SAGOETV | BANDA ACEH – Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh, Drs. Tgk. H. Ameer Hamzah, M.Si, menyampaikan bahwa tradisi meugang merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Hal itu disampaikannya dalam sebuah ceramah menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Menurut Tgk. Ameer, tradisi meugang yang dilaksanakan menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha bukan sekadar budaya konsumsi daging, melainkan momentum mempererat solidaritas sosial dan semangat berbagi, khususnya kepada kaum fakir miskin dan anak yatim.
“Meugang bukan bagian dari syariat, tetapi ia adalah adat yang baik. Tidak ikut meugang memang bukan dosa, namun bisa menimbulkan persoalan sosial dalam masyarakat,” ujarnya dalam kajian dan Halqah Subuh, Kamis (05/06/2025) di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Ia menambahkan bahwa semangat berbagi ini juga sejalan dengan ibadah kurban yang menjadi salah satu syiar penting dalam Islam. Ibadah kurban, menurutnya, tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga berdampak langsung pada pemerataan gizi masyarakat.
“Saya pernah berdiskusi dengan para dokter dan ahli gizi, mereka sepakat bahwa daging unta, sapi, dan kambing adalah yang terbaik bagi tubuh manusia. Ketiganya disebut dalam Al-Qur’an sebagai Al-An’am dan menjadi hewan kurban yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tgk. Ameer menyoroti perbandingan dengan bangsa lain yang secara teknologi maju namun lemah dalam menjaga kualitas konsumsi makanan. Ia menyebut bahwa umat Islam patut bersyukur karena memiliki panduan makanan halal dan thayyib, yang berdampak positif pada kesehatan dan kebersihan jiwa.
Dalam ceramahnya, Tgk. Ameer juga mengulas sejarah meugang yang telah berlangsung sejak masa Kesultanan Aceh. Ia menyebutkan bahwa pada masa krisis seperti gagal panen, para Sultan dan Sultanah Aceh mengimbau orang-orang kaya untuk menyumbangkan hewan ternak demi menjamin ketersediaan makanan bagi masyarakat miskin.
“Mereka patuh karena Sultan didampingi para ulama. Maka, tradisi ini bertahan hingga sekarang,” katanya.
Di momen yang sama, Tgk. Ameer mengajak masyarakat untuk memaknai Hari Raya Idul Adha dengan memperkuat ibadah dan nilai keikhlasan. Ia menyebutkan, meskipun tidak semua orang mampu melaksanakan haji, semangat beribadah bisa diwujudkan melalui kurban, walaupun hanya seekor kambing.
“Jika niatnya ikhlas karena Allah, insyaAllah dosa kita akan diampuni. Yang penting niat lillahi ta’ala,” ungkapnya.
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa Islam adalah agama rahmat yang tidak memberatkan pemeluknya. Ibadah seperti haji dan kurban hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu.
“Laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha – Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya,” pungkasnya. []




















