ACEH TAMIANG | SAGOE TV – Pascabencana yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang masih menghadapi kendala dalam pendistribusian obat-obatan. Hingga kini, distribusi obat dilakukan secara manual akibat sistem aplikasi farmasi belum dapat dioperasikan karena gangguan server.
Kepala Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Puput Mayasari, mengatakan sebelum bencana pendistribusian obat dilakukan melalui dua mekanisme, yakni menggunakan aplikasi berbasis sistem stok dan distribusi langsung oleh petugas farmasi.
“Sebelum bencana, pendistribusian obat kami lakukan melalui aplikasi yang terhubung langsung dengan sistem stok, serta distribusi langsung oleh petugas, sehingga keluar-masuk obat tercatat secara sistem dan fisik,” ujar Puput, Senin (19/1/2026).
Namun pascabencana, kerusakan sistem dan keterbatasan akses menyebabkan aplikasi farmasi belum dapat digunakan.
“Saat ini pendistribusian obat masih dilakukan secara manual karena sistem aplikasi terkendala server. Langkah ini kami lakukan agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan,” jelasnya.
Puput menambahkan, pencatatan manual dilakukan secara terkontrol untuk menjaga akurasi stok obat, khususnya untuk pelayanan rawat inap yang sudah kembali beroperasi. Sementara itu, pelayanan farmasi untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat jalan masih dilakukan di gedung terpisah.
Pihak RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang terus berupaya memulihkan sistem distribusi obat agar pelayanan farmasi dapat kembali berjalan optimal dan mendukung pemulihan layanan kesehatan masyarakat pascabencana. []




















