• Tentang Kami
Tuesday, June 16, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Jalan Pembangunan Hijau

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
April 25, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Saya ingin mengutip satu pendapat lama dari Mas Achmad Santosa terkait bagaimana peranan hukum lingkungan terkait dengan blue environment law. Hal ini, disampaikan Santosa dalam satu diskusi daring tanggal 16 Oktober 2021 yang bertema “The Future of Environmental Law: Challenges and Opportunities to Promote Environmental Sustainability” (Prasetyo, 2021).

Secara khusus memang Santosa berangkat dari blue environment law, akan tetapi karena diskusi terkait the future environmental law, apa yang disampaikannya sangat penting bagi hukum lingkungan secara umum. Blue environment law sendiri sebagai satu cabang hukum lingkungan yang berfokus pada pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup laut dan pesisir, konsep tersebut menekankan pada pentingnya hukum untuk mendukung ekonomi biru (pemanfaatan sumber daya alam laut dan pesisir dengan konsep pembangunan berkelanjutan).

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Pertama, posisi politik hukum. Ada sejumlah faktor yang harus dilihat yang hal itu mempengaruhi politik hukum negara tentang pembangunan hijau, yakni wawasan dan komitmen presiden, dinamika dan kebijakan global seiring menguatnya globalisasi dan kerja sama multilateral; dan bilateral. Santosa melihat belum adanya redefinisi weak to strong sustainable development.

Kedua, kondisi dan dinamika di tingkat nasional terkait kondisi demokrasi, governance, dan rule of law (enabler), tuntutan dan aspirasi publik (tekanan publik dan daya pengaruh), respek negara terhadap lembaga internasional, menguatnya globalisasi dan kerja sama multilateral dan bilateral, serta global dependency.

Santosa menyebut setidaknya ada lima prasyarat agar hukum lingkungan bisa berjalan dengan baik di negara ini, yakni kepemimpinan nasional, kondisi demokrasi, kondisi pemerintahan, aturan hukum dan aktivisme, dan daya pengaruh masyarakat sipil.

Kutipan inilah yang bagi saya sangat penting dan khas dari kajian-kajian dan pengalaman Mas Achmad Santosa. Ketika hukum lingkungan tak semata dilihat pada posisi dan hukum semata. Hukum tak semata juga berhenti pada konsep, melainkan juga pada daya berlakunya.

Melihat cara pandang –sekaligus cara berpikir semacam ini, sebenarnya bukan hal yang berlebihan jika membuka jejak dari Santosa. Ia sebagai ahli hukum lingkungan, yang pada awal reformasi terlibat aktif dalam memikirkan hukum lingkungan nasional. Secara khusus terlibat mendirikan Indonesia Center for Environmental Law (ICEL). Barangkali pengalaman tersebut yang membuat cara pandangnya terhadap hukum lingkungan lebih terbuka dan luas. Termasuk pengalamannya dalam berbagai aktivitas yang terkait pemerintahan, pembaruan hukum, tata kelola pemerintahan yang baik, serta resolusi konflik.

Secara formal, Santosa juga pernah terlibat dalam unit kerja pengawasan dan pengendalian pembangunan, termasuk satuan tugas pemberantasan mafia hukum. Khusus dalam bidang kelautan dan perikanan, ia pernah menjadi ketua tim dari satuan tugas pencegahan dan pemberantasan illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing.

Tipikal dalam melihat hukum secara berbeda harus dilihat dalam berbagai pengalaman yang menempa. Saya kira, termasuk dalam hukum lingkungan, perspektif ini terbangun tidak bisa lepas dari bagaimana pengalaman seseorang dalam melihat satu masalah yang terjadi.

Dengan melihat kondisi tersebut, tawaran saya yang menyebut jalan pembangunan hijau, mudah-mudahan tidak berlebihan. Istilah jalan, hanya untuk mempertegas bahwa ia sebagai sesuatu yang sudah dibangun dalam hukumnya, dan membutuhkan upaya lebih jauh dalam menjaga konsistensi dan memastikan apa yang ada dalam dokumen hukum itu berelasi dengan realitas.

Saya kira hal itu menjadi hambatan dalam menjaga agar hukum berjalan dengan baik. hambatan kedua, bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengoreksi hukum yang sudah dibangun namun kontraproduktif dengan tujuan-tujuan dari pembangunan berkelanjutan. Dalam konsep hukum, bisa tersimpan maksud tersembunyi dari lahirnya satu hukum tertentu.

Dengan demikian, dalam realitas, sesungguhnya apa yang disebut sebagai pembangunan hijau itu selalu bisa diuji: apakah hukumnya secara utuh dan holistik saling mendukung untuk pembangunan ini? Lalu apakah dalam realitas, juga dimiliki semangat yang sama?

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Kamis, 24 April 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaEkonomi HijauHukumJalanLingkungan HidupPembangunan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

June 15, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Mungkin yang kurang bukan acara Catatan tentang Banda Aceh, ruang perjumpaan, dan hal-hal yang terus dimulai dari awal

Mungkin Yang Kurang Bukan Acara

June 10, 2026
Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU

Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

June 9, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025

EDITOR'S PICK

KKJ Aceh Resmi Dibentuk

KKJ Aceh Desak Aparat Tegakkan UU Pers dalam Kasus Penganiayaan Kontributor CNN

February 14, 2025
USK Juara Umum POMDA Aceh XIX UTU 2025, UIN Ar-Raniry Peringkat Keempat

USK Juara Umum POMDA Aceh XIX UTU 2025, UIN Ar-Raniry Peringkat Keempat

June 19, 2025
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terpilih Mengikuti YES Changemakers Workshop di Amerika Serikat

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terpilih Mengikuti YES Changemakers Workshop di Amerika Serikat

March 9, 2025
Mahasiswa USK Raih Best Innovation FertInnovation Challenge 2025

Mahasiswa USK Raih Best Innovation di FertInnovation Challenge 2025

February 7, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.