• Tentang Kami
Monday, April 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Anthony Reid dan Kenduri Kematian

SAGOE TV by SAGOE TV
February 8, 2026
in Biografi
Reading Time: 5 mins read
A A
0
In Memoriam Anthony Reid: Warisan Sang Sejarawan untuk Aceh dan Asia Tenggara

Lembaga International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Prof Anthony Reid. Foto: IG @icaios

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sehat Ihsan Shadiqin
Dosen Sosiologi Agama, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Email: sehatihsan@ar-raniry.ac.id

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di sana nanti. Dan tidak ada yang benar-benar tahu. Umat beragama menceritakan tentang hidup setelah mati, namun setiap orang punya versinya. Apa yang perlu kamu jelaskan adalah keberagaman versi itu, bukan sebuah perspektif tunggal yang kamu dengar dari satu narasumber dan itu kamu anggap kebenaran itu sendiri. Kita sedang menyusun sebuah karya akademik.”

Meskipun tidak persis sama, namun saya ingat betul seperti itulah kira-kira komentar Prof. Anthony Reid yang saya panggil Pak Toni terhadap draf artikel saya.

BACA JUGA

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami

Saat itu saya sedang dalam pelatihan penelitian sosial tahap ketiga di Aceh Research Training Institute (ARTI). Saya bersama belasan peneliti muda lainnya telah melewati dua tahap lain yang berupa Workshop di kelas. Tahap pertama fokus pada pengetahuan umum tentang penelitian dan dilakukan pada beberapa kelompok. Kami dibimbing oleh Prof. David Reeve yang terkenal dengan bukunya tentang biorgrafi Ong Hok Ham, orang Tionghoa yang lebih Indonesia dari orang Indonesia. Saya masih ingat pesan David tentang peneltian:

“Penelitian adalah berusaha menulis apa yang kamu ingin tulis. Bagaimana caranya, itu terserah kamu. Kamulah yang tahu bagaimana melakukan pekerjaanmu sendiri. Orang boleh mengatakan apa saja, namun yang harus memutuskan adalah kamu sendiri, sebab kamu yang tahu akan menulis apa, tentang apa, lokasinya di mana, orangnya seperti apa, dan lain sebagainya.”

Beberapa orang peserta di tahap satu dipilih dari kelompok ini dan lanjutkan dengan workshop tahap kedua yang lebih fokus pada penulisan proposal penelitian, teknik penelitian lapangan dan penulisan artikel. Di sana kami dibimbing oleh tiga orang jagoan kualitatif: Arskal Salim, Adlin Sila, dan Eka Srimulyani. Proposal inilah yang menentukan seseorang dipilih untuk melanjutkan ke tahapan ketiga. Saya menjadi salah satu peserta yang mendapatkan SMS dari Laura Yoder, direktur ARTI tahun 2008 yang berisi kira-kira: “Selamat, anda berhak mengikuti pelatihan tahap ketiga!”

Baca Juga:  Letnan Kolonel TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar; Calon Pahlawan Nasional

Pada tahapan terakhir ini, peserta terpilih diminta melakukan studi lapangan, mempraktikkan pengetahuan teoritik sebelumnya dalam penelitian sesungguhnya. Setiap peserta mendapatkan tiga orang pembimbing. Saya sendiri dibimbing oleh Dr. Aslam Nur dari UIN Ar-Raniry, Prof. Irwan Abdullah dari UGM, dan Prof. Anthony Reid dari NUS. Saya benar-benar merasa sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan belajar dari pakar sejarah Aceh ini.

Saat itu saya meneliti tentang kenduri kematian dalam masyarakat Kluet di Aceh Selatan. Dalam hal ini saya menempatkan kenduri kematian dalam kerangka kebudayaan yang terus berubah. Bukan hanya bentuk ritual, tahapan, kelengkapan, namun juga pemaknaan pada ritual ini juga berubah. Apa yang sebelumnya sesuai dengan agama, kemudianm enjadi tidak sesuai. Apa yang sebelumnya tidak dimaknai, kemudian memiliki makna. Oleh sebab itu dalam penelitian tersebut saya menempatkan perubahan itu dalam berbagai dimensi sosial yang ada dalam masyarakat.

