• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bencana Aceh: Benarkah ”merdeka” Sebagai Solusi?

SAGOE TV by SAGOE TV
December 5, 2025
in Analisis, BENCANA SUMATERA 2025
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bencana Aceh

Sisa banjir dan longsor Aceh di rumah warga desa di Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen.

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sahlan Hanafiah.
Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry.

Seperti biasa, selepas shalat Insya, kami mencuri waktu untuk minum kopi di warkop Panamaih.
Malam itu warkop Panamaih kena giliran pemadaman listrik. Suasana sedikit remang. Tapi pengunjung tetap ramai. Umumnya jamaah shalat Insya.

Ketika sampai di sana, Midi, Udin, Rian, dan Ihsan sudah lebih dulu menyeruput kopi panas. Mereka datang lebih awal. Rian dan Ihsan sibuk dengan telepon genggamnya. Sementara Midi berbincang serius dengan Udin. Topiknya apa lagi kalau bukan soal banjir besar yang melanda Aceh.

BACA JUGA

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana

Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur

”Kalau begitu ceritanya maka Aceh harus merdeka.” simpul Midi dengan penuh percaya diri.

”Apa….?” sahut Rian setengah terperanjat. Ternyata dari tadi ia menguping diskusi Midi dan Udin meski matanya tak berkedip di layar HP.

”Gak merdeka aja kita seperti ini, gak siap menghadapi banjir. Malah pemimpin kita merengek minta bantuan Pusat. Kita bisa apa?”

”Maksudku….”, Midi mencoba meluruskan, tapi tiba-tiba Rian memotongnya.

”Maksudmu apa? Apakah dengan merdeka kita bisa menangani semua persoalan ini? Apakah kita lebih kuat?”

”Lihat, stok sembako aja mulai langka. Harga-harga mulai naik. Kenapa? Karena kita tak mampu memproduksi sendiri. Semua bergantung dari luar. Giliran Medan banjir dan jembatan putus, kita pun putus.”

”Tapi kan….” Midi mencoca membela diri, namun lagi-lagi dipotong oleh Rian.

”Tapi kan apa? Telor ayam aja belum sanggup kita produksi sendiri. Sayur dan minyak goreng dari Medan. Beras harus beli dari Thailand. Belum lagi listrik dan air bersih. Kita bisa apa?”

”Okelah konflik dan tsunami membuat kita lemah. Kita bisa pahami itu. Tapi itu telah berlalu 20 tahun silam. Selama 20 tahun ini ngapain aja, hah? Apa yang kita lakukan selama dua dekade dengan dana triliunan rupiah itu? Merawat bangunan yang dibangun saat masa rehab-rekon aja kita gak mampu.”

”Maksudku…,” Midi coba menyela lagi tapi gagal.

”Maksudmu apa, hah? Tak perlu jauh ku kasih contoh. Coba lihat museum tsunami, gedung cari selamat di Ulee Lheu, dan gedung-gedung peninggalan masa rehab-rekon tsunami dulu. Apakah kita pandai merawatnya, hah? Yang sudah ada aja kita tak pandai merawat, apalagi membangun yang baru.”

”Lihat hutan kita. Dulu sangat lebat dan rindang. Coba lihat sekarang. Dimana-mana hutan telah gundul, dijarah, dijadikan tambang, dijadikan kebun sawit.”

”Apa akibatnya, hah? Banjir woi, banjir. Ketika hujan turun lebih lebat, hutan tak kuasa menahan jumlah air yang begitu banyak. Artinya, daya tampung dengan yang ditampung tak seimbang. Tak perlu menggunakan logika rumit untuk menjelaskan perkara ini. Semua orang paham.”

”Coba hitung, antara keuntungan merambah hutan dan kerugian yang kita alami sekarang. Coba hitung Midi, lebih banyak mana, untung apa buntung, hah?”

Tak ingin kalimatnya dipotong, Rian melanjutkan. ”Hutan digunduli oleh segelintir orang yang punya kuasa, diambil kayunya, lalu dijual. Hutan dirusak untuk tambang. Hutan dibakar lalu dijadikan kebun sawit. Yang ambil untung hanya segelintir orang serakah. Pemerintah daerah bisa apa, bisa apa, hah?”

”Kita tahu hutan itu penyangga, tiang kehidupan, yang melindungi kita, rumah bagi segala jenis makhluk hidup, termasuk kita manusia di dalamnya. Kita tidak merawatnya, tapi justru merusaknya. Akibatnya apa? Seperti yang terjadi belakangan ini, tiang penyangga itu roboh dan menimpa kita semua.”

