• Tentang Kami
Sunday, October 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hantu

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Hantu
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa
Dosen Universitas Syiah Kuala, Kopelma Banda Aceh.

Ada satu jenis binatang malam yang banyak mendapat perhatian. Namanya burung hantu. Jampok. Memperhatikan film binatang –bukan kebinatangan—saya bisa lebih sedikit mengerti keadaan binatang yang agak pemalu ini.

Penampakkannya terbatas. Tidak semua tempat ada. Malah bagi kami, sewaktu kecil, ia tampak menakutkan. Jarang sekali terlihat, kecuali suara khas yang sesekali muncul di pinggir kampung.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Sejumlah tempat sudah menjadikan binatang ini untuk memberangus binatang lainnya. Penggunaan binatang ini efektif dalam memberantas tikus. Ia diperihara sedemikian rupa, karena bergerak waktu malam.

Sedangkan tikus sebagai hama, sangat agresif ketika malam tiba. Bergerak malam dengan agresif malam, kemudian dibenturkan oleh sejumlah orang yang meneliti karakter dua binatang tersebut.

Ada yang menarik, ketika nenek moyang kita menyebut jampok untuk tipe orang tertentu. Ternyata jenis ini suka berhias, walau ia pemalu. Gabungan inilah yang ditabal untuk mereka yang suka membusungkan dada. Mereka yang berperilaku demikian, bisa berprofesi apa saja. Tidak selalu penulis. Hanya saja, untuk penulis lebih mudah mencontohkan karena saya bagian dari pelakon dunia ini.

Saya pribadi merasa betapa sering tidak adil, ketika memiliki karya sedikit, lalu menyebut nama besar-besar. Tidak sebanding dengan karya yang dihasilkan. Tetapi apa boleh buat. Selama ini saya menemukan sejumlah karya orang terdahulu, yang nama pengarangnya tidak dicantumkan secara jelas dan tegas di sampulnya.

Banyak penelitian yang dilakukan hanya untuk menegaskan siapa pemilik suatu karangan. Bahkan untuk sumber bahan penting, sebuah karya akan diteliti dan didalami oleh banyak orang, untuk menegaskan siapa pemilik yang sesungguhnya.

Apalagi karya itu turut menentukan catatan sejarah tertentu. Untuk menggambarkan keadaan masa lalu yang masih kabur, lalu dengan catatan tertentu, akan menguak sedikit potret masa lalu itu, maka karangan demikian menjadi sangat penting.

Selebihnya, banyak pengarang hanya mencantumkan nama tempatnya saja sebagai nama pengarang. Seseorang yang berasal dari Beurandeh, hanya akan menulis Teungku di Beurandeh. Atau ada nama penulis yang menyingkat sedemikian rupa. Ada juga yang memakai nama samaran.

Atas berbagai wujud itu, bagi generasi kemudian, tanggapannya bisa aneka ragam. Bisa jadi ada yang berpikir, penulis tidak mau bertanggung jawab atas apa yang ditulis. Selain itu karena penulis tidak ingin diketahui sosoknya. Walau karya sudah dibaca banyak orang, kadangkala penulisnya tidak ingin diketahui. Satu hal yang saya temukan sangat luar biasa dalam pengantar penulis, sering saya baca adanya pengakuan penulis sebagai hamba yang fakir. Dari segi ilmu, mereka selalu bermula dengan permohonan maaf atas belum sampainya ilmu mereka atas apa yang akan mereka tulis.

Potret terakhir, sepertinya terkait dengan ketidakinginan adanya kesombongan dalam diri mereka. Penulis berusaha keras bahwa sebuah karya itu tidak menjebak mereka dalam ruang riya –sesuatu yang semakin tidak bisa dibedakan pada era sekarang. Jadi mengikuti apa yang ditulis, sepertinya bukan karena takut, melainkan karena mereka merasa belum pantas untuk menjadi seorang yang akan memberi ilmunya kepada orang lain.

Tentu potret masa lalu hanya menjadi cermin, tidak bisa kita bandingkan dengan zaman sekarang. Pencurian ide masa lalu tidak dilakukan seenaknya. Masing-masing berpikir. Bahkan ketika sebuah karya sudah ditulis, ada penulis yang menguji terlebih dahulu mentalitas dan perihal mengapa mereka menulis. Jangan-jangan dengan karya, akan membuat mereka semakin lupa diri atas ilmu mereka yang secuil.

Pun era sekarang disibukkan dengan berbagai macam pendaftaran hak intelektual, yang berbeda dari masa lalu. Orang dulu percaya hasil cipta terkait dengan Pencipta. Ia bisa jadi semakin dekat atau menjauh dengan harta kekayaan materi.

Barangkali sejumlah hal itulah yang membuat berbeda. Di samping satu hal lagi yang sangat massif, adalah memperkenalkan diri kita sebagai penulis dalam berbagai ruang. Menulis sedikit, lalu memperkenalkan diri melebihi dari karya yang sedikit itu.

Padahal mungkin mereka yang sudah bermandi karya, tidak memperkenalkan diri seperti kita ini. Itulah yang saya rasakan, ketika dalam benak selalu ada perasaan, sudah pantaskah kita beri ilmu untuk orang lain. Atau barangkali, dengan berbagi saja apa yang kita punya, bukanlah suatu masalah.

Orang tua kita dulu, tentu memiliki makna semacam ini sehingga menyebutnya dengan kata jampok. Saya menemukan versi ini. Mungkin Anda menemukan versi berbeda, silakan dituliskan.

Tags: Acehhantusulaiman tripa
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

September 30, 2026
609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

September 28, 2026
Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

September 28, 2026
Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

October 2, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

February 24, 2025
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

September 25, 2026
Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

October 1, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026

EDITOR'S PICK

Ekshibisi Lari Trail di PON XXI Aceh-Sumut Sukses Digelar, Bima Arya Target PON 2028 Jadi Cabor Resmi

Ekshibisi Lari Trail di PON XXI Aceh-Sumut Sukses Digelar, Bima Arya: Target PON 2028 Jadi Cabor Resmi

September 15, 2024
Kemenag Salurkan Bantuan Rp37,9 Miliar untuk Pemulihan Bencana di Aceh

Kemenag Salurkan Bantuan Rp37,9 Miliar untuk Pemulihan Bencana di Aceh

December 18, 2025
Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Lulus Program IISMA-E ke Australia

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Aceh Lulus Program IISMA-E ke Australia

August 23, 2024
Kapolda Aceh dan Pangdam IM Bersama Kapolri Pastikan Kamtibmas Selama Idulfitri 

Kapolda Aceh dan Pangdam IM Bersama Kapolri Pastikan Kamtibmas Selama Idulfitri 

April 1, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.