Seteleh beberapa minggu melakukan kerja lapangan saya berjumpa dan mendapatkan bimbingan dari Dr. Aslam di Banda Aceh dan Prof. Irwan di Jogjakarta. Kami berdiskusi banyak mengenai penelitian saya. Sebagai peneliti sosial yang masih sangat awam, saya belajar banyak dari dua orang antropolog terkenal ini. Kemudian saya mulai menyusun draft artikel saya dan mendiskusikannya dengan beberapa sejawat. Tahapan paling penting yang kemudian harus saya lalui adalah berdiskusi dengan Anthony Reid.

Saya ingat betul waktu itu, setelah shalat zuhur. Banda Aceh dilanda mendung dan angin bertiup lebih kencang dari biasa. Awan di langit napak gelap, tapi belum ada butiran hujan yang turun, listrik padam. Saya duduk berdua berhadap-hadapan dengan Pak Toni di ruang seminar kantor ARTI yang sekarang sudah menjadi kantor ICAIOS dan dinamakan dengan Ruang Seminar Prof. Anthony Reid. Kami membuka pintu utama agar ruangan lebih terang. Seminggu sebelumnya saya sudah mengirimkan artikel itu kepadanya. Di sana kemudian saya mendapatkan kuliah penelitian dan beberapa masukan dari Pak Toni tentang artikel saya.

Tidak banyak yang saya ingat, namun beberapa diantaranya terus menjadi pengetahuan saya dalam melakukan penelitian dan menulis karya ilmiah hingga saat ini. Saat saya menyebutkan tentang masyarakat Kluet di mana penelitian saya lakukan, ia lantas menanyakan, bagaimana konteks beragama masyarakat di sana, apakah mereka berafiliasi dengan NU? PERTI? Muhammadiyah?

Baca Juga:  Wagub Aceh Fadhlullah Takziah ke Guru Senior Dayah Jeumala Amal di Pidie Jaya

Saya yang sebelumnya tidak terlalu peduli dengan konteks itu merasa data mengenai keberagaman ini tidak terlalu signifikan sehingga saya tidak mendalaminya dan tidak pula memasukkannya ke dalam artikel. Pak Toni kemudian menjelaskan bagaimana hal itu mempengaruhi konteks artikel saya. Sebab diskusi tentang kenduri kematian bukanlah diskusi baru dan bukan hanya dalam masyarakat Kluet. Kenduri kematian telah menjadi subjek diskusi sangat panjang dalam debat kaum modernis dan tradisionali di Indonesia sejak abad XIX, termasuk dalam debat panjang Kaum Tuo dan Kaum Mudo di Sumatera Barat. Hal ini juga menjadi diskusi penting pada awal kemunculan Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, dan Persis. Bahkan terus berlanjut dalam konteks yang lebih baru dalam gerakan Wahabi dan Salafi.

“Tidak mungkin kamu mendiskusikan kenduri kematian di Kluet tanpa menghubungkan dengan diskusi yang lebih luas ini. Banyak sarjana telah menulis tentang topik ini dan kamu perlu menunjukkan apa yang baru yang dapat kita pelajari dari kasus di dalam masyarakat Kluet. Argumen baru? Kompromi baru? Atau apa saja yang menurutmu berkontribusi dalam memahami masalah ini.” Kata Pak Toni. Saya haya bisa mangut-mangut menyadari betapa dangkalnya artikel yang sedang saya buat.

Pak Toni kemudian menantang saya untuk menjelaskan apakah sesungguhnya orang hidup yang melayani orang mati atau sebaliknya, orang mati yang melayani orang hidup. Saya menjadi bingung. Rasanya tidak perlu ditanya lagi sebab sudah sangat jelas, kalau orang hiduplah yang melayani orang mati, bukan sebaliknya. Sebab tanpa nyawa di badan dan tertimbun dua meter di dalam tanah, tidak mungkin mereka melayani orang hidup. Namun Pak Toni menunjukkan perspektif lain. Ia bersama Henri Chambert-Loir menjadi editor untuk sebuah buku berjudul The Potent Dead. Ancestors, Saints and Heroes in Contemporary Indonesia.

Dalam buku ini penulis menunjukkan fenomena penghormatan terhadap orang mati yang dianggap memiliki kekuatan (potent dead) dalam berbagai budaya di Indonesia. Buku ini juga menjelaskan bahwa dalam banyak masyarakat, kematian bukanlah akhir dari pengaruh seseorang, justru sering kali menjadi awal dari peran spiritual baru, baik sebagai leluhur, pendiri desa, wali, atau pahlawan. Leluhur memberi perlindungan dan keberkahan pada keturunan. Wali memberi inspirasi dan otoritas moral atau spiritual. Pahlawan memberi legitimasi negara dan simbol solidaritas nasional. Di sini, mereka tidak sepenuhnya “mati”, namun dalam banyak hal mereka terus melayani dan memberikan manfaat kepada orang yang masih hidup di dunia.

