026
Reposisi dan Evaluasi Aceh di Dalam NKRI
Opini

Kerentanan Negara Teluk dalam Bayang-Bayang Perang Iran vs Israel-USA

by SAGOE TV
March 8, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Opini

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa

by Anna Rizatil
March 8, 2026
Perang Timur Tengah dan Tameng APBN Kita
Opini

Perang Timur Tengah dan Tameng APBN Kita

by Anna Rizatil
March 8, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

March 8, 2026
Prof Mirza Tabrani Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Syiah Kuala

Prof Mirza Tabrani Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Syiah Kuala

March 9, 2026
Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

March 9, 2026
Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

March 11, 2026
Pemulihan Pascabencana, Alat Berat Turun di Pidie Jaya

Pemulihan Pascabencana, Alat Berat Turun di Pidie Jaya

March 9, 2026
Donasi 500 Ton Warga Aceh di Malaysia Siap Dipulangkan, KBRI Tekankan Skema NGO to NGO

Donasi 500 Ton Warga Aceh di Malaysia Siap Dipulangkan, KBRI Tekankan Skema NGO to NGO

February 6, 2026
Nyanyian 3.400 Tahun yang Masih Bisa Mengajarkan Aceh

Nyanyian 3.400 Tahun yang Masih Bisa Mengajarkan Aceh

March 8, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa

March 8, 2026
UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak

UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak

March 10, 2026

EDITOR'S PICK

UIN Ar-Raniry Terima 800 Mahasiswa Baru Jalur SNBP, Ini Jadwal dan Syarat Daftar Ulangnya

UIN Ar-Raniry Terima 800 Mahasiswa Baru Jalur SNBP, Ini Jadwal dan Syarat Daftar Ulangnya

March 20, 2025
Jamaluddin Kembali Pimpin BRA, Mualem Ingatkan Tugas Menjaga Perdamaian Aceh

Jamaluddin Kembali Pimpin BRA, Mualem Ingatkan Tugas Menjaga Perdamaian Aceh

November 24, 2025
100 Tahun Hasan Tiro

Resep Palsu Pengentasan Kemiskinan

March 15, 2025
Hajat

Hajat

March 14, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.