• Tentang Kami
Friday, June 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Raket

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 14, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Raket
Share on FacebookShare on Twitter

Masyarakat Aceh memiliki ungkapan untuk menggambarkan kepahitan. Watee di laot sapeue pakat, watee di darat laen keunira (Saat di laut bisa satu janji atau kesepakatan, namun saat sudah di darat bisa lain kesimpulan).

Ungkapan ini ingin menggambarkan bahwa orang-orang yang mengingkari janji dengan mudah, adalah sesuatu yang biasa dalam kehidupan. Orang yang berjanji, terutama ketika ada keperluan dan kepentingan, dengan mudah akan berbalik arah saat semua kepentingannya sudah selesai.

Orang-orang yang membutuhkan uang untuk menyelesaikan problemnya, akan datang kepada orang lain secara bersahaja. Ketika semua urusan sudah diselesaikan, orang yang pernah membantu, tidak saja dilupakan begitu saja, bahkan sering justru diserang dengan berbagai senjata.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Betapa banyak orang yang sudah dimodali untuk menyelesaikan urusan kebutuhan dalam hidup, berganti dengan saling rebut. Orang-orang yang sudah mendapat tempat, ingin orang-orang yang sudah mengangkatnya, justru terbenam dalam lumpur berbau dan dalam.

Kata orang Aceh, lagee ta peuteungoh lumo lam mon. Seperti kita naikkan sapi dari dalam sumur. Orang-orang yang membantu sapi, berpotensi untuk digeruduk.

Itulah kehidupan yang digambarkan oleh orang tua kita. Betapa tajam mereka meneropong, yang bahkan ketika ungkapan itu diulang-ulang sekarang, seolah ungkapan itu baru lahir dalam waktu akhir-akhir.

Ungkapan itu seperti kisah raket bak pisang. Sebenarnya rakit itu bisa dibuat dari apa saja, asal bisa terapung. Di sungai depan rumah saya di kampung, kami terbiasa melihat orang-orang pucuk sungai membawa seberkas bambu ke muara. Bambu itu akan dipergunakan untuk kepentingan nelayan di pinggir laut. Sesekali kalau lewat, kami berinisiatif minta tumpangan.

Orang-orang yang kreatif akan menjadikan sarana sungai untuk membawa pulang berbagai barang yang bisa terapung. Bisa disusun dari buluh, bambu, atau kayu. Buluh yang diperuntukkan untuk membuat lemang, terutama saat musim panen tiba, juga diikat dan dibawa lewat sungai.

Rakit itu, pokoknya semua yang bisa membuat sesuatu itu menjadi terapung. Ia mempermudah urusan manusia, terutama barang-barang yang dibawa dari atas ke bawah. Namun semua barang itu, pada akhirnya akan digunakan untuk kepentingan lainnya. Bambu akan dipakai di tempat khusus.

Ada jenis lain yang tidak dipergunakan, ia akan dibuang ketika kepentingan manusia selesai. Salah satu yang dipakai adalah batang pisang. Jenis ini, tidak dipakai selamanya. Jenis pohon pisang, hanya digunakan sekali atau dua kali saja.

Biasanya manusia terbantu dengan adanya pohon pisang, tetapi dari awal disadari, pohon pisang hanya akan digunakan sebatas kepentingan tertentu saja. Membawa orang dari satu genangan air, digunakan raket bak pisang, setelah itu, rakit itu ditinggalkan di situ saja.

Masih mending ia tidak diapa-apakan. Kebanyakan orang justru membuang jauh-jauh rakit yang membantu urusannya itu. Kalau kebetulan saat itu sedang banjir, ketika selesai dipakai, manusia akan menganyutkannya entah kemana. Begitulah manusia. Mungkin mentalitas sebagian manusia. Demikian.

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaSosial
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Banda Aceh Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

Banda Aceh: Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

June 17, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

June 16, 2026
Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

June 18, 2026
UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

June 18, 2026
Ketika Warga Kota Kembali Duduk Bersama SPS Revival dan Ikhtiar Membangun Ruang Perjumpaan di Banda Aceh

Ketika Warga Kota Kembali Duduk Bersama: SPS Revival dan Ikhtiar Membangun Ruang Perjumpaan di Banda Aceh

June 19, 2026

EDITOR'S PICK

Lima Mahasiswa FK USK Wakili Aceh pada Program Exchange IFMSA

Lima Mahasiswa FK USK Wakili Aceh pada Program Exchange IFMSA

January 14, 2026
Komisi VI DPRA Minta Sekolah dan Dayah Awasi Jajanan Siswa dan Santri

Komisi VI DPRA Minta Sekolah dan Dayah Awasi Jajanan Siswa dan Santri

February 8, 2026
Wagub Fadhlullah Beri Pesan dan Doa untuk ASN Pemerintah Aceh yang Berangkat Haji 2025

Wagub Fadhlullah Beri Pesan dan Doa untuk ASN Aceh yang Berangkat Haji 2025

May 9, 2025
Kapolda Aceh Berganti, Brigjen Marzuki Ali Basyah Terima Pataka Machdum Sakti dari Irjen Achmad Kartiko

Kapolda Aceh Berganti, Marzuki Ali Basyah Terima Pataka Machdum Sakti dari Achmad Kartiko

August 23, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.