Baca Juga:  98 Persen Masjid dan Musala Terdampak Banjir di Aceh Kembali Berfungsi

Di sana saya merasa apa yang saya sudah tulis rasanya benar-benar draft paling awal dari sebuah artikel, meskipun saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik saya. Apa lagi ketika kami sampai pada diskusi kontribusi akademik, dan bagaimana artikel ini dapat mengisi ruang kosong dari studi sejenis sebelumnya. Bacaan saya yang sangat terbatas menyebabkan ruang kosong akademik itu tidak mampu saya deteksi. Bagaimana mungkin mengisi sebuah gap tanpa tahu di mana dan bagaimana bentuk gap pengetahuan itu? Meskipun artikel itu kemudian tetap publikas dalam buku yang berjudul: Serambi Mekkah yang Berubah: Vie from within (Arskan Salim & Adlin Sila, eds), namun saya merasa benar-benar belum melakukan karya terbaik.

Dalam buku catatan saya malam itu saya menulis:

“Toni adalah sebuah kebun ilmu yang sangat luas. Wawasan dan pengetahuannya terbentang tak bertepi. Itulah kesan saya dalam konsultasi pertama kali bersamanya. Saya merasa bagaikan sebuah gelas yang kecil dan ia adalah ember besar penuh air pengetahuan. Tatkala air di dalamnya dituangkan, sangat banyak yang tercecer dan terbuang karena keterbatasan tempat penampungan yang saya miliki. Saya hanya menangkap sedikit sekali dari ilmunya. Meskipun, dengan keterbatasan komunikasi karena kendala bahasa, saya tahu ia telah berusaha menyesuaikan memberikan pengetahuan sesuai dengan tingkat atau kadar keilmuan saya.”

Minggu, tanggal 8 Juni 2025 saya mendengar kabar Anthony Reid telah berpulang. Selamat jalan Pak Toni, karya Anda abadi. Beberapa diantaranya ada dalam cara saya menulis dan membangun perspektif dalam penelitian.

Darussalam, 11 Juni 2025.
SIS.

Tags: acehAnthony ReidARTIICAIOSIndonesiaSehat Ihsan Shadiqin
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh
Biografi

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami
Biografi

Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami

by SAGOE TV
September 22, 2025
Kisah Inspiratif Juliana Agani Dari Guru Honorer hingga Meraih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry
Biografi

Kisah Inspiratif Juliana Agani: Dari Guru Honorer hingga Meraih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry

by SAGOE TV
September 5, 2025
Teungku Nyak Sandang Penyumbang Pesawat Pertama RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Presiden Prabowo
Biografi

Teungku Nyak Sandang Penyumbang Pesawat Pertama RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Presiden Prabowo

by SAGOE TV
August 27, 2025
Mayor Pnb Eri Nasrul, Putra Aceh Penerbang F-16 yang Bersiap Terbangkan Jet Tempur Rafale
Biografi

Mayor Pnb Eri Nasrul, Putra Aceh Penerbang F-16 yang Bersiap Terbangkan Jet Tempur Rafale

by SAGOE TV
June 30, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026

EDITOR'S PICK

Dari Cendol Janeng hingga Tas Anyaman, Kreativitas Perempuan Aceh Olah Hasil Hutan Bukan Kayu Bersinar di Uroe Peukan

Dari Cendol Janeng hingga Tas Anyaman, Kreativitas Perempuan Aceh Olah Hasil Hutan Bukan Kayu Bersinar di Uroe Peukan

November 7, 2025
Wagub Aceh Bagikan Kanji Rumbi di Masjid Islamic Center Lhokseumawe

Wagub Aceh Bagikan Kanji Rumbi di Masjid Islamic Center Lhokseumawe

March 14, 2025
Aceh Punya Potensi Besar Energi Terbarukan

Aceh Punya Potensi Besar Energi Terbarukan

May 19, 2025
Peringatan Maulid Nabi di Balee Beut Meuligoe, Pj Bupati Aceh Besar Santuni Anak Yatim

Peringatan Maulid Nabi di Balee Beut Meuligoe, Pj Bupati Aceh Besar Santuni Anak Yatim

October 4, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.