TAMIANG | SAGOE TV – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menurunkan dua unit Arsinum Mobile ke Kabupaten Aceh Tamiang, guna memperkuat penyediaan air minum dan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, BRIN terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang untuk pengiriman unit Arsinum, sekaligus pendistribusian air bersih. Kepala BRIN juga turut meninjau proses pengoperasian Arsinum di Pemadam Kebakaran Aceh Tamiang, Ahad (21/12).
“Dan tentu koordinasi dengan Pemkab Aceh Tamiang menjadi sangat penting sekali. Kami juga sama dengan BNPB dan juga dengan Damkar, yang selama ini banyak support untuk memfasilitasi, mendistribusikan air minum ini,” kata Arif dikutip dari laman resmi BRIN, Selasa (23/12).
Ia menjelaskan, Arsinum yang dihadirkan BRIN memiliki kapasitas pengolahan hingga 10 ribu liter air per hari untuk air minum dan 20 ribu liter air per hari untuk air bersih. Teknologi ini memungkinkan air baku di wilayah Aceh Tamiang diolah menjadi air minum dan air bersih secara efisien, terutama pada kondisi darurat dan pascabencana.
“Semoga dengan adanya Arsinum ini, semakin mudah akses bagi masyarakat terhadap air minum, dan juga air bersih. Jadi insya Allah dua unit ini, dan ada unit lain lagi yang akan kita tempatkan di lokasi yang lain. Moga-moga juga bisa membantu dan bermanfaat,” ujarnya.
Ketua Task Force Reaksi Cepat Tanggap Bencana BRIN, Joko Widodo, mengatakan dua unit Arsinum disiapkan untuk Aceh Tamiang dan akan dioperasikan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat.
“Unit Arsinum ini akan kami pinjam-pakaikan ke Kabupaten Aceh Tamiang dalam waktu 1–2 bulan, 3 bulan, atau 4 bulan sesuai kebutuhan. Masyarakat juga akan kami latih agar dapat mengoperasikan unit Arsinum tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah masa pemanfaatan dirasakan cukup, unit Arsinum akan ditarik kembali ke Jakarta. Namun, tidak menutup kemungkinan BRIN juga akan menempatkan unit Arsinum Stasioner sesuai dengan arahan pemerintah daerah setempat.
“Ke depan, tidak menutup kemungkinan BRIN juga akan membuatkan unit Arsinum stasioner, bukan lagi unit mobil, dengan penempatan sesuai arahan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Joko. []




