”Tapi Tuhan…,” Midi coba menjelaskan.

”Jangan salahkan Tuhan, Midi. Tuhan itu baik. Tuhan sedang tidak menghukum kita. Kita sendiri yang justru menghukum diri sendiri. Kita yang merusak, kita pula yang menanggung akibat. ”

”Makanya…,” Midi coba menyimpulkan namun langsung dipotong kembali oleh Rian.

”Makanya apa, Midi? Merdeka tak menjamin kondisi menjadi lebih baik. Lihat masa damai, berapa hektar hutan kita habis dijarah. Siapa yang melakukan itu kalau bukan yang punya kuasa. Jadi tak sanggup ku dengar jika merdeka itu sebagai solusimu Midi.”

”Bukan. Bukan merdeka itu yang aku maksud,” sela Midi setengah memaksa karena dari tadi penjelasannya dipotong terus.

”Jadi merdeka seperti apa yang kamu maksud?” tanya Rian sambil menahan emosi.

”Maksudku, jika Aceh tidak ingin lagi tergantung pada pihak luar, maka Aceh harus mandiri, supaya nanti bisa merdeka dari kelangkaan sembako, merdeka dari krisis air bersih, gas, dan listrik. Bukan merdeka secara teritori seperti yang kamu pahami”, jelas Midi dengan perasaan sedikit lega.

”Nah….kalau itu maksudmu, aku sepakat. Tapi apakah pemimpin daerah kita mampu melakukannya? Apakah mereka punya visi inovatif untuk mewujudkan itu? 20 tahun terakhir ngapain aja, hah?” tanya Rian ke Midi?

Midi yang biasanya selalu punya argumen cadangan, malam itu seperti kena skak, tak berkuasa menjawab pertanyaan Rian.

Rian pun tak lagi mengejar jawaban dari Midi. Rian tahu jika masalahnya ada pada para pemimpin daerah yang tak memiliki visi menjadikan Aceh sebagai rumah yang aman dan nyaman untuk dihuni. Buktinya mereka tidak siap menghadapai bencana. Padahal Aceh adalah daerah rawan bencana. Punya pengalaman menjadi korban. Namun aksi perusakan alam dibiarkan terjadi, malah kononnya menjadi bagian dari aktor yang merusak itu.

Karena itu ia tidak ingin menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi. Baginya, bisa berkumpul bersama kolega di warkop Panamaih yang legendaris itu sudah cukup menghibur dari bencana buatan manusia itu.

”Berapa bang? Tolong hitung bang?” Suara Udin yang serak memanggil pelayan warkop memecah kesunyian malam itu.

Setelah itu kami bubar tanpa harapan.[]

Tags: acehbencanaBencana AcehIndonesiaIndonesia BencanaMakin Tahu IndonesiaTsunami Jilid 2
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana
BENCANA SUMATERA 2025

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana

by SAGOE TV
March 21, 2026
Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur
BENCANA SUMATERA 2025

Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur

by SAGOE TV
March 20, 2026
104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru
BENCANA SUMATERA 2025

104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru

by SAGOE TV
March 20, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana untuk Ketiga Kalinya
BENCANA SUMATERA 2025

Aceh Tamiang Resmi Akhiri Tanggap Darurat Bencana, Masuk Masa Transisi Pemulihan 90 Hari

by SAGOE TV
February 27, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026

EDITOR'S PICK

Situs Sejarah Habib Bugak di Pante Peusangan Resmi Direvitalisasi

Situs Sejarah Habib Bugak di Pante Peusangan Resmi Direvitalisasi

February 9, 2025
Orangutan Sumatera Kritis, Perdagangan Ilegal Masih Marak hingga Lintas Negara

Orangutan Sumatera Kritis, Perdagangan Ilegal Masih Marak hingga Lintas Negara

August 20, 2025
OJK Mengajar di USK, Wagub Fadhlullah Ajak Generasi Muda Aceh Melek Literasi Keuangan Syariah

OJK Mengajar di USK, Wagub Fadhlullah Ajak Generasi Muda Aceh Melek Literasi Keuangan Syariah

October 5, 2025
Bisnis Kopi Muda di Aceh Tamiang Raih Omzet Menggiurkan

Bisnis Kopi Muda di Aceh Tamiang Raih Omzet Menggiurkan

March 15, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.